Teknik Budidaya Burung Walet

Thursday, April 14th, 2016 - budidaya
Teknik Budidaya Burung Walet

beritadaerah.co.id

Usaha ini memang tergolong paling unik dibanding usaha lainnya, karena disana ada faktor keberuntungan yang signifikan, disamping modal yang besar. Adakalanya orang sudah  bersusah payah membangun rumah burung walet dengan modal yang besar, akan tetapi keberuntungan belum jua menghampiri, sang walet masih enggan datang dengan segera.  Walau akhirnya dengan segala cara ujung – unjungnya berhasil juga, tetapi sangat menyedot kesabaran.

Sementara itu,  ada yang tidak tahu – menahu,  tanpa rencana, membangun rumah ala kadarnya sebagai tempat bernaung keluarga, tiba – tiba walet datang menempati rumah tersebut dan akhirnya menjadi pembawa rejeki yang besar bagi keluarga,  serta  menyulapnya menjadi OKB (orang kaya baru) dilingkungannya. Jika anda yakin punya keberuntungan,  silahkan coba usaha ini !. Karena hemat saya, yakin adalah setengah dari pada keberhasilan.

Keunikan lainnya, jika berternak unggas lain berharap daging, bulu, atau telornya tapi yang ini berharap liurnya. Sungguh unik bukan ? karena sesungguhnya sarang walet yang sangat mahal itu sejatinya adalah liur burung walet yang mengeras oleh udara, sebagai tempat alami burung walet untuk berkembang biak, dari bertelur – mengerami – merawat cici (anakan burung) – sampai masa  belajar terbang. Dan liur itu adalah hasil ekstraksi dari semua jenis serangga yang ia makan dari ; nyamuk, agas, lembing, Laron, wereng, kumbang, lebah  dll., lalu diolah didalam perut burung walet menjadi liur, lalu diludahkan melalui paruhnya dibentuk secara naluri menjadi tempat yang layak untuk ditinggali. Kalau dipikir – pikir gimana gitu ya…ternyata liur. Kuasa Alloh lagi ujung – ujungnya. Bagaimana dengan liur kita ?, dijamin gak laku deh..!

Chef direstoran kelas atas yang katanya paling handal sekalipun nggak bakalan mampu mengolah dari bahan – bahan diatas menjadi hidangan premium yang lezat, dan nggak bakalan  ada yang sudi memakannya. Tetapi burung walet atas kuasa Alloh mampu mengolah bahan – bahan tadi seperti nyamuk dsb menjadi bahan makanan yang sangat mahal. Semangkuk sup sarang burung walet asli   konon seharga 3-7 juta rupiah. Bukan hanya itu sarang burung walet merupakan bahan  serba guna untuk bahan utama, maupun campuran. Seperti ;  sebagai bahan utama agar- agar premium.  Campuran untuk ; kosmetik, kapsul obat, untuk salut selaput obat tablet, cat dll. Yang pasti jika bahan utama atau campurannya dari sarang burung walet, maka produknya dipastikan berkelas premium.

 

Primadona Kalbar Dulu Dan Kini

Sejak lama berternak burung walet menjadi primadona Kalimantan Barat. Terutama di daerah pesisir yang masih banyak hutan bakaunya, serta jauh dari pencemaran kota. Pesisir dekat hutan bakau memang tempat yang paling ideal untuk area berternak burung walet, karena disini makanan alami burung walet tersedia dengan melimpah, seperti agas, nyamuk, lembing, wereng, dan serangga terbang lainnya yang menjadi makanan utama burung walet. Untuk itu kelestarian hutan bakau menjadi sangat urgen bagi kelangsungan spesies ini.

Di Kalimantan barat, daerah yang menjadi salah satu sentra utama Peternakan burung walet adalah di Padang tikar – Kubu rayaPontianak. Waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan mengunakan speedboat,  dari Pelabuhan  Rasau jaya. Kebetulan Penulis pernah tinggal disana selama ± 3 bulan,  jadi sedikit tahu gambaran Pulau tersebut, sebagai penghasil kopra  yang besar untuk  level kalbar, dan hasil laut seperti ;  ikan, udang wangkang, udang rebon /ebi  untuk Belacan / terasi, dan  encaluk, serta macam – macam jenis molusca laut seperti : Unam, Kepah, kerang dll. Dan yang paling menonjol adalah Kota Sarang Burung Walet, karena disini di sepanjang pesisir hingga masuk jauh kedalam kampung berderet dengan megah dan menjulang gedung-gedung  walet.

Daerah ini sangat mendukung untuk usaha rumah burung walet karena hutan bakaunya masih sangat luas dan terjaga, juga udaranya masih bersih dengan suasana Pedesaan yang sunyi. Salah satu kendala didaerah terpencil adalah Listrik yang belum 24 jam menyala. Sedangkan sinyal untuk Indosat dan telkomsel lumayan baik dan merata di tempat pemukiman warga. Sarana jalan juga sudah lumayan baik, yaitu aspal dan rabat beton, hanya kurang lebar, sehingga kendaraan roda empat ketika berpapasan harus ekstra pelan.

 

Walet Melawi

Akan tetapi baru- baru ini usaha sarang burung walet juga mulai dilirik oleh tempat lain yang jauh dari pantai, sebut saja di Nangapinoh – Melawi, nampaknya usaha ini telah menunjukkan prospek yang cerah. Karena ada beberapa usaha rumah walet yang sudah sukses panen, walau katanya harga per kilo nya jauh menurun, akan tetapi masih dapat menutup biaya investasi, dan dikategorikan masih sangat menguntungkan. Hanya perkara modal awal yang besar itulah kendalanya, sehingga hanya segelintir orang yang mampu membuat rumah walet.

Rumah walet itu ada yang dibangun   di tepi sungai,  bahkan ada yang dibangun ditepi jalan raya ditengah keramaian warga dan lalu lalang kendaraan. Dan nampaknya Pemerintah harus tanggap dan jeli dengan kondisi tersebut, yaitu dengan menerbitkan Perda tentang tata tertib Pembangunan Rumah burung walet dengan segera, atau jika sudah ada harus segera ditegakkan, sebelum nantinya terlanjur dibangun dan makin pelik. Walau bagaimanapun usaha tersebut tetap  harus  memperhatikan sisi yang lain yakni, tata kota, kemasyarakatan, keamanan, ketentramanan dsb, karena bunyi dari tweeter pemanggil burung walet juga cukup bising terutama bagi warga didekatnya, apalagi seandainya dekat dengan Masjid sebagai tempat ibadah tentu sangat menganggu kekhusyuan para jamaah yang sedang sholat.

 

Profil Walet Si Pembawa Hoki

Walet adalah jenis burung  kelayang  yang hidupnya  berkoloni (bergerombol), besaran dari koloninya tergantung dari luas tempat tinggalnya. Sebagian besar aktivitas hidupnya  diudara dari makan, sampai kawinpun diudara. Walet adalah jenis burung yang hanya bisa makan diudara dengan cara menyambar langsung, bukan dengan mematuk seperti burung pemakan biji. Jadi selamanya mustahil walet bisa diberi pakan seperti burung tekukur atau merpati. Pengusaha walet praktis hanya membuatkan rumah walet saja, dan sang walet membayar jasa dengan liurnya. Mereka cari makan sendiri diudara dengan terbang terus menerus hingga hari senja baru pulang ke sarang atau ke Rumah walet.

Bedanya Walet Dan Sriti

Ada 2 jenis burung kelayang  yakni Walet dan Sriti. Ciri fisik keduanya nyaris sama, baik ukuran, suara, maupun warna bulu, yakni biru kehitaman. Yang membedakan dari keduanya adalah ekor walet berbentuk huruf ‘’V’’ dan gaya terbang. Walet terbang dengan terus menerus mengepakkan sayap dengan cepat, sedangkan sriti lebih sering melayang dengan membentangkan sayap tanpa mengepakkannya. Sriti tidak membuat sarang dengan liurnya, tetapi sarang sriti terbuat dari tanah liat yang kekuningan. Diperkotaan sriti senang bermalam dengan berjejer diatas kabel. Oleh karena itu walet bernilai ekonomi sedangkan sriti tidak.

 

Penjelajah Yang Selalu Ingat Pulang

Mereka walet bisa memutuskan untuk tinggal disuatu tempat, atau hijrah mencari tempat baru yang lebih sesuai dengan fitrah mereka. Sebagaimana orang yang menyewa hotel bisa memutuskan tempat mana yang nyaman serta ideal, maka begitulah walet. Tetapi satu hal penting, sifat walet akan menetap disatu tempat dimana ia menetas atau tumbuh besar, maka disitu lah biasanya akan selamanya ditempati turun temurun. Bahkan kebisingan kota dan polusi udara tidak mempengaruhinya.

Advertisement

Sebenaranya kurang tepat jika dikatakan usaha ini sebagai peternakan, karena tidak terpenuhinya syarat sebagaimana lazimnya orang berternak. Mungkin lebih tepat ialah usaha rumah walet atau sarang walet, karena burung-burung tersebut tetap sebagaimana biasa hidup liar dengan terbang bebas dialam , mencari makan sendiri dengan terbang melawat  menjelajah diatas lautan lepas, diatas belantara, persawahan, perkebunan, atau dimanapun yang terdapat koloni serangga terbang. Tetapi kita pinjam istilah tersebut biar nggak sulit ngomongnya, guys…Biar salah,  asal kaprah…!

Oleh karena senantiasa terbang seharian seumur hidupnya, maka kakinya menjadi sangat kecil, pendek, dan lemah, tidak seperti burung lainya. Konon saking lemahnya kaki mereka, sehingga bila terlanjur jatuh ke lantai, maka tidak akan dapat terbang lagi dikarenakan kakinya tidak cukup panjang dan tidak mampu untuk menopang dan berdiri untuk mengambil moment kepakan sayap, atau untuk melompat sebagai awalan terbang sebagaimana burung lainnya. Namun sungguhpun demikian mereka memiliki cakar yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya.  Dialam mereka tidur didinding gua dengan mencengkeram celah – celah dinding batu, atau ketika  sedang membuat sarang.

Burung ini juga tidak terpengaruh oleh aroma tubuh seseorang yang memasuki rumah walet, meskipun sebaiknya tidak memakai parfum atau deodorant ketika memasuki rumah walet. Bahkan tidak takut, alias cuek ketika ada orang yang masuk untuk mengunduh sarang mereka, malah rasanya mereka yang sedang  lawatan diruangan, seakan – akan hendak menabrak kita dengan kecepatan  bagai anak panah yang terlepas dari busur, setelah dekat baru menghindar keatas atau kesamping kita dengan sangat gesit. Meskipun begitu tentu tidak sembarang orang boleh masuk. Atau masuk untuk keperluan saja, atau dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan saja.

 

Jenis Sarang Burung Walet

Jenis Sarang Burung Walet

yermiariezky.wordpress.comBurun

Secara ilmiah ada 4 jenis  burung walet non sriti yang sarangnya untuk konsumsi,  yakni ;

  1. Collocalia fuchiphaga. Yaitu jenis walet sarang putih.
  2. Collocalia maxima. Yaitu jenis walet sarang
  3. Collocalia esculanta.
  4. Collocalia vanikorensis.

Diantara keempat jenis tsb walet sarang putih adalah yang paling mahal, karena seluruh sarangnya murni dari air liur burung walet. Mungkin lebih tepatnya jenis sarang tadi adalah kriteria.

Indonesia sangat cocok  untuk budidaya walet karena mempunyai curah hujan dan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan walet dan dapat menunjang terjadinya daur kehidupan terus menerus sepanjang tahun.

Pemeliharaan Burung Walet

Ini dilakukan tentu setelah anda berhasil memanggil burung walet untuk menetap digedung atau rumah walet yang anda bangun. Lalu setelah mereka betah  dan terjadi daur kehidupan sebagaimana lazimnya. Mereka akan berkembang biak dengan bertelur, maka sejak itu sang peternak harus mengambil langkah, atau cara agar populasi burung walet berkembang biak dengan baik, seperti halnya yang dilakukan oleh seseorang jika berternak unggas. Atau bisa juga anda membeli telur – telur burung walet, jika ditempat anda ada supplier telur burung walet. Karena seperti yang saya kemukakan diatas, bahwa walet akan menetap dimana ia menetas atau tumbuh besar,  sekalipun mereka melawat ketempat yang sangat jauh  mereka akan kembali pulang. Dan ini tentu sebuah keuntungan besar.

Tingkah Laku Walet Yang Perlu Dicatat :

  1. Membuat sarang pada malam hari.
  2. Walet selalu pulang, walau pergi ketempat yang amat
  3. Mencari pakan dipagi hari, yaitu bersamaan dengan kemunculan matahari.
  4. Walet memiliki musim kawin, dimana mereka akan mencari pasangan masing -masing.

 

Pemilihan Bibit Burung Walet

Cara memilih bibit walet yang baik. Telur yang baik untuk digunakan sebagai bibit mempunyai ciri-ciri : cangkang telur tidak tergores atau retak. Jika diteropong, tampak pembuluh darah yang berkesinambungan. Telur yang telah berusia 10-13 hari berwarna putih ke abu-abuan dengan janin tampak bergerak-gerak. Kualitas telur sangat mempengaruhi daya tetas, cangkang yang rusak menyebabkan mikroba dapat masuk dan merusak sel telur sehingga telur menjadi busuk. Telur yang memenuhi kriteria untuk menetas berbentuk bulat panjang  dengan ukuran 1.4 – 2 cm.

Selama 2-3 hari setelah menetas, anak walet masih perlu pemanasan tambahan yang stabil dan intensif, sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas.  Cici / anak walet termasuk burung yang memerlukan perawatan inten. Umur 43 hari cici sudah mulai dapat terbang terbatas. Yaitu mencoba melawat ke alam bebas lalu masuk lagi kekandang untuk rehat, demikian bolak-balik. Sampai benar- benar dewasa dan menjadi maestro terbang.

Rumah Walet

Mengingat bahwa kondisi habitat asli burung walet hidup di gua-gua, maka rumah walet harus dirancang agar kondisi lingkungannya sesuai dengan habitat aslinya. Ini dimaksudkan agar walet betah, dan tidak stress. Suhu yang ideal untuk rumah walet berkisar antara 28-29 Co dengan  kelembaban nisbi berkisar  antara 89-90 %. Agar kondisi tadi tetap terjaga, maka  didalam ruangan rumah walet harus disiapkan :

  • Kolam atau saluran air.
  • Lapisi plafon dengan sekam / dedak setebal 20 cm. dan dindingnya dilapisi dengan styrofoam/ gabus.
  • Menutup pintu atau jendela, serta lubang yang tidak dipakai.
  • Pada pintu keluar masuk (rumah monyet) diberi penangkal sinar matahari dengan cat warna hitam.

 

Pakan Burung Walet

Setiap hari di udara walet dapat memakan pakan sekitar 500 jenis serangga yang berbeda, dari nyamuk, Laron, kumbang, lebah dan semua serangga jenis hama tanaman. Serangga ini melimpah dimusim hujan dan langka dimusim kemarau. Namun apabila lingkungan sekitar masih terjaga dan lestari hutan, hutan bakau, sungai, danau, laut maka prospek kedepan tetap cerah dan tidak terpengaruh oleh musim secara signifikan. Kandungan gizi yang disenangi walet antara lain ;

  • Protein 55 – 60 %.
  • Kalsium 0.15 – 0.25 %
  • Fosfor 0.4 – 0.6%
  • Lemak 14%
  • Serat kasar 5 – 8 %
  • Energy 4.100 kkal.

Pengembangbiakan

Walet memiliki musim kawin dan mereka akan menentukan pasangan masing-masing secara alami, tanpa campur tangan peternak. Namun walet walet yang telah menetap dan bertelur dalam rumah walet sebaiknya kita ambil telur-telur nya dan ditetaskan dengan menggunakan 3 cara ;

  1. Menitipkan pada sriti yang sedang mengeram.
  2. Telur ditempatkan pada sarang buatan.
  3. mesin penetas agar lebih intensif dan cepat. Karena dengan mesin tetas kesetabilan suhu yang sesuai dengan kebutuhan telur lebih terjaga sehingga presentasi kegagalan telur menetas minimum.

Kemudian untuk menambah jumlah koloni didalam rumah walet yang kita buat , dilakukan dengan cara memasang alat pemanggil, yaitu alat audio berisi rekaman suara kicauan burung walet menggunakan speaker tweeter yang dinyaringkan dengan amplifier, ini dimaksudkan agar walet – walet yang lain terpancing datang dan menetap.

Perlu dicatat walet juga punya pemangsa yaitu, diudara; Burung elang, burung hantu, dan kelelawar. Sedangkan didarat adalah kucing dan tikus, terutama cici yang masih belum bisa terbang. Untuk itu rumah walet sebisa mungkin harus bebas dari hewan pemangsa tadi.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin membudidayakan burung walet. Walau mungkin tulisan ini banyak kekurangan, karena tiada gading yang tak retak semata. Bukan faktor kesengajaan. (MS)

Advertisement
Teknik Budidaya Burung Walet | porosbumi | 4.5