Sejarah Asal Mula Nama Indonesia

Pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Demikian juga tentang sejarah Tanah air tercinta. Bagaimana akan tumbuh rasa cinta jika kita tidak mengenalnya. Padahal kita sebagai warga Negara hidup didalamnya. Namun banyak diantara kita sangat awam perihal sejarah tanah airnya.

Seperti,  kata “Indonesia” akrab dalam kehidupan sehari – hari, dalam benak setiap Orang, bahkan anak seusia TK – SD telah diajarkan kata Indonesia sebagai tanah air tercinta melalui lagu – lagu maupun lainnya.

Tetapi tahukah anda, sejarah asal mula penyebutan nama Indonesia ?

kata ini (Indonesia) , pada zaman Nenek moyang  tidak pernah didengar sebelumnya. Karena kata ini memang bukan kata asli pribumi. Dulu zaman Majapahit Mahapatih Gajahmada menyebutnya dengan istilah, “Nuswantara, atau Nusantara”  untuk menyebut kumpulan pulau – pulau yang sekarang dinamakan Indonesia.

Nusantara sendiri terdiri dari dua kata, yaitu ; Nusa (Pulau), dan antara (antar, sela, himpunan). Maksudnya antar pulau, atau himpunan pulau – pulau (kepulauan).

Lalu setelah Belanda datang dan menjajah  Negeri – negeri dikepulauan ini, mereka menyebutnya ‘’Hindia’’, karena mengira bahwa tanah ini Negeri India (Hindustan), karena tujuan awalnya ingin berlayar kesana. Sama seperti Columbus yang ingin berlayar ke India, tetapi nyasar ke Benua yang sangat luas (Amerika sekarang). Karena Columbus mengira telah mendarat dengan benar di India, maka Suku Bangsa yang mendiami daratan tsb, disebutnya sebagai “ Indian’’ (Orang India). Dan kata ini akhirnya identik dengan Mereka, padahal sejatinya mereka adalah ; Suku Inca, suku Maya, suku Aztec, dll.

Maka setelah Belanda kokoh menguasai Tanah air tercinta, secara internasional  Tanah ini disebut sebagai ‘’Nederlandsch-Indie’’, atau “Hindia-Belanda” (dalam dialek Melayu) , yang maksudnya kurang lebih “Negara Bagian Belanda yang ada di India”.

Penyebutan Hindia-Belanda terus berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama, yakni selama Belanda berkuasa. Hingga tebentuklah Soempah Pemoeda pada tangggal 28 Oktober 1928, yang mulai memperkenalkan Nama Indonesia untuk menyebut Tanah tumpah darah mereka. Dengan ikrar yang menyatakan rasa senasib – seperjuangan, yakni ; “Bertanah air satu : Tanah  Indonesia, dan berbahasa satu  : Bahasa Indonesia”. Puncaknya setelah Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Negeri – Negeri di kawasan ini (Jajahan Belanda) menyatakan Merdeka, dan atas Nama Sukarno-Hatta bergabung dalam satu wadah, yakni Negera Indonesia.

Asal Mula Istilah Indonesia

Asal Mula Nama Indonesia
kingofwallpapers.com

Istilah Indonesia muncul pertama-kali didunia, setelah James Richardson Logan (1819-1869), menulis artikel pada  Hal. 254. Yang bunyinya,

“Mr. Earl suggests, the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”

J.R. Logan, Orang Scotlandia yang meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Pada saat memunculkan nama Indonesia, Logan sama sekali tidak menyangka, nama Indonesia akhirnya diabadikan sebagai  nama sebuah Bangsa, dan Negara yang kelak jumlah Penduduknya menempati  peringkat keempat terbesar di dunia.

Bermula dari sinilah,  James Richardson Logan secara kontinyu menggunakan istilah Indonesia dalam jurnal – jurnal ilmiahnya, dan seiring waktu penyebutan nama Indonesia akhirnya dikenal, dan  menyebar di kalangan Para ilmuwan Etnologi, dan Geografi Eropa. Inilah  prasasti pertama nama Indonesia mendunia.

Disusul pada tahun 1884 Seorang Profesor Etnologi dari  Universitas Berlin – Jerman, Adolf Bastian(1826-1905) menerbitkan buku berjudul, “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel” sebanyak lima volume, buku itu  memuat hasil penelitiannya selama melancong ke Nusantara, pada  tahun 1864 – 1880.

Buku inilah yang dikemudian hari berjasa dalam mempopulerkan istilah “Indonesia”  di kalangan para Sarjana Belanda, sehingga sempat muncul dugaan bahwa kata Indonesia itu murni ide Bastian. Pendapat salah kaprah itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie (1918). Padahal sejatinya Bastian memungut kata  ‘’Indonesia”  dari tulisan-tulisan karya J.R. Logan.

Diambil Alih Oleh Priboemi

Diambil Alih Oleh Priboemi
www.zenius.net

Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) merupakan Pribumi pertama yang menggunakan istilah Indonesia. Yakni, saat di asingkan  ke Negeri Belanda tahun 1913. Saat itu beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Pada decade  1920-an, nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam bidang etnologi dan geografi itu, kemudian  diambil alih oleh Tokoh – tokoh Pergerakan Kemerdekaan tanah air , sehingga dikemudian hari nama Indonesia akhirnya memiliki kekuatan politis, yaitu jatidiri suatu Bangsa yang sedang berjuang merintis  kemerdekaan.

Akibatnya, sejak saat itu pula Pihak Belanda merasa was-was, dan mulai waspada terhadap setiap penggunaan istilah  ciptaan Logan itu. Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,

“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”, Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli (Hindustan).

Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan, dan mencita – citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap Orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya”.

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun yang sama Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikutnya pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond (JIB) membentuk Kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij(Natipij).

Itulah 3 organisasi  Tanah air yang mula-mula menggunakan nama Indonesia. Akhirnya berawal dari sini istilah Indonesia resmi digunakan sebagai nama Tanah air, Bangsa dan
Bahasa kita, tepatnya  ketika peristiwa  Kerapatan Pemoeda – Pemoedi Indonesia tanggal, 28 Oktober 1928, yang disebut Soempah Pemoeda.

Pada bulan Agustus 1939,  3  Anggota Volksraad (Dewan Rakyat, DPR zaman Hindia-Belanda) yakni;  Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda supaya nama Indonesia diresmikan sebagai pengganti nama Nederlandsch-Indie. Tetapi pihak Belanda bersih – keras menolak mentah – mentah mosi itu…..

Sampai kemudian datang Pasukan kuning bermata sipit, Tentara Dai Nippon, yang dengan mudah memaksa pihak Belanda bertekuk lutut, menyerah tanpa syarat.

Dengan jatuhnya Nusantara ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka tamatlah riwayat  Hindia-Belanda yang merupakan symbol Negeri jajahan buat selama – lamanya. klimaknya pada 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, dan dengan di dorongkannya atas keinginan yang luhur, untuk melindungi segenap tumpah darah, dan tanah air tecinta, lahirlah Republik Indonesia hingga sekarang.

Siapa  James Richardson Logan ?

James Richardson Logan
www.kaskus.co.id

J.R Logan (1819-1869), adalah Warga Scotlandia (Inggris) yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Dia hanyalah Seorang Pengelola majalah ilmiah tahunan, JOURNAL OF THE INDIAN ARCHIPELAGO AND EASTERN ASIA (JIAEA) yang diterbitkan di singapura pada tahun 1847.

Akan tetapi, Orang yang lebih arif memahami Indonesia & kawasan di mana Indonesia itu berada adalah, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), Seorang ahli Etnologi asal Inggris. Pada tahun 1849, Earl  mengajukan dua pilihan nama : Indunesia atau Malayunesia (Nesos dalam bahasa Yunani berarti Pulau).

Pada makalahnya, halaman 71 di situ tertulis : “The inhabitants of the Indian Archipelago, or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians. Earl sendiri menyatakan lebih  memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan “Indunesia” bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka), dan Maldives (Maladewa).

Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini ?  Dalam makalahnya Earl memang menggunakan istilah Malayunesia, dan tidak memakai istilah Indunesia.

Demikianlah sekilas sejarah penggunaan nama Indonesia yang akhirnya menjadi jatidiri salah satu Bangsa di Asia Tenggara. Siapa yang tak kenal sejarah Bangsanya, berarti ia tak kenal siapa dirinya.

Pencarian Terbaru:

  • sejarah nama indonesia
  • asal usul kata indonesia
  • asal usul na indonesia
  • asal usul nama indonesia