Evolusi dan Hidung Mancung

Maha suci Allah yang telah menciptakan rupa Manusia dengan sebaik – baik bentuk. Kalau kita amati dengan seksama, wajah Manusia dan keseluruh anggota tubuhnya, maka kita  akan mendapati suatu  rancang bangun yang luar biasa sempurna, tanpa ada sedikitpun kejanggalan. Wajah Manusia memiliki keindahan yang paling sempurna dibanding Makhluk lainnya, sekalipun jika dibandingkan dengan wajah Malaikat.

Begitu juga bentuk tubuh Manusia, sangat proporsional. Dapat berdiri dan berjalan dengan tegak, dengan kepala menempati posisi paling atas, yang mengandung filosofis sebagai Makhluk yang mengedepankan pemikiran,  perenungan, serta wawasan (Makhluk Budaya). Sekalipun sedang makan kepala Manusia tetap diatas, dan menyuap makanan dengan tangan kanannya (‘’Makan untuk Hidup’’). Indah sekali bukan ?.

Bandingkan dengan Hewan (sapi, kuda, kambing) posisi kepala dan bokong sama tinggi atau sedikit lebih tinggi, jika sedang makan kepala meluruk kebawah lebih rendah dari bokong, dengan mengambil makanan langsung melalui moncongnya. Yang lebih parah adalah babi, karena kepalanya selalu lebih rendah dari bokong dalam keadaan apapun. Secara filosofis hewan adalah ‘’Hidup untuk makan’’. Yup, hewan memang bukan makhluk Budaya, eksistensinya untuk perhiasan Manusia semata.

Dianugerahi akal yang cerdas, dan memiliki kesadaran akan eksistensi diri, menjadikan Manusia sadar akan waktu ;  masa lalu, masa sekarang, dan masa esok. Secerdas – cerdasnya hewan tidak memiliki kesadaran akan hal apapun. Juga anggota tubuh yang unggul dengan di beri dua tangan, dan sepuluh jari – jemari, membuat Manusia mudah melakukan pekerjaan apapun, dari ; mengetik, memetik gitar, menyetir, menggenggam pisau, sampai memecah batu dengan martil. Kedua kaki dengan kesepuluh jari kaki yang pendek membuat manusia mudah berjalan kemanapun, serta cocok dipakaikan sepatu atau sandal.

Bangsa hewan yang paling mirip dengan Manusia, yaitu Bangsa Primata, seperti ; monyet, simpanse , dan orang utan. Sekalipun memiliki kemiripan, kedua tangannya walau kuat dan bertenaga, tetapi sangat canggung, sehingga mustahil dapat melakukan tugas rumit seperti tangan Manusia. Dan kedua kaki mereka dirancang untuk mencengkeram ranting kayu. Tidak cocok untuk menjadi pemain bola (bercanda..). Karena kaki mereka tidak dirancang buat manuver tinggi. Sedangkan kaki manusia dirancang untuk manuver tinggi.

Dengan demikian dari sisi mana kita hendak mengatakan bahwa Manusia berasal dari Kera ? sebagaimana teori Darwin yang menyatakan Bahwa ‘’Manusia Berasal dari Kera’’ ?

Manusia Berasal dari Kera
www.biologi-sel.com

Dengan argument bahwa itu evolusi perlahan selama jutaan tahun. Pertanyannya adalah, sampai hari ini bangsa monyet, simpanse, orang utan dsj. Masih eksis. Mereka tetap sebagaimana nenek moyang mereka sejak berjuta-juta tahun yang lalu, dan faktanya hingga kini mereka masih tetap keadaanya. Dan mereka semua bangsa kera yang menghuni bumi, jika memang dapat berevolusi menjadi Manusia, seharusnya saat ini mereka Sudah menjadi Manusia semua. Bukankah mereka sudah berjuta-juta tahun yang lalu ada dibumi ?

Fakta, ternyata tak seekorpun dari mereka yang berubah menjadi Manusia. Haqqul yakin, bahkan sampai nanti dunia kiamat. Manusia akan tetap melahirkan Manusia, sekalipun sampai nanti Jutaan tahun kedepan, demikian juga bangsa Kera.

Sejelek jelek wajah Anak Adam, jauh lebih tampan jika disandingkan dengan gorilla. Maka sangat tidak layak jika Manusia yang mulia dibandingkan dengan mereka bangsa monyet. Walau ilmu biologi mengatakan Manusia termasuk Bangsa primate. Sah sah saja jika cabang ilmu tsb menyorot sisi yang lain, yaitu tentang makhluk Hominid.  Robot yang di ciptakan dengan rancang bangun ala Manusia, maka robot itu disebut Robot Hominid.

Tetapi jika mengatakan Garis Gen Adam linear dengan Bangsa monyet atau dengan kata lain Adam adalah cicit dari cicitnya bangsa monyet itu adalah lelucon konyol. Walau menurut ilmu genetic konon  komposisi gen Manusia 80 % sama dengan simpanse dan sejenisnya. Tetapi itu bukan lah sebuah bukti. Simpanse sendiri tidak akan melahirkan gorilla, dan gorilla tidak akan melahirkan siamang, siamang tidak akan melahirkan beruk, beruk tidak akan melahirkan kera dan seterusnya sampai kiamat. Padahal mereka-mereka tadi adalah bangsa – bangsa monyet, masih dalam satu kerajaan, yaitu kerajaan animalia.

Malah berdasarkan penelitiaan terbaru, komposisi gen Manusia juga banyak persamaan dengan Babi. Sehingga dunia kedokteran modern menggunakan pembuluh arteri babi untuk dicangkokan kepada Pasien yang memerlukan cangkok arteri (dan ini menimbulkan dilemma jika Pasiennya adalah Muslim). Dan ini salah satu hikmah Islam mengharamkan Babi, karena gen banyak sama, sehingga dikhawatirkan Bibit penyakit akan berpindah dari BB ke Manusia akibat banyaknya persamaan gen.

Tetapi kita lihat jauh sekali bukan, keadaanya antara Manusia dan BB ? Jadi Kesimpulannya Gen yang katanya sekian persen identik tidak dapat dijadikan Bukti Nasab. Kecuali Manusia sesama Manusia gen yang identik dapat dijadikan bukti nasab.

Saya (Pen) tidak sepenuhnya meniadakan kebenaran teori evolusi. Evolusi itu ada, dan benar-benar terjadi pada Manusia dan Makhluk lainya. Dan dengan mudah dapat kita amati pada diri kita maupun lainnya. Tak perlu hingga jutaan tahun, meskipun ada evolusi yang memerlukan waktu jutaan tahun. Bukankah perubahan itu adalah keniscayaan ? semua didunia akan berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Jadi perubahan adalah sunnatulloh.

Evolusi Jutaan Tahun

Sebagai contoh evolusi jutaan tahun. Manusia berasal dari Adam, bukan monyet atau sejenisnya, dan ini yang shohih. Dimungkinkan, awalnya Manusia memiliki rupa wajah dan bentuk yang sama. Tidak ada perbedaan warna kulit, mata, rambut, hidung, dan postur tubuh. Kemudian setelah ribuan, bahkan jutaan tahun anak keturunanan Manusia menyebar memenuhi bumi menjadi suku bangsa dengan wajah dan postur yang berbeda.

Letak geografi yang berbeda – beda serta iklim yang berbeda  pada tiap-tiap benua. Secara perlahan (evolusi) merubah tampilan wajah dan fisik Anak Adam guna beradaptasi dengan lingkungannya. Benua hitam (Afrika) yang memiliki rimba belantara lebat dan cuaca dominan panas, merubah warna kulit Anak Adam yang mendiami wilayah ini menjadi hitam legam serta mempengaruhi rambut menjadi kribo.

Bangsa ini kita kenal dengan nama Negro, dengan ciri-ciri ; hidung pesek (Adanya hutan lebat berarti adanya konsentrasi oksigen yang cukup, sehingga tidak perlu hidung yang mancung), kulit hitam legam berkat adanya zat melanin dalam kulit dalam jumlah banyak yang berfungsi untuk menahan sinar matahari , rambut kribo (memungkinkan banyak nya rongga udara disekitar rambut sehingga lebih sejuk), dan badan kekar untuk menghadapi tantangan alam yang ganas.

Wilayah Mediterania yang kebanyakan wilayahnya adalah gurun pasir dengan cuaca ekstrim, yaitu panas – dingin yang sangat mencolok. Mempengaruhi corak wajah dan fisik penghuninya, seperti ; kornea mata hitam, dan alis tebal untuk mengurangi silau, bulu mata lentik untuk menghalau debu agar tidak mudah kelilipan, hidung mancung agar mudah menghisap oksigen sebanyak mungkin. Karena wilayah gurun minim pepohonan, sedang pepohonan adalah penghasil oksigen, jadi hidung mancung adalah konpensasi supaya sebanyak mungkin dapat menghisap oksigen sebanyak- banyaknya. Hidung mancung artinya lubang hidung yang semakin besar, bukan?

(jika diistilah mekanik, hidung ibarat intake manifold. Semakin besar ia, piston akan mudah menghisap udara dalam jumlah banyak).

Orang – orang di wilayah Mediterania, seperti ; Arab, Babilonia (Iraq), Persia (Iran), Syiria, dan Turki memiliki rupa dan ciri fisik seperti yang sekarang kita lihat, untuk menyesuaikan dengan kondisi alam gurun yang keras. Dengan ciri – ciri ; kulit putih agak kemerahan, seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu, hidung mancung, rambut ikal, alis tebal, muka brewokan bagi kaum lelaki, dan memiliki stamina yang tangguh.  Garis Wajah mereka nampak tajam dan tegas, akibat tempaan lingkungan. Kalau kita lihat kaum lelakinya sangatlah tampan , dan kaum Wanitanya sangat cantik.

Benua biru Eropa. Moyang Orang  Eropa modern menurut sejarah berasal dari Mediterania, yaitu Babilonia dan sekitarnya yang berhijrah sejak jutaan tahun yang lalu. Sehingga di banyak sisi ciri fisik mereka banyak kemiripan dengan orang-orang Mediterania. Namun karena iklim eropa yang sangat dingin dan bersalju, sehingga warna kulit mereka berevolusi menjadi putih atau bule. Hal ini lantaran melanin atau zat pembentuk  pigmen dalam kulit sangat sedikit, ini dimaksudkan agar supaya sinar matahari yang sangat minim itu dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Dan ada diantara mereka ada yang bermata biru dan berambut pirang atau keperakan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang suram (minim sinar matahari).

Melanin adalah zat yang terdapat dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap warna kulit (pigmen), rambut, bulu, dan mata.

Jika didaerah yang dingin dan sangat minim sinar matahari, bagi orang yang berkulit hitam, secara teori tubuh akan kekurangan sinar matahari, akibat terhalang oleh jumlah melanin yang banyak. Hal ini dapat menyebabkan keropos tulang, karena sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat membantu menyerap Kalsium. Sebaliknya orang yang berkulit putih jika didaerah yang panas akan everdosis sinar matahari, lantaran terlalu sedikitnya jumlah melanin dalam kulit, sehingga bisa berbahaya karena sinar ultra violet dapat menembus kulit dan menyebabkan kanker kulit.

Asia belahan timur, dari Asia timur seperti ; China, Jepang, Mongol, dan Korea. Memiliki ciri fisik pendek hingga sedang, dengan warna kulit kuning langsat sampai putih. Hidung mereka bervariasi dari yang pesek sampai yang agak mancung. Tipikal wajah mereka dikenal sebagai ras Mongoloid, yaitu bermata sipit dan wajah bulat sampai oval. Alam Asia dibelahan ini sejak dulu memiliki kekayaan hayati yang melimpah, dengan cuaca dingin dan ada musim salju, namun  lebih bersahabat dibanding belahan bumi yang telah saya sebutkan sebelumnya, sehingga mempengaruhi pigmentasi kulit menjadi kuning atau putih tapi tidak sepucat orang Eropa.

Makin ketenggara, yaitu  Asia Tenggara kelimpahan sinar matahari sangatlah cukup, namun tidak terlalu panas seperti Mediteran maupun Afrika, juga tidak terlalu dingin seperti Eropa, sehingga mempengaruhi ciri fisik Manusia diwilayah ini, yaitu warna kulitnya dari kuning langsat sampai sawo matang. Dan tidak perlu hidung mancung, karena kadar oksigen diwilyah ini sangat cukup karena lebat nya rimba, begitu juga sekujur tubuhnya tidak perlu ditumbuhi bulu karena cuaca di wilyah ini lebih bersahabat.

Orang Asia timur merupakan Nenek Moyang Orang Asia Tenggara seperti ; Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan semua Negara dikawasan ini. Sehingga raut wajah dan bentuk Posturnya saling ada kemiripan, hanya kulit mereka sedikit lebih gelap dari Orang Asia timur lantaran sinar matahari diwilayah ini lebih berlimpah dan tidak adanya musim salju.

Jadi pada hakekatnya bentuk wajah seperti hidung bangir, hidung pesek, mata hitam, mata biru, mata sipit, bulu mata lentik, kulit putih, bule, sawo matang sampai hitam legam dll. Juga badan pendek, badan tinggi, dsb adalah sebab evolusi untuk adaptasi morfologi dan fisiologi terhadap lingkungannya. Namun dikemudian hari akan menjadi ciri melekat suatu bangsa sesuai sunatullah (Lihat, QS.Alhujurat-13).

Demikianlah cara Allah merubah dan memberi ciri suatu Bangsa, tidak asal-asalan. Atau asal jreng…kaya orang sulapan, tetapi melalui proses dan tahapan agar dapat dipelajari oleh Manusia dan melahirkan pengetahuan. Bahwa apapun memerlukan proses, maka hargailah proses!.  Sebagaimana Allah yang maha mencipta juga masih menghargai proses. Sungguh Allah swt kuasa merubah apapun tanpa melalui proses jika Dia berkehendak.

Maka dari itu bagi anda yang hidungnya mancung kedalam, atau kulitnya hitam legam, atau tubuhnya kecil mungil. Jangan minder dan jangan kecil hati !!!. Gak ada bedanya kok dengan mereka yang hidung bangir atawa kulitnya putih dan postur badannya tinggi. Karena tak lebih sama-sama hasil evolusi atas izin yang Maha Kuasa.

Allah maha tahu apa yang terbaik buat Hambanya. Masing masing ada kelebihan dan kekurangannya. Hidung mancung kelebihannya secara tampilan oke, dapat menghirup oksigen lebih banyak, tetapi kelemahannya menghalangi pandangan, serta mudah patah jika jatuh terjerembab atau kena pukulan benda keras.

Hidung pesek secara tampilan kurang, tetapi kelebihannya tidak mudah patah jika jatuh terjerembab atau kena pukulan, serta tidak menghalangi pandangan. Kulit putih cocok di tempat dingin, tetapi buruk diempat panas. Juga kulit hitam baik ditempat panas, tetapi buruk ditempat dingin.

Saya kira jangkung dan pendek bentuk tubuh juga tetap punya kelemahan dan kekurangan masing-masing. Si jangkung menang dalam hal jangkauan, dan sipendek menang dalam hal ‘’main petak umpet’’..hehe…(Bercanda lagi).

Tetapi kalau bisa semua orang ingin sesuai trend zamannya. Kalau dulu banget, orang sesuai trend lokal. Misal, zaman dahulu Orang Negro yang hitam legam, waktu pertama kali melihat orang Bule, dimata orang Negro, orang Bule itu jelek banget dengan mengatakan , ‘’kulitnya pucat seperti kulit bayi baru lahir’’. Begitu juga menurut cerita Nenek-nenek kita yang mengalami masa penjajahan Belanda. Dimata mereka Wong Londo (Orang Belanda) itu jelek banget. Masih Muda-muda tapi rambutnya  putih, matanya ‘’Blaruk’’(kusam), dan kulitnya ‘’Mlocoh’’ (luntur / melepuh) koyo kebo Bule. Sudah gitu tubuhnya ‘’ongklang-ongklang’’ (terlalu jangkung).

Tetapi ketika Orang Bule memimpin peradaban dan menjadi trendseter global. Semua orang ingin wajah dan fisiknya seperti orang bule. Selera berubah oleh evolusi peradaban.

Evolusi Seketika

Jika uraian diatas adalah evolusi yang berlangsung selama jutaan tahun, maka dibawah ini evolusi yang terjadi dalam waktu singkat. Apa ada ? nyok coba plototin…

Karena terjadi dalam waktu singkat, maka hasilnya juga tidak permanen, contoh ; kebanyakan Orang Bule masakini  ingin kulitnya gelap, maka ia rajin melancong ke daerah tropis untuk mandi matahari dengan berjemur dipantai. Tak lama, boleh jadi hitungan pekan saja, siBule yang kulitnya pucat berubah menjadi lebih gelap (sawo matang). Aneh ya…Orang Bule saat ini, kepingin kulitnya sawo matang. Sementara orang kita yang kulitnya sawo matang, ingin jadi bule. Ketukar – tukar.

Begitu juga seorang Pemuda yang kerempeng dan loyo, tiba-tiba ingin memiliki tubuh yang kekar seperti Ade Ray. Lalu ia rajin pergi ketempat fitness untuk membina tubuhnya agar sesuai tokoh idolanya. Lambat laun Pemuda tersebut berubah menjadi Pemuda kekar nan berotot serta kuat. Ia bukan lagi Pemuda yang kerempeng dan loyo, ia telah berevolusi.

Nah inilah beberapa contoh evolusi seketika, dan masih banyak yang lainnya.

Kesimpulan

Jika ada yang mengatakan bahwa Manusia itu berasal dari Kera yang berevolusi. Atau sebuah teori yang mengatakan bahwa Nenek Moyang Lumba-lumba atau Dugong berkerabat dengan sapi, lalu sejak jutaan tahun yang lalu Nenek moyang Dugong turun ke air atau laut maka kaki belakangnya berubah menjadi sirip, dan kaki depannya mengecil menjadi sirip samping. Maka waspadalah Para Penyelam juga para Nelayan. Jutaan tahun kedepan anak cucu mereka bisa bernasib seperti Dugong, kakinya akan menjadi sirip.

Juga teori evolusi yang mengatakan nenek moyang Jerapah awalnya berleher pendek, karena mereka menyukai pucuk daun pepohonan, dan terus menerus menjulurkan lehernya ketika makan untuk menggapai ranting pohon yang semakin tinggi. Jutaan tahun berikutnya leher Jerapah menjadi dua kali lipat panjang badannya.

Secara sepintas jika ditelan mentah-mentah tampaknya teori ini masuk akal. Karena sering menjulurkan lehernya, lalu lehernya jadi memanjang hingga 2 kali panjang badannya. Bukankah kambing, sapi dan kerbau juga berbuat sama?.

Apalagi kambing juga menyukai pucuk dedaunan. Dan ketika mereka masih liar dihutan belantara kambing juga suka menjulurkan lehernya sepanjang mungkin guna menggapai pucuk daun yang semakin tinggi. Tetapi hingga kini leher kambing normal-normal saja.

Sebagai gambaran ada suku tradisional di Burma yang kaum wanitanya hingga kini memiliki tradisi memakai kalung dari logam dileher secara permanen. Semakin dewasa maka jumlah kalungnya akan ditambah, sehingga wanita – wanita itu akibat perlakuan adat memiliki leher yang sangat panjang, atau 2 kali lebih panjang dari ukuran normal. Entah sudah beribu tahun lamanya suku mereka memakai kalung seperti itu. Dan di era modern sebagian kecil dari mereka berkat kampanye persamaan hak, akhirnya ada yang tidak meneruskan tradisi memakai kalung yang hakikatnya adalah  belenggu itu.

Dari kasus itu bahwa, leher mereka memanjang 2 kali lipat semata karena adanya tekanan atau tarikan secara permanen akibat memakai beberapa kalung yang jumlanya terus ditambah sesuai umur, sehingga leher menjadi panjang. Tetapi sama sekali tidak mempengaruhi gen suku tersebut, ini dibuktikan dengan wanita dari suku itu yang kemudian tidak meneruskan tradisi moyang nya leher mereka normal-normal saja.

Pernah diliput oleh National geographic tv, tentang percobaan wanita dari suku tersebut yang melepaskan kalungnya. Dan ternyata sangat membahayakan nyawanya. Hal ini karena otot-otot leher yang tidak dilatih untuk menegakkan kepala sejak ia masih kecil akibat senantiasa disangga oleh kalung. Sehingga otot – otot penyangga leher menjadi sangat lemah dan tulang leher yang terlanjur panjang menjadi riskan patah. Seperti leher bayi jika tidak disangga oleh jemari kita ketika diangkat akan tertekuk drastic dan dapat menyebabkan kematian. Begitulah gambarannya. Akhirnya demi keselamatan nyawa wanita yang terlanjur karena tradisi itu, seumur hidupnya leher mereka harus terlilit oleh kalung logam karena nyawa. Kasihan sekali.

Jadi kesimpulan dari seluruh uraian diatas ialah, evolusi itu ada, dan berpengaruh bagi semua makhluk hidup, baik Manusia maupun hewan. Tetapi bukan berarti evolusi itu lalu mengubah spesies secara ekstrim dari Monyet menjadi Manusia. Atau dari makhluk darat semisal sapi lalu berubah menjadi Lumba-lumba atau dugong, atau dari leher pendek menjadi leher Panjang.

Evolusi ada dan terjadi tetapi masih dalam batas kewajaran. Yang ini saya kira semua orang setuju. Termasuk saya. Jika dulu teori Darwin mengatakan evolusi kera menjadi manusia dan semisalnya sda, maka itu adalah Pseudo scient, alias sain abal- abal. Karena secara ilmu pengetahuan modern, akal sehat, dan agama tertolak. Dan yang lebih utama tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan teori itu sampai hari ini, kecuali pernyataan Darwin itu sendiri beserta para pengikutnya.

Baca Juga: 11 Budaya Buruk di Sekitar Kita

Pencarian Terbaru:

  • gambar evolusi
  • orang negro dari kera