Panduan Lengkap Teknik Beternak Ayam Kampung (Buras)

Tuesday, May 24th, 2016 - budidaya

Hidup di kampung ataupun di desa  tak kan jauh dari bertani  dan berternak. Hal ini karena area pedesaan memang sangat mendukung untuk melakukan kegiatan diatas. Lahan bertani dan berternak yang lebih luas, alam yang masih hijau dan udara yang bersih tentu merupakan faktor alam yang sangat mendukung. Beda halnya dikota karena keterbatasan lahan, serta tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lebih sulit untuk melakukan kegiatan bertani dan berternak.

Bagi kebanyakan orang desa memelihara ayam, khususnya Ayam Kampung (Gallus domesticus) adalah sesuatu yang lumrah, rasanya kurang afdol jika hidup di kampung tidak memelihara barang sepasangpun ayam Kampung. unggas ini memang luar biasa, begitu mudah di piara tak perlu perawatan khusus, bahkan dibiarkan begitu saja pun mereka tetap dapat hidup, berkembang biak, dan menghasilkan, baik telor ataupun dagingnya.

hal ini karena sifat ayam Kampung yang sangat mandiri, asal tidak dikekang dalam kandang mereka bisa mencari makan sendiri untuk dirinya dan anak-anaknya. ayam Kampung sangat tangkas dan gigih menjelajah dibawah pohon, ataupun ditumpukan dedaunan untuk mencari makanan, dari biji – bijian, limbah dapur, serangga, sampai cacing menjadi makanan yang bergizi tinggi buat mereka.

Namun perawatan cara tadi tentu tidak akan menghasilkan profit yang maksimal, jika dibandingkan dengan perawatan yang instensif. Ayam Kampung dengan perawatan yang baik akan menghasilkan lebih dalam hal daging maupun telor, daripada yang dipiara apa adanya. daya tahan fisiknya yang tangguh dibanding  ayam ras, serta daya tahan terhadap penyakit yang juga sangat tinggi, tentu layak jika ayam ini tetap menjadi satwa idaman, ditambah lagi estetika keindahan warna bulunya yang sangat beragam, baik corak, dan paduan warnanya, menjadi nilai tersendiri.

Keutamaan Beternak Ayam Kampung

Beternak Ayam Kampung

tipspetani.blogspot.com

Ayam buras Memiliki keunggulan dalam hal ;

  • Daya tahan tubuhnya relative tinggi.
  • Sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia sehingga tahan cuaca buruk.
  • Daging dan telurnya lebih lezat dan punya cita-rasa khas, serta daging dan telurnya dapat menjadi makanan suplemen kesehatan yang sudah terbukti secara turun temurun.
  • Harga jual daging dan telurnya lebih mahal dari ayam Ras.
  • Mudah dijual dalam kondisi hidup, dengan partai kecil, bahkan perekor.
  • Menjadi tabungan keluarga yang selalu berkembang, dan sewaktu-waktu dapat dijual.

Jenis-Jenis Ayam Kampung Unik

Jenis-Jenis Ayam Kampung

jesrilzuwito80.blogspot.com

Ayam buras / Ayam Kampung adalah jenis ayam lokal Nusantara, masih alami dan belum mengalami perubahan genetis. Masing-masing daerah di Nusantara memiliki varian ayam Kampung yang berbeda-beda. Masing – masing daerah memiliki ciri unik tersendiri. Baik yang betina maupun jantan.

Di Jawa barat ada ayam pelung, yaitu ayam local jenis jantan yang memiliki suara sangat indah dan sangat panjang ketika berkokok (kukuruyuk). Di Jawa umumnya ada jenis ayam kampong yang sangat langka dan dianggap bernilai magis, harganya juga luar biasa mahal, konon hingga ratusan juta rupiah seekor, jika benar-benar asli dan memenuhi syarat karena sangat langka, yaitu ayam Cemani, ciri ciri ayam cemani asli yang sangat langka adalah seluruh bulunya berwarna hitam kelam, termasuk paruh, lidah dan darahnya. Kemudian ada ayam Walik yaitu jenis ayam local yang seluruh bulunya berbalik atau melengkung seperti rambut keribo.

Jenis ayam ini juga langka dan bernilai magis namun tuahnya masih dibawah ayam cemani. Berikutnya ada ayam Trondol, yaitu jenis ayam local yang tidak memiliki bulu ekor, dan bulu dibadannya relative lebih jarang apalagi dibagian leher kepala dan dada nyaris botak. Ayam jenis ini tidak dianggap bernilai magis buat orang Jawa, namun katanya memiliki daging yang lebih lezat dari pada ayam kampong biasa, mungkin saja karena ayam trondol biasanya lebih montok dan gemuk, seolah-olah makanan yang seharusnya menjadi bulu disulap semuanya menjadi daging.

Dibanyak daerah tentu ada lebih banyak lagi jenis-jenis unik ayam kampong, yang karena belum terekspos oleh dunia luar sehingga tidak dikenal. Dan jika ditempat Saudara ada memiliki jenis ayam kampong yang unik dan langka tentu ini adalah tugas saudara untuk mempromosikan khasanah kekayaan genetic tersebut, agar dikenal oleh dunia tentang keunikan dan keunggulannya. Tentu tidak hanya ayam, satwa apapun juga satwa langka yang dilindungi maupun tidak dilindungi agar mereka tetap lestari, atau yang lainnya baik berupa tanaman hias, buah-buahan, maupun tanaman obat.

Nusantara adalah negeri yang sangat kaya akan keaneka ragaman hayati, dan banyak potensi local yang perlu digali dan dikaji untuk menjadi potensi kekuatan local dan merek yang memiliki nilai jual. Tetapi tantangannya tentu tidak mudah. Kita salut dengan negeri Jiran Malaysia, Bagaimana jenis ayam local yaitu ayam Serama ayam jenis kate, dapat mendunia dan menjadi kekuatan merek yang kuat, Ingat ayam Serama, maka ingat Malaysia.

Begitu juga Thailand (Siam) telah lama berhasil mengangkat keunggulan genetic ayam local mereka menjadi sangat mendunia, bahkan di Indonesia menjadi salah satu ayam yang sangat digilai oleh ayam maniak, yaitu ayam Bangkok, terutama jenis jantannya yang terkenal sangat tangguh sebagai ayam petarung yang memiliki sifat pantang menyerah, bertarung sampai mati. Apalagi didukung dengan tongkrongan badannya yang besar, tinggi, tegap, dan kekar. Benar-benar laksana Gladiator yang siap melakukan duel maut. Nama Bangkok sendiri adalah merujuk kepada Ibukota Negeri Gajah putih tersebut.

Jago yang Sebenarnya Jago

Ayam Jago

rfportrait.wordpress.com

Bilamana ada seseorang yang sangat digdaya, kuat, dan ditakuti karena lihai beladiri atau karena kekuatan otot serta  badannya yang tangguh sehingga sulit dikalahkan, maka orang tersebut dikatakan Jagoan. Orang yang mahir melakukan sesuatu dikatakan jago.

Misalnya Jago main catur, jago nyanyi, jago main gitar dll. Dalam istilah Jawa, dua ekor ayam jago yang sedang bertanding disebut “Tarung”, sedangkan hewan berkaki empat atau lebih disebut adu, seperti adu banteng, adu domba, adu jangkerik dll, khusus Manusia disebut tanding.

Ketika musim Pilpres, Pilgub, Pilkada, sampai Pilkades calon yang maju dikatakan sebagai ikut bertarung sebagai Jago-nya. Tetapi sejatinya kata-kata jago yang digunakan untuk gelar kekuatan, kelihaian, atau ketokohan itu adalah pinjaman dari nama ayam kampong jenis jantan.

Terutama ditanah Jawa ayam kampong jenis jantan disebut sebagai ayam jago, sedangkan orang Melayu menyebutnya ayam jantan. Jantan dan Jago memiliki konotasi yang sama, yaitu sifat kesatria juara yang gagah perkasa dan tidak cengeng, atau identic dengan maskulinitas. Jadi, jika kita bicara mengenai ayam jago, maka merekalah jago yang sebenarnya jago.

Sifat dan tindak tanduk ayam jago memang gagah dan elok, terutama sikap badannya yang tegap, dan cara jalannya yang sedikit kaku laksana tentara sedang gerak jalan. Ditunjang dengan penampilan bulunya yang sangat indah, lebih indah daripada bulu yang dimiliki ayam betina, serta suaranya yang sangat nyaring dan merdu, sehingga tak salah ayam Jago adalah salah satu satwa klangenan (idaman) kaum Pria manapun. Hampir semua Pria diseluruh dunia gemar memelihara ayam Jago, apalagi ayam jago jenis petarung unggul.

Dua ekor ayam jago yang sedang bertarung selalu menjadi pemandangan yang sedap dipandang. Mereka ibarat dua pesilat handal yang sedang bertarung dengan jurus tangan kosong. Cerdas, tangkas, lincah, dan penuh perhitungan, salah langkah maka berakibat fatal, menerima patokan maut atau terkena tendangan taji lawan yang menyakitkan.

Koordinasi gerakan pukulan kedua sayap, patokan, tendangan keras, elakan dan terkadang gerak tipu yang halus mengisyaratkan bahwa ayam jago adalah petarung cerdas, tidak semata-mata mengandalkan kekuatan okol tapi juga akal. Sangat beda halnya ketika menonoton dua ekor kerbau atau banteng yang beradu, atau dua ekor domba jantan yang beradu. Kekuatan okol atau otot yang utama. Sehingga kesannya sebagai hewan bodoh melekat. Tetapi kita tidak boleh mencela mereka sebagai hewan bodoh, karena memang fitrah dari sononya begitu.

Tetapi ingat! sebagai manusia yang beradab tentu kita tak pantas melakukan adu binatang, apalagi untuk judi, sabung ayam misalnya, apalagi sabung ayam yang menggunakan pisau taji, yang mana dapat menyebabkan ayam cacat dan merana sepanjang hayat, atau mati sia-sia diperalat si tuannya demi uang panas, karena itu merupakan bagian dari eksploitasi satwa yang diluar prikemanusiaan. Jika mereka bertarung secara alami, maka itu adalah naluri alamiah mereka untuk memperebutkan kekuasaan dan betina, maka ayam jago yang merasa akan kalah akan memberi kode dengan suara khas yaitu suara ‘’Keokan’’ lalu berlari menjauh sebagiai tanda kalah. Dan pertarungan pun usai.

Advertisement

Ayam Jantan Dimata Islam

Islam sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil alamin ternyata juga ada menaruh perhatian khusus terhadap ayam jago, atau ayam jantan. Tentu tidak sembarangan, ada kriteria mengapa ayam jantan mendapat perhatian oleh Islam, yuk kita kupas ;

1. Sadar Harga Diri

Ayam jago dirancang oleh Allah swt dengan sifat cemburu yang tinggi terhadap pasangannya, sehingga ayam jago sering bertarung untuk mengawini ayam betina, atau akan melabrak setiap pejantan lain yang coba-coba menggoda betinanya. Yang menjadi pemenang dan dominan diwilayah tersebut maka dialah yang akan menjaga dan mengawini betina diwilayah kekuasaannya laksana seorang kepala suku.

Sifat territorial dan cemburu yang tinggi ini adalah dalam rangka menjaga kemurnian Gen-nya alias anti perselingkuhan. Dan hampir semua binatang juga memiliki sifat yang sama kecuali Babi. Menurut penelitian Babi tidak memiliki sifat cemburu terhadap betinanya, sehingga jika ada pejantan lain yang akan berselingkuh dengan  betinanya (pasangannya), maka pejantan pasangannya justru turut membantu proses perselingkuhan tersebut. Dengan kata lain disetiap kerajaan hewan, hanya babi yang mengizinkan betinanya diselingkuhi, bahkan dengan senang hati. Itulah sebabnya ayam jago memang pantas disebut jantan, karena  memiliki rasa cemburu.

2. Jam Beker Hidup Yang Terpercaya.

Al Hafiz Ibnu Hajar, mengatakan ; Ayam jantan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hewan lain, yaitu dapat mendeteksi perubahan waktu dimalam hari. Mereka berkokok diwaktu yang tepat dan tidak pernah ketinggalan. Mereka berkokok sebelum subuh dan sesudah subuh, hampir tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang ataupun pendek. Untuk itu sebagian pengikut mazhab Syafii memfatwakan mengacu kepada ayam jantan yang sudah terbukti dalam menentukan waktu (Fathul Bari, 6/353).

3.Dapat Melihat Malaikat.

Rasululllah saw, menjadikan bunyi kokok ayam jantan diwaktu malam sebagai penanda kebaikan, karena kokok ayam jantan sebagai penanda kehadiran Malaikat Rahmat. Ayam jantan diberi keistimewaan dapat melihat malaikat, sebagaimana sabda Beliau yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra ;

“Apabila kalian mendengar  ayam berkokok mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat Malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan Keledai, mintalah perlindungan kepada Allah  dari setan, karena dia sedang melihat setan’’ (HR.Bukhori, 3303, dan Muslim, 2729).

Perihal ayam jantan dapat melihat Malaikat secara ilmiah telah dibuktikan oleh ilmuwan AS. Silahkan tanya Mbah Google saja…ya Guys.

4. Dilarang Oleh Nabi Saw Mencela Ayam Jantan.

“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sesungguhnya dia membangunkan untuk shalat.’’ (HR.Abu Daud, dengan sanad sahih).

Dari Abdullah Ibnu Abbas. RA, berkata ; ‘’Sesungguhnya ada ayam jantan yang berkokok dekat Nabi SAW, lalu ada salah seorang Sahabat yang berkata, ‘’Semoga Allah melaknat ayam jantan ini !’’, maka Nabi SAW menegurnya seraya bersabda, ‘’Sekali-kali jangan (mencela), sesungguhnya ayam jantan membangunkan seseorang untuk mengerjakan shalat.’’ (shahih,HR. Al-Bazzar, dalam musnadnya disahihkan oleh Albani (Shahih Targhib,2799).

Ibnu Hajjar menukil keterangan Al-Hulami, disimpulkan dari Hadits ini, bahwa semua yang dapat memberikan manfaat kebaikan tidak selayaknya dicela, dan dihina. Sebaliknya dia dimuliakan dan disikapi dengan baik. Sabda Beliau ayam jantan mengingatkan (orang) untuk shalat, bukan maksudnya dia bersuara, ‘’shalat…shalat…,atau waktunya shalat…!’’ namun maknanya, kebiasaan ayam jantan berkokok ketika terbit fajar dan ketika tergelincir matahari. Fitrah Allah yang diberikan kepadanya. (Fathul Bari, 6/353).

Ad-Daudi mengatakan, kita bisa belajar dari ayam jantan 5 hal : Suaranya yang bagus, bangun diwaktu sahur, sifat cemburu, dermawan, dan sering jimak (Berkumpul). (Fathul Bari, 6/353).

Tapi sayang seribu sayang, banyak orang sering merendahkan ayam dengan konotasi miring, misalnya untuk sebutan ayam kampus, ayam kampung, ayam muda, ayam sekolah, yang tak lain adalah untuk menyebut istilah Perempuan esek-esek. Sementara ayam jantan dilecehkan menjadi ayam sabung dan judi. Tak hanya Manusia, hewanpun haram dilecehkan juga menurut Islam.

Pemeliharaan Ayam Kampung

Pemeliharaan Ayam Kampung

pelatihanagrobisnis.wordpress.com

1. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit ayam kampong secara secara umum sama dengan ayam ras. Yaitu dengan melihat sifat unggul induknya, seperti ; badan besar, cepat pertumbuhan, produktif dalam bertelor, pandai merawat anak. Dari fisiknya bibit / anak ayam terlihat sehat, lincah, tidak cacat, mata cerah, tak ada kotoran yang menempel diduburnya, serta bulu tampak cerah dan mengembang.

¨ Jika memelihara secara intensif,  atau ayam tersebut terus menerus didalam kandang maka, bisa dibuat kandang sebagaimana kandang untuk ayam petelur yaitu system liter (alas sekam atau serbuk gergaji) dan system sangkar. Kepadatan kandang juga perlu diperhatikan agar tidak penuh sesak. Wadah tempat pakan dan minum juga harus disediakan sebagaimana jika memelihara ayam petelur. Wadah tersebut bisa terbuat dari bambu, atau wadah pabrikan.

Atap sebaiknya mengunakan bahan yang bersifat dingin, terutama untuk daerah yang berhawa panas. Kebersihan kandang juga wajib di jaga agar unggas tetap sehat. Termasuk sirkulasi udara  harus lancar agar tidak pengap, sehingga ayam tidak stress.

¨ Jika memelihara secara lepas, maka kandang cukup hanya bisa melindungi dari hujan dan hawa dingin malam hari serta dari hewan pemangsa, karena kandang jenis ini hanya ditempati malam hari saja, sedangkan siang ayam dilepas, walau masih diberi pakan.

Perbandingan hasil produksi telur ayam kampong yang dipelihara secara intensif dapat mencapai 163 butir per 200 hari, sedangkan cara tradisional hanya 30-40 butir per tahun.

Pada pemeliharaan secara intensif pemberian pakan sama halnya dengan ayam ras petelur, tetapi kemampuan produksi ayam kampung dalam hal telur tetap terbatas tidak seperti ayam ras petelur. Agar hemat biaya sebaiknya pakan dicampur dengan bekatul, dedak, jagung, singkong cacah, dan rajangan dedaunan hijau atau rumput dengan sedikit pasir kemudian di adon dengan air secukupnya, pasir berguna dalam alat pencernaan ayam untuk membantu menggiling pakan sehingga pakan mudah dicerna.

Konversi pakan pada ayam kampong sekitar 4.9. Pemberian pakan dibedakan dalam pakan starter (pemula), grower (pertumbuhan), dan Layer (petelur).

Ayam kampong yang dipelihara sebagai pedaging bisa juga di beri pakan jadi / pur.

2. Pencegahan penyakit

Pemeliharan kesehatan pada ayam kampong juga sangat penting sebagaimana ayam ras, yaitu untuk mencegah penyakit, dan maksimal dalam produksi dapat tercapai. Sanitasi kandang, sirkulasi udara, dan lingkungan yang baik sangat penting agar ayam tumbuh dan berkembang dengan cepat tanpa ada gangguan penyakit, sehingga angka kematian serendah mungkin. Penyakit yang sering menyerang ayam kampung, juga ayam ras antara lain ; tetelo atau ND (Newcastle disease) / Ubeng (Jawa), CRD (cronic respiratory disease) / penyakit pernapasan akut, dan cacar.

Langkah pencegahan dengan cara ;

  1. hindarkan anak ayam dari perubahan cuaca, anak ayam harus diberi tambahan vitamin karena pada fase ini rentan terkena penyakit.
  2. Lakukan vaksinasi ND secara berkala.
  3. Berikan pakan dan minuman yang berkualitas. Minuman sebaiknya selalu diganti setiap hari walau belum habis terutama yang diberi vitamin.
  4. Jaga kebersihan, perlengkapan, dan lingkup kandang.
  5. Berikan obat bila perlu saja.
  6. Berikan Obat cacing dan antibiotic secara berkala.
  7. Pisahkan ayam yang sakit agar tidak menular ke ayam yang lain.
  8. Musnahkan dengan segera jasad ayam jika / yang terinfeksi virus H5N1(flu burung) dengan cara dibakar dan dikubur.
  9. Ketika akan memasukkan ayam baru, pastikan ayam tsb sehat.
  10. Usahakan tidak sembarang orang masuk kekandang karena dikhawatirkan ada     cemaran virus atau bibit penyakit yang tanpa disadari terbawa dari tempat lain.

Hasil panen ayam kampung berupa telor atau daging. Harga telor ayam kampong lebih mahal dari pada telur ayam ras. Biasanya telor ayam kampong digunakan sebagai campuram minum jamu Jawa. Atau putih telornya untuk masker wajah, dan penyubur rambut. Ditoko kaca, putih telor dapat juga digunakan sebagai lem yang sangat kuat untuk bahan perekat kaca aquarium.

Sedangkan daging ayam kampong dikonsumsi sebagai hidangan lezat yang sangat digemari karena bermutu tinggi. Daging ayam sangat rendah kolesterol dan mengandung protein tinggi sehingga menjadi menu wajib bagi Binaragawan untuk membesarkan otot. Kulit dan jeroan ayam mengandung kolesterol tinggi, namun memiliki rasa yang sangat lezat, untuk itu bagi orang yang berkolesterol tinggi sebaiknya menghindarinya.

Ayam kampung dapat juga dijual hidup dengan mudah dengan harga yang lebih tinggi dari ayam ras, disamping karkas dagingnya yang juga lebih mahal.

Pengembangbiakan

Pembibitan ayam kampong tidak sama dengan ayam ras yang dilakukan oleh Perusahaan besar (Breding farm). Secara biasa pembibitan ayam kampong melalui naluri induk ayam yang mengerami telurnya hingga menetas, dan merawatnya sampai anak ayam dewasa. Perkawinan mereka juga secara alami, masing-masing pejantan dominan akan mengawini betina.

Lama penetasan telur ayam ras / buras sekitar 18 hari. Disamping penetasan secara alami dapat juga menggunakan mesin tetas yang menggunakan tenaga listrik atau lampu minyak.¨

Semoga bermanfaat sebesar-besarnya dan memberi wacana lain tentang ayam, khususnya ayam jago.

Advertisement
Panduan Lengkap Teknik Beternak Ayam Kampung (Buras) | porosbumi | 4.5