Jago Berhitung? Ayo Uji Dulu Dengan Bermain Congklak !

Saturday, February 20th, 2016 - Budaya

Congklak, begitu orang Jawa Barat menyebutnya. Sebuah permainan tradisional yang memang sudah akrab di telinga kita sebagai bangsa Indonesia. Orang Jawa mengenal permainan ini dengan sebutan “dakon”, orang Sulawesi menyebutnya dengan “makaotan” atau “maggaleceng”, bahkan permainan ini tersebar hingga ke negara lain seperti Thailand atau Filiphina. Orang Thailand mengenalnya sebagai “Tungkayon” sedangkan orang Filiphina mengenalnya sebagai “Sungka”. Lalu, darimanakah permainan ini sebenarnya berasal?

Ada beberapa versi mengenai asal-mula permainan congklak ini. Ada ahli yang menyebutkan bahwa permainan ini berasal dari daerah Timur Tengah atau lebih tepatnya berasal dari Arab. Hal tersebut dikarenakan permainan conglak ini sudah sejak lama ditemukan di daerah Arab dengan nama “Mancala” yang berasal dari bahasa Arab “Naqala” yang berarti bergerak. Namun, ada pula ahli yang menyebutkan bahwa permainan ini berasal dari daerah Afrika, karena ditemukan pula permainan congklak di daerah tersebut dengan sebutan “Wari”, yang berasal dari kata “Awari”. Bahkan ada salah satu fakta yang menakjubkan dari para arkeolog, permainan congklak ini berasal dari kebudayaan sangat kuno dan merupakan salah satu permainan tertua yang dimainkan oleh manusia modern. Simpulan ini didapatkan berdasarkan penggalian para arkeolog dari National Geographic di wilayah Yordania. Mereka berhasil menemukan lempengan yang terbuat dari batu kapur dengan bentuk memanjang dan memiliki beberapa cengkungan  berderet paralel. Para ahli kemudian menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah sebuah papan permainan tradisional congklak yang berasal dari sekitar 7000-5000 sebelum Masehi. Sehingga, pendapat yang menyatakan bahwa permainan ini berasal dari Indonesia adalah tidak benar.

Permainan ini kemungkinan mulai masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya para pedagang dari negara lain ke Indonesia. Pertukaran budaya antara para pedagang  dengan penduduk pribumi tidak hanya terjadi di bidang perdagangan saja, melainkan pada bidang kebudayaan, bahasa, ilmu pengetahuan dan banyak bidang lainnya. Pertukaran inilah yang memungkinkan permainan congklak masuk dan dikenal oleh bangsa Indonesia.

cara bermain congklak yang benar

dailybiee.wordpress.com

Permainan ini hanya dapat dimainkan oleh dua orang saja. Dalam permainan ini, kita menggunakan sebuah papan yang dinamakan papan congklak dan biji congklak berjumlah 98 buah (14×7). Papan ini biasanya terbuat dari kayu atau plastik sedangkan bijinya dapat terbuat dari biji-bijian atau plastik. Pada papan conglak terdapat 14 lubang kecil dan 2 lubang besar. Setiap sisi akan memiliki 7 buah lubang kecil dan di sisi kanan pemain akan terdapat 1 buah lubang besar yang disebut dengan cangkang atau tempat penyimpanan biji si pemain.

Advertisement

Permainan ini diawali dengan mengisi masing-masing 7 lubang kecil tersebut dengan menggunakan 7 buah biji congklak. Dua orang pemain menentukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Salah satu dari mereka akan memulai dengan memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu demi satu biji ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya. Apabila biji tersebut habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, maka dia dapat mengambil biji di lubang tersebut dan melanjutkan mengisi. Jika biji tersebut habis di lubang besar miliknya, maka dia dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil disisinya. Kemudian apabila biji yang dimainkan habis pada lubang kecil kosong di sisi kepunyaannya, maka dia bisa berhenti dan mengambil seluruh biji yang ada di sisi berhadapan. Namun, jikalau biji tersebut habis di lubang kosong di sisi lawan maka ia harus berhenti dan tidak mendapatkan apapun. Demikian permainan ini dilakukan secara berulang-ulang. Permainan dianggap selesai jika sudah tidak ada lagi biji yang dapat diambil. Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang mampu mengumpulkan biji paling banyak di cangkangnya.

Baca Juga:

18 Jenis Permainan Tradisional Indonesia yang Pernah Populer di Jamannya

5 Macam Permainan Anak Tradisional Indonesia yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Permainan ini sebenarnya dapat digunakan untuk mengasah daya berpikir dan nalar anak. Melalui permainan tradisional ini, kemampuan berhitung anak berkembang dengan sendirinya karena mereka bersaing untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin. Mereka harus memiliki strategi untuk memaksimalkan peluang yang ada agar mereka dapat merebut biji dari sisi lawan. Secara tidak langsung, permainan ini sering dianggap dapat melatih jiwa berdagang anak karena berkaitan dengan kemampuan anak untuk menentukan untung rugi ketika memilih biji yang akan dia jalankan.

Permainan seperti ini tidak ada salahnya jika di ajarkan untuk anak usia TK atau SD. Kita dapat mengajarkan berhitung dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, kita juga dapat menumbuhkan jiwa berdagang yang ada di dalam diri anak dengan mengenalkan untung dan rugi sedari dini. Ingin lebih jago berhitung dan berdagang? Yuk, bermain congklak !

Advertisement
Jago Berhitung? Ayo Uji Dulu Dengan Bermain Congklak ! | porosbumi | 4.5