Contoh Dan Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Dengan Mudah

Thursday, March 10th, 2016 - budidaya
media-tanam-hidroponik-cabe

totoharyanto.com

Setiap tanaman yang tumbuh pasti memerlukan media. Media tanam adalah salah satu hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan baik-baik saat Anda memutuskan untuk menanam ataupun berkebun. Pasalnya, media tanam adalah media tumbuh tanaman yang disana terdapat sebagian unsur-unsur hara. Unsur-unsur hara tentu dapat membuat tanaman hidroponik tumbuh dengan baik. Maka dari itu, Anda harus mempersiapkan media tanam sebaik mungkin agar tanaman dapat menyerap unsur-unsur hara yang ada disana melalui perakaran untuk proses fisiologis tanaman tersebut.
Pada dasarnya, media tanam dibagi menjadi dua, yakni organik media dan non organik media. Organik media ini contohnya seperti media tanam yang terbuat dari serbuk gergaji, akar pakis, gambut, arang sekam, sabut kelapa, vermikulit dan masih banyak lagi. Kelebihan dari media tanam ini adalah kemampuan penyimpanan airnya yang tinggi, nutrisinya pun juga tinggi, aerasi optimal, dan alam pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat. Kmampuan menyangga PH tinggi membuat organik media sangat baik untuk perkembangan perakaran dan lebih ringan.
Di samping kelebihan-kelebihan dari organik media yang telah disebutkan tadi, organik media pun juga punya kelemahan, yaitu rentan sekali terkena serangan jamur, virus, maupun bakteri penyebab penyakit tanaman karena tingkat kelembabannya yang cukup tinggi. Kesterilan organik media juga suilt dijamin dan Anda hanya dapat menggunakannya beberapa kali karena organik media tidaklah permanen. Biasanya organik media digunakan pada sistem drip.
Selain organik media, ada pula yang namanya media non organik. Media non organik ini dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama tidak seperti media organik yang hanya dapat dipakai dalam jangka waktu sebentar, Media non organik juga lebih steril dan tidak rentan dengan serangan jamur, virus maupun bakteri karena media initidak terlalu lembap. Aerasi yang optimal dapat pula tanaman dapatkan dengan media non organik. Namun sayangnya, Mikoriza tidak dapat berkembang dengan baik melalui media tanam ini. Media non organik juga cenderung berat karena biasanya berupa bebatuan sehingga tentu tidak baik bagi perkembangan sistem perakaran. Perlit, clay granular, gravel, batu bata, batu karang, batu apung, rockwool, sand, dan lain sebagainya.
Nah untuk media tanam hidroponik, usahakan buatlah yang seringan mungkin dan punya porositas yang baik. Biasanya banyak yang menggunakan media arang sekam karena selain ringan dan punya porositas yang baik, harga arang sekam relatif murah dan mudah didapat. Hanya saja media arang sekam tidak dapat dipakai berulang-ulang kali karena hanya bisa digunakan sebanyak dua kali saja. Tanaman-tanaman yang umumnya menggunakan media arang sekam, antara lain paprika, tomat, dan mentimun. Meski begitu, Anda pun juga bisa menggunakan media ini untuk menanam sayuran, hanya saja tidak lazim digunakan oleh kebanyakan orang.

Advertisement
media-tanaman-hidroponik

ayo-berkebun.blogspot.com

Untuk membuat media tanam dari arang sekam, membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:
1. Sekam padi sebanyak 5 karung
2. Oli bekas 1,5 liter
3. Tungku
4. Tong besar beserta penutupnya
5. Ayakan ukuran besar
6. Karung basah
7. Korek api
Proses pembuatannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan disangrai atau dibuat arang. Pembuatan media tanam arang sekam dengan cara disangrai diawali dengan menaruh seng terlebih dahulu di atas tungku. Sekam yang sudah kita persiapakan, digoreng tanpa menggunakan minyak (disangrai). Aduklah sekam tersebut sampai semuanya gosong, lalu angkat dan siram. Dengan cara ini, kita dapat menghasilkan arang sekitar 30-40 % dari sekam yang disangrai. Dengan demikian, misalnya kita memiliki 100 kg sekam, maka akan dihasilkan 30-40 kg arang sekam. Kelebihan teknik sangrai ini adalah arang sekam ini tidak berbau.

Baca juga:

Jenis-jenis Tanaman Hidroponik yang Mudah Dibudidayakan

Tips dan Trik Agar Sukses Budidaya Tanaman Hidroponik di Era Modern

Apabila dengan cara dibuat arang, maka kita harus mempersiapkan tong beserta penutupnya terlebih dahulu. Kemudian sekam dimasukkan ke dalam tong sekitar 20 cm dan diberi oli. Sekam yang telah diberi oli akan dibakar kemudian kita tunggu hingga asapnya berkurang. Tambahkanlah sekam sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Selama penambahan, asap akan bertambah besar, kemudian berkurang lagi. Pada saat asap berkurang, masukkanlah sekam tersebut. Apabila tong telah penuh, maka tutuplah tong tersebut dengan menggunakan karung basah, kemudian tutuplah atasnya kembali hingga rapat. Biarkanlah hingga menjadi dingin. Selanjutnya ayaklah hasil arang sekam tersebut supaya terpisah dari abunya. Proses mengayak tersebut memakan waktu yang cukup lama tapi cara ini masih reltif praktis daripada cara lainnya. Nantinya hasil arang sekam yang diperoleh kira-kira 30-40% dari sekam yang dibakar.
Di pasaran telah tersedia arang sekam. Untuk satu pot atau polibag yang berukurang diameter 25-30 cm, diperlukan arang sekam sebanyak 1,5 kantong. Jika Anda ingin berhemat, buatlah arang sekam sendiri karen harga arang sekam di pasaran cukup mahal. Selamat mencoba !

 

Advertisement
Contoh Dan Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Dengan Mudah | porosbumi | 4.5