Cara Membuat Nata De Coco yang Baik dan Benar

Di Kalimantan barat khususnya didaerah sentra penghasil kopra tiap hari menghasilkan ribuan liter air kelapa. Tapi sayang air tersebut hanya dibuang begitu saja menjadi limbah. Tidak dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Hal ini karena ketidak tahuan warga sekitar tentang manfaat air kelapa yang jika diolah menghasilkan makanan yang bermutu, serta bernilai ekonomi. Disinilah sebenarnya peran Pemerintah harus dapat melihat potensi lokal, lalu memberi Penyuluhan dan Pelatihan sesuai potensi lokal yang ada, agar mendatangkan kemakmuran yang saat ini masih menjadi barang mewah bagi rakyat biasa.

Baca juga: Pabrik Tahu, Bisnis Rumahan yang Menjanjikan

Air kelapa bisa diolah menjadi kecap, yaitu kecap air kelapa baik berupa kecap manis ataupun kecap asin. Dan sekarang menjadi panganan yang popular yaitu nata decoco. Dari semua jenis nata, maka nata kelapa adalah yang paling popular. Ada yang dikemas dalam gelas plastic dengan aneka rasa, ada yang dikemas murni hanya natadecoco tok. Awalnya  banyak orang yang tidak tahu bahwa nata decoco adalah panganan berbahan dasar air kelapa. Hal ini karena bentuknya yang jauh berbeda juga rasanya. Bendanya yang kenyal, putih,  dan agak liat, sementara air kelapa sangat encer seperti halnya air biasa, sehingga banyak orang yang tidak menyangka bahwa panganan itu dari air kelapa. Apalagi dengan kemasan modern yang menarik.

Kemasan memang dapat meningkatkan citra suatu produk, menjadi lebih bergengsi dan punya daya tarik lebih. Dulu keripik singkong hanya dikemas dengan daun pisang, atau paling banter dengan kantong plastic biasa, maka citranya makanan murahan dan kampungan, begitu juga kacang asin atau kacang garing, hanya dijajakan dipinggir jalan saja, yang beli hanya orang-orang biasa, yang pakai mobil mewah gengsi, masa beli keripik ? masa beli kacang asin ?. Begitu diolah pabrik dengan kemasan modern yang cantik. Gengsinya naik selangit, hilang kesan murahan dan kampungannya. Mall – mall mewah pun lalu berlomba-lomba memasang keripik singkong dan kacang asin di rak-rak mereka yang selalu kosong karena laris banget. Yang pakai mobil mewah pun kini tak tengsin lagi mengunyah keripik singkong atau kacang garing, yang ternyata eunak banget.

Seiring  dengan berjalannya waktu dengan maraknya berita diberbagai media, juga bacaan-bacaan terutama di internet yang mengupas tema tentang nata decoco A-Z,  lambat laun orang mulai kenal dengan nata decoco sekaligus bahan dasarnya. Apalagi sekarang marak kursus dan pelatihan berbayar tentang cara membuat nata decoco. Dan pada tulisan kali ini   juga tentang nata, khususnya nata decoco. Siapa tahu dapat mendatangkan manfaat, terutama bagi anda yang kebetulan bermukim di area sentra kopra, dimanapun. Dan disana berlimpah air kelapa yang belum termanfaatkan dengan semestinya.

Aneka Ragam Nata

Cara Membuat Nata De Coco yang Baik dan Benar
www.kesehatanku.xyz

Nata decoco atau nata kelapa sejatinya adalah serat (selulosa) hasil metabolisme dari bakteri acetobacter xilinium yang membentuk benang-benang. Selulosa itu bersama polisakarida (karbohidrat yg dibentuk oleh penggabungan molekul monosakarida yg banyak, msl: pati dan selulosa)

membentuk suatu jalinan terus-menerus hingga membentuk lapisan putih dan kenyal. Nata dapat dibuat dari beragam bahan dasar. Dan diberi nama sesuai bahan dasarnya. Nata dengan bahan air kelapa disebut nata kelapa (nata decoco), nata dengan bahan dasar nanas disebut nata nanas (nata de pinal), nata jambu mete disebut nata mete (nata de cashew), nata kedele (nata de soya)  dll. Dengan proses dan ragi kurang lebih sama, sehingga cara ini dapat digunakan untuk membuat beragam nata dari bahan dasar berbeda.

Starter Atau Ragi

Starter Atau Ragi
earthlychow.com

Starter yang dimaksud adalah suatu bahan inokulan yang mengandung bakteri, dalam hal ini adalah acetobacter. Syarat suatu bahan nata adalah mengandung cukup gula. Bakteri memakan dan mencerna glukosa (zat gula) tersebut menjadi serat. Proses dari pembuatan nata melibatkan bakteri acetobacter xilinium yang mampu membentuk asam dari glukosa, etil, dan alcohol. Bakteri itu tidak membentuk indol dan mempunyai kemampuan meng oksidasi asam asetat (cuka) menjadi CO2 dan H2O. sifat yang paling menonjol dari bakteri itu adalah kemampuan untuk mempolimerisasi (menganyam sel)  glukosa menjadi selulosa (Serat).

Selanjutnya selulosa menjadi matrix (kerangka, bagan, matras / lapisan) yang dikenal sebagai nata. Itulah sebabnya ketersediaan nutrisi, derajat keasaman, suhu, dan ketersediaan oksigen mempengaruhi proses pembuatan nata. Penambahan unsur Nitrogen baik yang organic maupun anorganik akan meningkatkan aktivitas bakteri ini. Pertumbuhan acetobacter xilinium memerlukan vitamin tertentu dan vitamin B complex.

Bahan itu bisa diperoleh melalui penambahan nitrogen dari luar yang dapat berupa ammonium sulfat. Produsen memanfaatkan pupuk ZA sebagai sumber ammonium sulfat.Pupuk ZA,  Zwavelzure Ammoniak (bahasa Belanda) berarti amonium sulfat. Pupuk kimia buatan yang mengandung senyawa amonium sulfat (NH4)2SO4. Zat ini berfungsi untuk menambah unsur hara nitrogen dan sulphur (belerang ) pada tanaman.

Untuk mendapatkan starter / ragi nata secara praktis dengan membeli di LIPI atau Balai Penelitian lainnya, harganya juga sangat terjangkau. Atau bisa juga mencoba ditanyakan ditoko yang biasa menjual ragi, seperti ragi tempe, ragi tape, yeast roti dll. Jika ternyata ditempat anda sulit mendapatkan, maka kita dapat membuat sendiri dari buah nanas. (baca artikel, cara membuat ragi nata)

Takaran Bahan-Bahan dan Prosesnya

bahan nata de coco
iqmaltahir.wordpress.com

a. Bahan-bahan Nata De Coco

Pada pembuatan nata kelapa produsen akan menambahkan 10% gula pasir dari total air kelapa, 2 % asam cuka, 0.003 % (1/3 sendok teh untuk 1 ltr air kelapa) pupuk ZA, dan 0.01 % garam inggris. Penambahan pupuk ZA merupakan nutrisi pendukung pertumbuhan bakteri agar dapat hidup subur dan dapat menganyam serat.

Artinya pupuk ZA bukan sebagai bahan pembuat nata, penambahan gula sebagai sumber karbon, pupuk ZA sebagai sumber nitrogen, dan garam inggris sebagai sumber mineral. Yang jika terlalu bayak atau terlalu sedikit berakibat sama yaitu nata tidak terbentuk, atau terbentuk tetapi tidak layak jual. Jumlah pupuk ZA yang relative sangat sedikit. Jika ada pengotornya tidak akan terikut dalam pembentukan serat nata, melainkan terbuang bersama sisa cairan yang berbau tidak sedap dan asam.

b. Proses, Cukup 10 Hari Nata Sudah Jadi

Bahan utama air kelapa terlebih dahulu disaring untuk menghilangkan kotoran yang terikut lalu direbus sampai mendidih untuk sterilisasi. Lalu  bahan pendukung, gula pasir, cuka, dan pupuk ZA. dicampurkan dengan diaduk sampai merata dalam suatu wadah yang bersih dan nir karat. Setelah larutan dingin tambahkan ragi / inokulan 5 % dari volume. Kemudian menutup rapat wadah dengan kertas Koran dan menyimpan ditempat yang aman dari guncangan.

Pada tahap awal fermentasi terjadi jumlah kenaikan bakteri yang sangat cepat. Pada hari ke-2 setelah inokulasi, mulai tampak adanya lapisan tipis yang terdapat dipermukaan cairan. Bakteri acetobacter xilinium tumbuh baik bila didalam cairan fermentasi terdapat kondisi yang optimum untuk pertumbuhannya, yaitu terdapat sumber karbon, nitrogen, sulphur, fosfor dan magnesium. Dan jika semua berjalan dengan baik pada hari ke 10 nata sudah siap dipanen.

Pemanenan dilakukan dengan cara mencuci nata sampai bersih, dianjurkan dengan air mengalir. Kemudian memotong kecil-kecil seperti dadu 1 X 1 cm3, dan memeras sisa-sisa cairan. Untuk menghilangkan aroma cuka dilakukan dengan merebus sampai mendidih dan menganti air, lalu direbus berulang sampai 3-4 X sampai bau cuka benar-benar hilang. Selanjutnya nata siap dihidangkan atau diawetkan dalam larutan syrup sesuai selera.

c. Jika fermentasi lebih dari 10 hari

Pada hari ke- 14 fermentasi penebalan nata tidak bertambah lagi. Pertumbuhan bakteri mencapai fase stationery (mandeg), artinya jumlah sel yang tumbuh dengan sel yang mati seimbang. Bahkan makin bertambahnya hari jumlah sel yang mati lebih banyak dari yang tumbuh. Sehingga proses fermentasi didalam nata tidak aktif lagi. Itulah sebabnya sering terjadi jamuran pada nata ketika fermentasi diatas 14 hari.

Catatan Penting Dalam Membuat Nata De Coco

Nata De Coco
advan.oomph.co.id
  • Lingkunngan dan sanitasi yang baik akan mengurangi terkontaminasi oleh organisme lain yang tak diingini. Bakteri aceto bacter dapat dominan tumbuh karena mampu menghasilkan asam sehingga tercegah dari kontaminasi.
  • Serat gagal terbentuk jika didalam cairan tidak tersedia glukosa atau oksigen. Tanpa glukosa menyebabkan laju konsumsi oksigen tidak berarti, yaitu kurang dari 0.01 mikromol/sel/jam. Adanya glukosa laju konsumsi oksigen meningkat menjadi 4 mikromol/sel/jam.
  • Fermentasi yang kurang baik, misalnya sumber karbon, nitrogen, mineral, terlalu sedikit, serta pH yang sangat rendah, atau diatas netral mengakibatkan pertumbuhan bakteri ini terhambat. Akibatnya nata yang dihasilkan tipis dan lunak, bahkan tidak terbentuk. Pada kondisi itu fermentasi nata mudah diserang oleh mikrob kontaminan. Cairan fermentasi mudah diserang oleh khamir( jamur ), maupun bakteri lain yang tak diingini. Sedang nata hasil fermentasinya mudah ditumbuhi cendawan.

Limbah

Masalah utama dalam proses pembuatan nata kelapa adalah limbah berupa air buangan yang bersifat asam, terutama dalam produksi skala besar. Jika langsung dibuang bisa mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga disekitar tempat produksi nata. Jika limbah skala industry  maka harus melalui alat pengolah limbah terlebih dahulu, setelah dinyatakan aman baru boleh dibuang sehingga tidak mencemari lingkungan dan tanah disekitar. Untuk itu perlu campur tangan kalangan akademisi untuk menangani limbah.* (MS)

Pencarian Terbaru:

  • cara membuat nata de coco
  • cara membuat nata
  • hasil nata de coco yang baik
  • Cara buat nata de coco
  • resep pembuatan nata decoco
  • cara pembuatan Nata
  • cara membuat natadecoco
  • bahan pembuatan nata
  • bahan nata de coco yang mudah
  • alat dan bahan pembuatan nata de coco