Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

Wednesday, June 29th, 2016 - Islami

 

Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

niletorockiescuisine.com

Lailatul qadar terdiri dari dua kata yaitu Lail yang artinya ‘’malam’’, dan qadar yang artinya ‘’kadar’’,’’takaran’’ atau ‘’penetapan’’ seperti yang dijelaskan dalam Quran surah Ad Dukhon ayat 3-5 ;

  • Sesungguhnya Kami (Alloh) menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
  • Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
  • (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus Rasul-rasul.

إنا أنزلناه في ليلة القدر (1)

وما أدراك ما ليلة القدر (2)

ليلة القدر خير من ألف شهر (3)

تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر (4)

سلام هي حتى مطلع الفجر   (5)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam qodar (kemuliaan).
  • Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
  • Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan.
  • Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
  • Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS.Alqodr 1-5).

Adapun  malam tersebut dikatakan sebagai malam kemuliaan adalah karena dipilihnya sebagai malam penetapan atau malam peresmian turunnya Wahyu perdana oleh Alloh swt dengan mengutus  Malaikat Jibril sebagai duta khusus Pembawa Wahyu, juga Malaikat-malaikat yang lain untuk ikut berduyun-duyun turun kebumi. Sehingga dapat dikatakan Lailatul qodar sebagai malam yang penuh kemulian menjadi relevan karena sebab diatas.

Kelipatan 29.500 Kali

Sungguh Romadhon bulan keberkahan dan keagungan, dan salah satu puncak keagungannya yaitu dengan diturunkannya 1 malam yang sangat istimewa yakni malam lailatul qodar. Menurut ayat diatas AlQuranul karim sebagai Mukjizat paling agung Rosululloh saw turun pada malam Lailatul qodar. Lantas di jabarkan kemuliaan 1 malam itu setara dengan 1000 bulan atau 1 : 30 hr x 1000 bln, atau 1 malam : 83.3 tahun.

Di Kabarkan bahwa, Barang siapa yang beruntung menemui Lailatul qodar, maka apabila ia menunaikan ibadah pada malam itu, ia akan mendapat doorprize berupa pahala (Kemuliaan) 29.500 kali, atau laksana Ibadah yang dilakukan secara terus-menerus selama 83.3 tahun. Bukan main !!! untuk itu mari kita berlomba-lomba untuk mendapat door prize tsb dengan berburu pada tiap malam selama bulan Romadhon dan ini yang afdhol.

Apalagi bagi kita yang muda-muda, kan belum ada jaminan kalau umur kita akan sampai 83 tahun, karena umur adalah rahasia Alloh. Jadi 1 kali kita mendapat pahala Lailatul qodar semoga dapat mengkatrol amal ibadah kita, sekalipun Alloh swt menetapkan usia kita hanya sampai usia Nabi saw yaitu 63 tahun, atau bahkan kurang dari itu. Bukankah  Rosululloh saw juga tidak mencapai usia 83 tahun ?

Tetapi jangan diartikan bahwa setelah mendapat pahala Lailatul qodar lantas kita pensiun ibadah karena sudah seperti 83 tahun Ibadah, bukan itu…ibadah tetap sebagaimana biasa sesuai yang di syariatkan oleh Islam. Perkara bonus itu kemurahan Alloh semata khusus buat umat Muhammad saw. Sehingga kelak umat Muhammad akan memasuki syurga lebih dahulu dari umat-umat terdahulu.

Advertisement

Waktu Turunnya Lailatul Qadar

Turunnya Lailatul qodar sungguh menjadi rahasia Alloh agar setiap Mukmin berlomba-lomba ditiap malam Romadhon giat beribadah malam, seperti ; sholat Tarowih, baca AlQuran, dll yang bernilai Ibadah. Para Ulama berbeda pendapat tentang kapan persisnya Lailatul qodar turun kebumi, akan tetapi beberapa riwayat yang kuat mengindikasikan, bahwa malam kemulaiaan itu turun pada fase 10 hari terakhir bulan Romadhon sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan Abdulloh bin Umar, Nabi saw bersabda ;

‘’ Barang siapa yang ingin menjumpai malam Lailatul qodar, hendaklah ia mencarinya pada malam 27 Romadhon’’. (HR. Ahmad).

Dalam Riwayat lain di kabarkan ; ‘’Rosululloh saw sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir bulan Romadhon, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lain’’. (HR. Muslim).

Ummul Mukminin Aisyar Ra berkata, Rosululloh saw ber I’tikaf di 10 hari terakhir bulan Romadhon, dan Beliau bersabda ; ‘’ Carilah malam Lailatul qodar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon’’. (HR.Bukhori-Muslim).

Dan sudah menjadi pendapat yang kuat dikalangan Ulama, bahwa turunnya Lailatul qodar itu pada 10 hari terakhir bulan Romadhon terutama pada malam – malam ganjil yaitu malam ke ; 21,23,25, & 27. Tetapi berhubung sering terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan awal Romadhon, maka menjadi sulit untuk menentukan malam ganjilnya secara pasti. Maka yang lebih utama dengan berburu pada tiap malam Romadhon, minimal pada 10 hari terakhir dengan peningkatan Ibadah sesuai contoh Nabi saw.

Kemudian adakah doa atau ucapan yang diajarkan Nabi saw jika kita menemui Lailatul qodar ? maka jawabnya ada, dan InsyaAlloh segala doa yang baik akan cepat di naikan ke langit dan dikabulkan oleh Alloh swt , karena pada saat itu malam yang dipenuhi oleh Para Malaikat yang Mulia yang akan dengan cepat mencatat serta ikut meng’’amin’’kan segala doa dan hajat kita. Inilah yang diajarkan Nabi sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah istri Baginda Rosululloh saw.

Dari Aisyah Ra, ia berkata, saya bertanya ; ‘’ Wahai Rosululloh, bagaimana saya jika dapat mengetahui malam qodar itu ? apakah yang sebaiknya kita ucapkan pada malam itu ? jawab Nabi saw menjawab, ucapkanlah olehmu ;

‘’Allohumma innaka ‘afuwun, tukhibbul ‘afwa fa’ fu ‘annie, yaa Kariem’’.   Artinya ;

Ya Alloh sesungguhnya Engkau maha memaafkan, dan suka memaafkan (kesalahan), maka maafkan saya, wahai yang maha mulia. (Muttafaqu alaih).

Tanda –Tanda Turunnya Lailatul Qodar

Ada 4 tanda yang dapat dijadikan hipotesis argumentative tentang turunnya malam qodar, sbb ;

  1. Dari Abi bin Kaab, Rosululloh saw bersabda, subuh hari dari malam qodar matahari akan terbit tanpa sinar, seolah mirip bejana (wadah/piring), hingga matahari itu naik. (HR. Muslim)
  1. Keesokan harinya matahari nampak cerah namun teduh / redup. Ada Ulama yang berpendapat hal ini lantaran karena sinar matahari terhalang oleh para Malaikat yang sedang naik kembali ke langit, sedangkan zhohir para Malaikat itu jauh lebih terang dari Matahari, sehingga kala itu Matahari nampak redup, bagai lampu senter disiang hari, nampak redup karena adanya matahari.
  1. Malam lailatul qodar, disaat itu udara tidak dingin, tidak pula gerah, langit cerah tidak berawan, dan tidak ada badai, hujan, apalagi guruh, bahkan suara binatang malam seperti jangkerik pun senyap. Hawa udara saat itu benar-benar terasa nyaman dan perasaan menjadi sangat tentram karena curahan rahmat yang berlimpahan kepada semua Makhluk.
  1. Malaikat akan mencurahkan rahmat dan sakinah (ketenangan) dihati kaum Mukminin, sehingga dapat merasakan bisikan ketenangan dalam kalbu yang mendatangkan kelezatan beribadah dibanding  hari-hari lainnya.

Wallohu a’lam bisshowab. Semoga dapat mencerahkan dan menguatkan iman kita akan berita Quran tentang malam qodar yang patut kita buru dengan amalan dan ibadah.

Advertisement
Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan | porosbumi | 4.5