Fiqih Puasa

Puji syukur kehadhirat Allah swt yang telah menganugerahkan kepada Umat Muslim bulan yang paling mulia, Bulan Suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan ini diawali dengan rahmat, ditengah nya ampunan, dan diakhiri dengan ditutupnya pintu Neraka.

Sholawat dan salam kehadhirat Rasululloh Muhammad SAW sang cahaya umat, juga kepada segenap pengikut ajaran Beliau yang setia hingga hari kiamat. Karena sebaik-baik petunjuk dan kebenaran adalah syariat (semua yang datang dari Allah dan Rosulnya), selain itu maka mengandung kebathilan walau, nampak baik dan indah diluar.

Puasa merupakan syariat agama samawi (langit) yang telah diwajibkan pada kaum sebelum Islam (Yahudi dan Nasrani), namun oleh Islam tetap dipelihara dan dilestarikan berdasarkan firman Allah dalam surah Albaqoroh 183 ;

‘’Wahai Orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa’’

Pengertian Puasa

Pengertian Puasa
waroengsehat.com

Kata ‘’Puasa’’ yang kita pakai sebenarnya dari bahasa sangsekerta / sankrit, tetapi setelah kedatangan Islam ke Nusantara kata Puasa tetap dilestarikan. Seperti halnya kata ‘’Santri’’ dan ‘’Pesantren’’ juga berasal dari bahasa sankrit yang tetap dipakai oleh oleh umat Islam hingga sekarang.

Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan kata ‘’As-Siyam’’, menurut bahasa artinya sama dengan ‘’Amsaka – Imsaka’’ (menahan). Sedangkan menurut istilah syara, ialah suatu amal ibadah yang dilakukan dengan cara menahan diri dari segala sesuat yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Disertai dengan niat semata lillahi ta’ala, dengan syarat dan rukun tertentu. Sebagai mana firman Allah berikut ;

‘’Makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih, dari benang hitam yaitu, fajar’’. (Qs. Albaqoroh.187).

Tujuan dan Hikmah Puasa

Tujuan dan Hikmah Puasa
www.manfaatonline.com

Tujuan Puasa

Tujuan utama dari puasa sebagaimana surah Albaqoroh 183, adalah menggembleng Manusia untuk menjadi Hamba yang bertaqwa. Taqwa sendiri menurut bahasa artinya ‘’takut’’, sedangkan menurut istilah ialah mengerjakan semua yang diperintah oleh Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Hikmah Puasa

Hikmah puasa ada dua, yakni hikmah untuk jasmaniyah dan hikmah untuk rohaniyah.

Hikmah jasmaniyah

Sebagaimana yang telah ditulis oleh para ahli dan cendikia diberbagai dunia manfaat puasa adalah untuk menyehatkan badan, mengistrahatkan organ pencernaan dan memberi waktu pada alat pencernaan untuk membersihkan diri guna membuang segala racun dan sampah.

Para pakar kesehatan menyarankan, hendaknya ada pengaturan terhadap konsumsi makanan yang masuk ketubuh kita setiap hari. Karena berlebihan kadar makanan bagi tubuh, baik gizi maupun jumlah adalah sumber segala penyakit. Dewasa ini banyak bermunculan penyakit akibat pola makan yang berlebihan, seperti ; diabetes mellitus, jantung coroner, maag, obesitas dsb.

Perut kita laksana tong sampah apaupun masuk kedalamnya dengan campur aduk. Maka puasa memberi waktu jeda yang tepat untuk alat pencernaan kita rehat dan membersihkan diri, sehingga kelak lebih sehat dan dapat bekerja optimal.

Jauh-jauh hari 14 abad yang silam, Islam telah memberi tuntunan mengenai pola makan yang sehat, seperti 2 dalil berikut ;

‘’Makan dan minumlah  dan  jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai Orang yang berlebihan’’. (Qs. Al-A’rof, 31).

Nabi SAW bersabda, ‘’Sesungguhnya aku ini Manusia, tidak akan makan sebelum lapar, dan apabila akau makan tidak sampai kenyang’’.

Hikmah Ukhrowiyah (kejiwaan) ;

  1. Melatih kesabaran karena ; marah, benci, hasud dan berkata sia-sia, apalagi nge – gossip, akan menghilangkan pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah orang berpuasa itu hanya berpuasa dari makan dan minum saja, melainkan juga puasa ( omong kosong dan kotor. Jika ada orang memaki-maki atau berbuat kurang ajar terhadap dirimu, maka katakanlah :

“Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.

“Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan palsu dan perbuatan palsu, maka Allah tidak akan peduli terhadap perbuatan ketika meninggalkan perbuatan makan dan minum (puasa)”. (HR. Ahmad bin Hambal, Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi dan dan Ibnu Majjah yang bersumber dari Abu Hurairah)

  1. Melatih Kedisiplinan. Setiap hari dan sepanjang hari kita makan tak beraturan, ada penjual somay, makan somay, datang penjual es krim makan eskrim.dsb. tetapi dibulan puasa kita dilatih makannya nanti setelah buka puasa dan tidak boleh berlebihan. Begitu fajar tiba kita serentak menghentikan segala aktivitas makan dan minum, begitu juga ketika datang maghrib kita serentak berbuka. Demikian latihan disiplin ini selama sebulan penuh.
  2. Menumbuhkan rasa empati terhadap semua makhluk. Betapa menahan rasa lapar dan haus itu tidak sederhana dan tidak gampang, terutama bagi orang yang kecukupan. Sementara diluar sana berjuta-juta orang kelaparan dan kehausan karena keadaan yang memaksa.
  3. Benteng dari api Neraka. Rasulullah SAW: “Puasa itu dinding / perisai yang dijadikan tameng oleh hamba dari api neraka, dan bagi- Ku – lah shiyam itu, dan Aku (Allah) sendiri akan langsung membalasnya”. (HR.Baihaqi)

Syarat-Syarat Dan Rukun Puasa

Syarat-Syarat Dan Rukun Puasa
abiummi.com

Syarat adalah kondisi, atau segala sesuatu yang harus ada, sedangkan rukun adalah inti atau esensi dasar dari sebuah amalan.

Syarat puasa terbagi menjadi 2 yaitu ; syarat wajib dan syarat sah puasa :

  1. Syarat Wajib Puasa : Beragama Islam, Baligh, berakal sehat, suci dari Haid dan Nifas, dan mampu melaksanakan sesuai definisi syara. Bagi mereka yang berhalangan seperti ; sakit keras, Ibu yang sedang menyusui, atau orang tua yang sudah uzur, dan musafir. Bagi orang yang tidak mampu sebab uzur maka, mereka boleh tidak berpuasa dibulan Romadhon dan wajib atasnya menqodho (melunasi) dengan berpuasa dibulan lain selain bulan Romadhon. Bagi orang tua yang uzur tidak menqodho tetapi dengan membayar fidyah, yakni dengan mengantar makanan untuk fakir miskin atau anak yatim selama bulan itu. (jika mampu secara harta).

Syarat sah Puasa :

  1. Islam. Orang diluar Islam jika berpuasa maka puasanya tidaklah sah sesuai hukum Islam.
  2. Tamyiz. Mampu membedakan baik dan buruk karena sudah lepas masa kanak-kanak.
  3. Suci dari Haid dan Nifas.
  4. Bukan pada hari yang diharamkan untuk puasa, seperti Hari raya Idull fitri, Idul adha dan hari Tasyrik (10,11, bulan dzulhijjah).

Rukun Puasa ;

  1. Niat. Yaitu menyengaja Puasa (bertekad dalam hati ) bukan lafaz atau bentuk ucapan karena hakekat niat adalah bahasa universal hati. Nabi Saw sendiri tidak pernah mencontohkan niat dalam bentuk ucapan baik dalam sholat maupun ibadah lainnya. Jika pada puasa wajib niat puasanya adalah pada malamnya sebelum terbit fajar, jika puasa sunah, boleh pada pagi hari sebelum masuk waktu dzuhur. Rosululloh bersabda, dari Hafsah RA. Ibu kaum beriman, Nabi SAW bersabda, ‘’Siapa yang tidak menetapkan puasanya sebelum fajar, maka tidak sah puasanya’’. (HR. Lima ahli Hadits).
  1. Meninggalkan segala sesuatu yang membatalkan puasa. Dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sunah Puasa (hal-hal yang mendatangkan bonus pahala karena disunnahkan)

Bedakan Sunah puasa dengan Puasa sunah. Sunah Puasa adalah perkara yang mendatangkan pahala saat seseorang sedang berpuasa karena ada anjuran dari Nabi, sedangkan Puasa Sunah adalah puasa non wajib tetapi masih ada contoh dari Nabi SAW, seperti ; puasa senen-kemis, puasa hari arofah dll. Maka dibawah ini merupakan Sunah Puasa, sbb ;

  1. Makan sahur sesudah tengah malam walaupun sedikit. Sabda Nabi SAW ; ‘’Hendaklah kalian makan sahur, karena dalam sahur itu terdapat suatu keberkahan’’. (HR. Bukhori-Muslim).
  1. Menta’hirkan sahur sampai kira-kira 15 menit sebelum subuh. Dari Zaid bin Tsabit berkata, kami makan sahur bersama Rosululloh SAW. Kemudian bangun untuk sholat shubuh, ia ditanya berapa lama tempo antara sahur dan sholat shubuh itu ? Baginda Nabi menjawab ; ‘’Sekitar membaca 50 ayat’’.
  1. Menyegerakan berbuka. Dari Sahl bin Saad RA, Rosululloh bersabda ; ‘’Seorang hamba masih tetap dalam kebaikan selama mereka memper cepat berbuka puasa’’. (HR.Bukhory-Muslim).
  2. Berbuka dengan kurma, atau sesuatu yang manis, atau dengan air putih, sebelum makan yang lain.
  1. Berdoa ketika berbuka puasa. Doa yang diucapkan Nabi SAW adalah ; ‘’Allahumma laka shumtu, wabika amantu, waala rizqika afthortu’’

‘’Ya Allah karena Engkau kami berpuasa, kepada Engkau kami beriman, dan dengan rizki pemberian Engkau kami berbuka’’. Atau

‘’Allahumma laka shumtu, wabika amantu, dzahabadh dhomau, wabatalatil ‘uruqu, watsabatil ajru, InsyaAllah’’

‘’Ya Allah karena engkau kami berpuasa, kepada Engkau kami beriman, telah hilang segala lapar-dahagaku, dan telah basah kerongkonganku, dan telah ku raih pahala atas izin Allah’’.

  1. Memberi makan untuk orang yang berbuka puasa, maka ia akan mendapat bonus pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa, tidak kurang sedikitpun. (HR. At-Tirmidzi).
  1. Memperbanyak membaca Alquran. Karena Romadhon adalah bulannya Alquran, dimana Ayat pertama kali diturunkan.
  1. Memperbanyak shodaqoh dan amalan-amalan lain. Pahala amalan wajib di bulan Romadhon akan dilapat gandakan, sedangkan amalan sunah pahalanya sama dengan amalan wajib. Romadhon adalah bulan panen pahala dan berkah.

Makruh Puasa (hal-hal yang dibenci / tidak dianjurkan saat puasa)

  1. Berkumur-kumur secara berlebihan setelah tergelincirnya matahari.
  1. Bersiwak atau sikat gigi setelah tergelincirnya matahari.
  1. Mengunyah atau mencicipi makanan, kecuali ada keperluan seperti seorang Istri yang memasak untuk menu buka puasa, diperbolehkan untuk mencicipi, agar tahu rasanya dengan tidak menelan.
  1. Secara sengaja melambatkan berbuka puasa, padahal secara jelas waktu berbuka telah tiba.

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

  1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika karena lupa maka puasanya tidak batal, dan itu merupakan rizqi dari Allah, sampai ia ingat bahwa ia sedang puasa, maka hentikanlah makan atau minumnya lalu lanjutkan puasanya.
  1. Haid atau Nifas. Bagi wanita yang sedang berpuasa lalu datang bulan maka wajib baginya untuk tidak berpuasa, dan mengqodho dihari lain sebanyak hari absen puasa.
  1. Jima’ (bersebadan) pada siang hari atau setelah terbit fajar. Jika puasa Romadhon maka mereka dikenakan ‘’kafarat’’ / denda.(Lihat penjelasan dibawah).
  1. Hilang akal karena ; mabuk, pingsan atau gila. Orang yang sedang berpuasa tiba-tiba ia pingsan, atau mendadak gila maka batal puasanya. Karena agama hanya bagi yang berakal saja. Tidak ada akal maka tidak ada agama sampai ia berakal.  Kecuali tidur, tidur nya orang yang berpuasa adalah ibadah.
  1. Muntah dengan sengaja seperti, dengan meloloh jari ke ujung kerongkongan. Muntah yang tidak disengaja karena mabuk kendaraan atau karena masuk angin tidak membatalkan.
  1. Murtad (keluar dari Islam).

Hal – Hal Berikut Dilakukan Ketika Puasa Seseorang Batal

Orang yang batal puasa Romadhonnnya karena sebab syar’i, maka ia wajib mengganti / mengqodho dibulan lain sebanyak bilangan ia tidak puasa. Cara menggantinya diusahakan secepatnya sehingga tidak sampai kedatangan bulan Romadhon berikutnya, apalagi melewati Romadhon berikutnya. Dan jikalau orang meninggalkan puasa tidak karena alasan syar’I, karena malas dan lemah iman maka ia berdosa besar karena meremehkan titah Allah swt.

Bagi orang yang berpuasa Romadhon kemudian terjadi jima’ dengan isterinya setelah terbit fajar, maka mereka dua dikenakan kafarat yaitu dengan berpuasa diluar bulan Romadhon selama 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada faqir-miskin sebanya 60 orang. Jika saat itu ia sedang tidak berpuasa maka tidak ada kafarat.

Dalilnya, dari Abu Hurairoh RA berkata, Bahwasannya seorang laki-laki telah berjimak dengan isterinya pada siang hari bulan Romadhon, lalu ia meminta fatwa perihal tadi kepada Rosululloh, Nabi SAW lalu bertanya kepadanya;

‘’Adakah engkau memiliki seorang budak ?’’. ia menjawab ‘’Tidak’’. Nabi bertanya lagi, ‘’Kuatkah engkau berpuasa 2 bulan berturut-turut ?’’. is menjawab ‘’Tidak’’. Maka Nabi bersabda, ‘’Kalau engkau tidak berpuasa, kama berilah makan orang-orang miskin sebanyak 60 orang’’. (HR.Muslim).

Cara Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan Pada Bulan Romadhon

  1. Wajib membayar qodho saja pada hari yang lain, yakni bagi ;
  1. Orang sakit yang meninggalakan puasanya sebab kesehatannya. Jika hanya sakit flue, pilek, masuk angin. Selagi masih ringan maka sebaiknya tetap puasa
  2. Musayafir / orang yang dalam perjalanan jauh min 80 km untuk tujuan kebaikan bukan untuk maksiat.
  3. Wanita yang sedang hamil, sebab kekhawatiran akan kesehatannya, juga janin nya.
  4. Wanita dalam masa menyusui bayinya / anaknya. Jika sebab puasa dikhawatirkan mutu ASI nya menjadi berkurang jumlah serta gizinya.
  1. Tidak wajib meng ‘’qodho’’ tetapi dengan membayar ‘’fidyah’’ ;
  1. Orang sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  2. Orang tua yang sudah renta dan tidak mampu lagi untuk berpuasa.
  1. Wajib meng qodho dan masih berdosa besar, yaitu bagi orang yang meninggalkan puasa romadhon sebab-sebab non syar’I seperti yang telah disebutkan diatas. Semata karena malas, lemah iman dan memperturutkan syahwat perut dsb-dsb.

Demikian ulasan kami tentang fiqih puasa semoga bermanfaat bagi kita semua guna meraih pahala dan keutamaan bulan suci Romadhon, dan semoga dengan pemahaman yang baik dan benar perihal puasa,  kita akan menjadi hamba yang bertaqwa dan tahu apa yang wajib, sunah, makruh  dan dilarang. Sehingga diharapkan puasa kita lebih memberi efek positif  terutama bagi jiwa kita di 11 bulan berikutnya.

Yang benar datang dari Allah dan yang salah datang dari kekurangan Penulis sendiri, untuk itu saran dan kritik yang baik sangat kami harapkan.