11 Budaya Buruk di Sekitar Kita

Friday, July 22nd, 2016 - Info Menarik

Sebenarnya semua keburukan  tidak layak dikatakan Budaya. Karena arti Budaya adalah hasil cipta dan karsa Manusia berdasarkan akal dan budi, serta kesadaran. Budaya juga mewakili martabat suatu Bangsa dan membentuk pola pikir yang luhur, seperti ; Nasihat, sastra, bahasa, etos, epos dan epic. Juga gerak seni dan nafas khasanah kehidupan, seperti ; kesenian, kerajinan tangan, tarian, alat music, lagu, pencak silat, bentuk rumah, ramuan, tehnik pengobatan, berburu, bertani dll. maka inilah  Budaya.  Dan segala hal yang bertalian dengan hal diatas di sebut ‘’Kebudayaan’’.

Kata Budaya memiliki keagungan dan khasanah tinggi, sehingga kurang layak jika disandingkan dengan kata yang tidak sesuai semisal korupsi. Tetapi ini adalah kemungkaran. Seperti orang berkata budaya korupsi, budaya kolusi, budaya nepotisme. Seakan – akan perbuatan tadi adalah TERHORMAT, sehingga disematkan kata ‘’Budaya’’. Padahal hemat saya, yang tepat adalah dengan disematkan kata ‘’kemungkaran’’. Sehingga kalimatnya menjadi ; ‘’Kemungkaran korupsi, kemungkaran kolusi, kemungkaran nepotisme, dst’’.

Tak heran, ketika sang Koruptor terbukti dan disorot kamera, mereka menjadi PD dan wajahnya tetap sumringah, lantaran ia mungkin merasa disetarakan dengan Budayawan, yakni Budayawan koruptor. Ujung-ujungnya mati 1, tumbuh 1000. Mungkin akibat salah menggunakan sebutan. Ingatlah !!!, kata-kata (bahasa) mudah diucapkan, namun mengandung kekuatan dan doa. Jadi ketika semua orang mengatakan Budaya korupsi, secara tidak sadar ia berdoa agar korupsi membudaya.

Tetapi pada kesempatan kali ini, kita tidak akan membicarakan tentang korupsi. Karena itu adalah kejahatan tingkat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh Orang-orang kelas tinggi juga, semisal Pemimpin dan Pejabat Negara, kolaborasi dengan para cukong hitam yang rela meng-kanibal Rakyatnya sendiri, akibat matinya Hati Nurani. Dan dampak matinya hati nurani para pejabat kita, berakibat adanya krisis berkepanjangan disegala bidang yang secara cepat akan menenggelamkan Kapal Negeri.

Bangsa ini memang sedang dirundung krisis, tetapi krisis yang hakiki sejatinya bersumber dari krisis jatidiri atau krisis Hati nurani. Apabila krisis Jatidiri, dan krisis hati nurani dapat teratasi, maka saya yakin seyakin – yakinnya, krisis lainnya akan segera menyingkir dengan sendirinya.

kebiasaan buruk

m.tempo.co

Hal – Hal Berikut Ini Nampaknya Sepele Saja, Tetapi Ini Menyangkut Karakter Dan Jatidiri Bangsa.

Sudah menjadi salah kaprah selama ini  jika sudah sering terjadi lalu dianggap lumrah, syahdan itu merupakan suatu kedholiman seperti suap dan sogok. Sudah bukan rahasia lagi, jika ingin menjadi ini dan itu harus sedia uang sekian puluh sampai sekian ratus juta. Jika tidak, sepintar dan sebaik apapun tidak akan lulus. Padahal perbuatan ini adalah suap atau riswah yang keji.

Apapun itu ; pelicinlah, hadiahlah, parcel lah dan sederet kata – kata kiasan lainnya hakikatnya tetaplah suap. Tetapi anehnya hal itu dimata masyarakat kita yang beragama dan menjunjung tinggi budaya, kini sudah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.  Disatu sisi kita telah berevolusi menjadi bangsa yang lihai memainkan bahasa. Jempol sungsang !.

Dholim adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seperti ; sogok, suap, membuang sampah sembarangan, merokok di tempat umum, main serobot dijalan termasuk menerobos lampu merah, dan ngomong tidak sesuai fakta. Sekalipun itu hal yang dianggap lumrah, bahkan sudah dianggap sebagai tradisi tak tertulis misal, apabila seseorang bertamu kerumah tetangga, lalu di Tanya (kali aja basa basi) , ‘’Sudah makan belum ?’’ maka rata rata dari kita akan menjawab, ‘’O, maaf,sudah..baru saja kami makan’’. Padahal yang sesungguhnya perutnya keroncongan, disertai mulutnya berliur melihat hidangan lezat.

Seringkali kita berbuat demikian tanpa sadar, akibat budaya ketimuran kita. Adakalanya kita  harus memaklumi bahwa budaya kita demikian, yakni budaya menjungjung tinggi rasa malu, dan rasa malu itu baik (dari pada putus urat malu, hehe…… Tetapi bagaimana jika lantas ada unsur berbohong. Bukankah kebohongan itu dosa menurut agama ?.

Agama mengajarkan bahwa semua dusta itu dosa, termasuk berkata bohong juga dosa, kecuali untuk 2 hal ;

  1. Berdusta demi untuk menyelamatkan nyawa sodaranya. Misal, si fulan dikejar – kejar preman pasar hendak dibunuh, lantas orang tsb masuk kerumah kita untuk bersembunyi demi menyelamatkan nyawanya. Maka ketika preman pasar tsb menanyakan perihal keberadaan sifulan, lalu kita berbohong dengan mengatakan hal yang tidak sebenarnya, maka ini dibenarkan. Sebab jika kita mengatakan hal yang sebenarnya, maka sifulan akan terbunuh.
  2. Berbohong demi mendamaikan dua sodara yang berseteru. Misal si A dan si B terjadi silang pendapat, sehingga terjadilah silat lidah, dan silat-silat yang lainya yang mengakibatkan si A dan si B tidak rukun lagi. Singkat kata si A bertanya kepada si C perihal B, lalu dijawab oleh si C bahwa si B hendak meminta maaf kepada si A. begitu juga ketika si B bertanya kepada si C perihal si A, maka si C menjawab si A hendak meminta maaf juga. Padahal sebenarnya tidak ada pernyataan demikian baik dari si A maupun si B. ujung-ujungnya berkat muslihat si C, A dan B rukun kembali. Maka berbohong dalam situasi demikian dengan maksud mendamaikan 2 sodara yang berseteru adalah dihalalkan.

Maka diluar ini Sob, sebisa mungkin jangan kita membiasakan berkata bohong lagi ya!!!?. Hatta, itu adalah hal – hal yang kecil dan sepele. Jadi nanti kedepan kalau kita bertamu kerumah tetangga, lalu tuan rumah menawari makan, jawab aja sesuai keadaan, ’’YA ATAU TIDAK’’ (Iwan fals). Berani menerima tantangan ?

11 Yang Sering Di Langgar Disekitar Kita

Maka inilah dia beberapa hal yang sering terjadi disekitar kita yang sering membuat kita miris ;

1. Budaya Membuang Sampah Sembarangan

Tidak dipungkiri karakter bangsa kita dalam hal yang satu ini masih tertinggal dari Negara tetangga seperti Singapura. Masih sering kita jumpai entah itu Anak sekolah yang nota bene anak terdidik atau Mereka yang duduk manis di dalam mobil mewah (tanpa pandang status) sambil mobilnya melaju di jalan raya, dari jendela mobil keluar tangan yang melempar botol minuman seenaknya di tepi jalan.

2. Merokok Seenaknya

Ini yang sering menjadi dilemma bagi kaum non perokok. Didalam sebuah majlis di suatu ruangan yang padat dengan hadirin, tak sungkan – sungkan para perokok beraksi mengepulkan asap nikotinnya. Padahal disekitarnya ada berbagai macam ragam manusia yang tak selalu perokok, seperti kaum Ibu, kanak-kanak dan balita yang akhirnya mau tak mau harus menghirup asap nikotin yang berbahaya tanpa kemauan mereka. Bahkan didalam ruangan ber AC sekalipun seringkali mereka tak peduli, padahal terpampang dengan jelas tulisan ‘’DILARANG MEROKOK’’.

Apalagi didalam bis non ac, makin menggila mereka, tak peduli penumpang yang di belakangnya matanya sampai kelilipan debu rokoknya. Inilah karakter bangsa kita yang masih perlu di perbaiki. Katanya menjujung tinggi tradisi ketimuran, tetapi etika dan sopan santun dibuang demi nafsu merokok dengan mendholimi sesama.

3. Tidak Tertib Lalu-lintas. Jembatan Penyeberangan Menjadi Lintasan Motor Nekat

Ini sepertinya salah satu kelebihan Bangsa Indonesia, ahli dalam memanfaatkan hal yang tidak semestinya. Sering kita saksikan ketika terjadi macet, khususnya pengendara sepmot nyelip sana – sini, dari trotoar sampai jembatan penyeberangan yang tinggi dan berundakpun  dilaluinya demi menerobos kemacetan.

Advertisement

Apalagi hanya sekedar gak pakai helm, menerobos lampu merah, melawan arus jalan raya, lampu sen yang menyala kiri –  tetapi malah belok kanan, itu mah biasa di Negeri Parodi.

Dan yang lebih mengerikan ketika memotong jalan, main belok semaunya tidak menghiraukan pengendara lain dibelakang yang melaju. Atau pengendara motor dari gang sempit yang main libas masuk ke jalan raya tanpa peduli pengendara lainnya.

Tak heran angka kecelakaan di jalan raya sangat tinggi. Semakin kekampung maka pengendara sepmot semakin mengerikan, mereka seperti ‘’valentine rossi’’ dijalan yang sempit dan berlubang.

4. Jam Karet

Bangsa ini masih belum sempurna menghargai waktu. Sering ketika ada acara peresmian atau semisalnya, hadirin sering dibuat lama menunggu karena Pejabat ‘’A’’ yang seharusnya menurut jadwal sudah datang, ternyata molor akibat kesibukan lain katanya. Sampai-sampai si penyelenggara harus puter otak agar hadirin tidak kecewa, diisi dengan goyangan artis, atau tarian daerah. Cerdik kali.

5. Main Serobot Tidak Mau Antri

Di SPBU, di tempat pembelian tiket, pembagian beras raskin, dsb banyak terjadi Jumper – jumper handal. Datang belakangan tetapi ingin cepat dapat duluan. Akhirnya terjadilah rusuh gara – gara ulah Mr. Jumper tadi.

6. Trotoar Sebagai Tempat Jualan

Jualan tidaklah salah, itu adalah salah satu jalan halal guna mencari nafkah buat keluarga, tetapi jika jualan ditempat yang salah dan bukan haknya, apalagi jualan di trotoar yang merupakan hak bagi pejalan kaki, maka itu dholim.

7. Sungai, Got atau Saluran Air Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Sungai, got dan sampah sampai kini menjadi dilemma Warga dan Pemerintah. Barangkali ini karena belum terbangunnya persepsi yang baik terutama dikalangan warga bantaran sungai. Mindset kita tentang sungai masih kuno dan salah kaprah, yaitu menganggap sungai adalah bagian dari comberan rumah kita.

Kita lihat tata kota dibanyak tempat, deretan rumah warga bantaran sungai posisi rumahnya kompak membelakangi sungai, dan pintu depan menghadap jalan. Ini artinya sungai bukanlah penting, tetapi comberan besar plus tempat sampah. Akibatnya sungai menjadi mati dan meluap jika musim hujan.

Beda jika kita lihat konsep di Negara Maju seperti Eropa dan Jepang. Sungai dihargai dan diperlakukan sebagai berkah, sehingga tata kota mereka, rumah – rumah warga kompak menghadap sungai, dan ditepi sungai di bangun jalan aspal.

Maka peran Pemerintah sangat penting untuk memberi penerangan,  dan menyusun konsep tata kota yang ramah sungai, disertai tindakan tegas atas Warga yang melanggar.

8. Maraknya Tempat Parkir Liar

Miris memang sering kita lihat di tv, dikota-kota besar yang konon Masyarakatnya lebih terdidik, kenyataanya tidak menjamin Mereka menjadi tertib diri. Masih banyak kita saksikan dari sepmot sampai mobil paling mewah parkir di sembarang tempat, sehingga mengganggu pemandangan dan kenyamanan Warga. Sampai – sampai Petugas Kamtib bingung harus dengan cara apa…?

Berbagai cara sudah dicoba tetapi selalu gagal maning, dari ;  kempis ban, gembok ban,  sampai yang paling ekstrim yaitu copot ban, tetapi tetap saja mereka tidak jera. Agan punya solusi ?

9. Banyaknya Sms Penipu dan Penyedot Pulsa Termasuk Jualan Paket Data yang Menjebak

Penjahat cerdas memang lebih berbahaya daripada penjahat bebal. Maraknya sindikat sms penipu yang kemudian tertangkap (karena sepandai – pandai tupai melompat akhirnya jatuh jua), terungkap betapa penghasilan mereka sungguh fantastis. Dari sms “Mama saya dikantor polisi…” sampai “Selamat anda beruntung, anda mendapat hadiah mobil…’’ sempat menghebohkan warga karena banyak memakan korban Manusia lugu (Bangsa ini memang masih lugu dan mudah ditipu).

Kedepan nampaknya operator mesti lebih melindungi Pelanggannya dengan menyematkan piranti khusus pendetek sms yang tidak wajar dan saya yakin ini bisa. Agar layanan / jaringan tsb tidak dimanfaatkan oleh penjahat cerdas.

Tetapi operator sendiri tidak jarang demi keuntungan semata banyak menjual paket baik berupa panggilan, sms, maupun data dengan bahasa yang sangat menggiurkan, tetapi jika tidak hati-hati ( banyak bahasa berbintang ) membuat banyak pelanggan yang terjebak dan kecewa, karena pulsa utama tahu-tahu habis kesedot. Ini juga bisnis yang buruk.

Dan sampai hari ini operator-operator besar masih giat melakukannya. Insaflah ! anda besar juga karena Pelanggan, masa tega sama Pelanggan seeh..!!?.

kata Om Bill Gates, ‘’Perusahaan yang semata karena untuk uang, adalah Perusahaan yang jelek’’.

10. Maraknya Miras Oplosan dan Narkoba

Bangsa ini sedang dilemahkan dan dimusnahkan Jatidirinya dengan menggunakan dua racun yang sangat mengerikan, yakni ; Miras dan Narkoba. Agama mengharamkan miras dengan istilah Khamr. Khamr adalah semua yang memabukkan dan dapat menghilangkan akal sehat, jadi Miras dan narkoba adalah musuh peradaban dan kemajuan Bangsa.

Ingatlah sejarah perang boxer di China, dimana Inggris dengan mudah menjajah China, padahal sebelumnya China adalah Negeri yang kuat dan besar. Tetapi Inggris sebelum itu mencekoki  Pemuda-pemuda china dengan Kokain, dan ganja. Walhasil China pun lunglai dan menjadi Negeri Jajahan.

Maka waspadalah wahai Para Pemuda !!!, cara yang sama kini sedang dilancarkan di Negeri ini !!!. Tetapi aneh tapi nyata, Mereka para Mafia Khamr menemukan syurga di Negeri ini, Penjara mewah atau Bui Bodong, karena mental aparat, hakim, dan jaksa yang juga bodong. Dan berjuta anak Bangsa kini meregang nyawa menjadi tumbal, atau hidup sebagai pesakitan Narkoba.

11. Maraknya Tempat Mesum Ditempat Kos

Sebenarnya ini bukan berita baru tentang tempat kos yang disalah gunakan menjadi tempat transaksi bisnis paling purba didunia. Sejak dulu sejak zaman kuda gigit besi hingga sekarang di zaman kuda gigit HP (serba online).

Jualan mereka juga up todate dengan memanfaat kecanggihan ponsel, sehingga free location, dan tempat dimana saja dari hotel sampai tempat kos. Pelakunya pun nggak jauh beda dari dulu dan sekarang. Dari artis yang kurang laris, hingga yang terlaris –  sampai Pelajar yang kurang ajar.

Hidup memang mahal tetapi lebih mahal adalah gaya hidup. Cara pandang yang materialis, ingin selalu modis  dengan gadget branded, akhirnya cara apapun ditempuh,  ‘’Halal – Haram – Hantam’’ (H3).

Miras, narkoba, dan semua Pekat (Penyakit Masyarakat) mengintai kita, dari anak SD – sampai Kakek. Nyok!  Pak RT dan seluruh warga, kita galakkan ronda, tuh tempat kos, hotel, Pub, discotek, dsj,  diplototin ya….

Sekian dan terima kasih buat agan semua yang telah sudi membaca tulisan ini, yang agak morat-marit. Tidak bermaksud menggurui, tetapi mudah-mudahan ada manfaatnya, walau sedikit. Dan mudah2 an memberi semangat untuk menjadi Pribadi yang lebih berkarakter.

Baca juga: Alasan Mengapa Investasi di Indonesia

Advertisement
11 Budaya Buruk di Sekitar Kita | porosbumi | 4.5