Fiqih Shalat Tarawih

Puji syukur kita panjatkan kehadhirat Allah swt yang telah menjadikan bulan Romadhon sahrul ibadah (Bulan ibadah). Dimana amalan wajib pada bulan ini ganjarannya dilipat gandakan dan hanya Allah swt yang tahu kelipatannya, dan amalan sunah di beri ganjaran seperti amalan wajib pada bulan biasa.

Sholawat dan salam atas junjungan Rosululloh Muhammad SAW, suri tauladan terbaik kami hingga akhir masa. Hanya kepada beliau kami akan selalu mencoba ber ittiba dalam beribadah.

Baca juga: Fiqih Puasa

Sholat malam menjadi tangga bagi seorang hamba untuk menaikan maqom /derajat disisi Robbnya. Dan merupakan amalan yang sangat digemari oleh para salafus sholih dengan berdiri untuk mengerjakan sholat di sepertiga malam. Firman Allah swt dalam surah Al Isro ayat 79 ;

‘’Dan pada sebahagian  malam hari bertahujdlah (qiyamul lail) sebagai tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ketempat terpuji’’.

Qiyamul lail atau sholat malam sebagaimana penjelasan ayat diatas adalah ibadah sholat sunah yang sangat dianjurkan sesudah sholat wajib. Rosululloh menjadikan sholat malam adalah ibadah yang sangat menyejukkan hatinya, sebagai sarana berhibur  utama mengadukan segala doa dan permasalahan kepada Robb nya disaat hari yang hening. Dalam banyak riwayat Rosululloh melakukan sholat malam hingga kedua kakinya bengkak-bengkak saking lamanya. Syahdan Beliau adalah Insan yang dijamin masuk syurga, tetapi amalan-amalan Beliau sungguh luar biasa pantas, di banding kita umatnya yang senantiasa malamnya asik dibuai mimpi.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda ;“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat lail (malam).” [Hadits Riayat. Muslim no. 1163]

Dalam hal ini shalat tarawih dan witiradalah termasuk  sholat malam, bedanya sholat tarawih dikerjakan di bulan Romadhon, sedangkan bila di bulan lain maka di katakan sholat malam atau Qiyamul lail / tahajud. Syarat, sah, dan rukunnya juga bacaannya sama dengan kita mengerjakan sholat wajib. Tidak ada yang beda, kecuali niat dan waktunya. Dan perlu untuk ditekankan disini,  perihal niat adalah bahasa universal hati berupa tekad atau itikad, bukan lafaz atau ucapan. Rosululloh tidak pernah mengajarkan bahwa niat itu dengan ucapan ; ‘’Nawaitu, atau usholi’’. Dan kita sepakat contoh terbaik adalah apa-apa yang diajarkan oleh Beliau.

Pengertian Shalat Tarawih Dan Witir

Pengertian Shalat Tarawih Dan Witir
www.hadistislam.com

Tarawihsecara bahasa artinya pelan atau santai, bisa diartikan sholat bergembira karena dapat melaksanakaan puasa pada siang harinya. Sedangkan witir artinya ganjil, yaitu sholat malam yang dikerjakan dengan jumlah rokaatnya ganjil, juga merupakan penutup dari rangkaian sholat malam atau qiyamul lail.

Rosululloh disetiap sholat, khususnya sholat tarawih mengerjakannya dengan penuh penghayatan, dengan gerakan yang santai dan tumaninah, tidak tergesa-gesa baik bacaanya maupun gerakkannya. Sehingga dibanyak riwayat sampai kakinya bengkak-bengkak saking pelan dan lamanya beliau berdiri (sholat). Jika kita tidak mampu berdiri lama sebaimana Nabi Sholat, maka paling tidak dengan tumaninah (ada saat jeda disetiap gerakan sholat), jangan asal cepat selesai sehingga tumaninahnya hilang, padahal tumaninah termasuk mengiringi  rukun sholat yang 13, yang mana apabila salah satu rukunnya hilang maka sholat kita tidak sah. Riwayat dibawah ini mudah-mudahan bisa menjadi cermin ketika kita sholat, baik ketika sholat wajib maupun sholat sunah.

Dari Abu Hurairah; Nabi shallallahu’alaihi wasallam ketika masuk masjid, maka masuklah seseorang lalu ia melaksanakan shalat. Setelah itu, ia datang dan memberi salam pada Nabi shallallahu’alaihi wasallam, lalu beliau menjawab salamnya.

Beliau berkata, “Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat.” Lalu ia pun shalat dan datang lalu memberi salam pada Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Beliau tetap berkata yang sama seperti sebelumnya,“Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat.”Sampai diulangi hingga 3 kali.

Orang yang jelek shalatnya tersebut berkata, “Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!”

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam lantas mengajarinya dan bersabda ;

“Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur’an yang mudah bagimu. Lalu ruku’lah dan sertai thuma’ninah ketika ruku. Lalu bangkitlah dan ber-i’tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah serta thuma’ninah  ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma’ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma’ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu!.” (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).

Jumlah Rakaat Shalat Malam

Jumlah Rakaat Shalat Malam
www.tongkronganislami.net

Jumlah rokaat dalam sholat malam dalam hal ini (Bulan Puasa) kita katakan sholat tarawih itu ternyata bermacam-macam. Jadi berapa pun rokaat yang kita kerjakan bukan masalah selagi masih ada contoh dari Nabi Saw.

Sebaik-baik rokaat dalam sholat malam adalah 11 rokaat atau 13 rokaat dengan pengerjaan sholat yang lama. Berdasarkan hadits, ‘’Rosululloh mengerjakan sholat malam itu sebanyak 11 rokaat, maka yang demikian adalah sholat Beliau’’. (HR.Bukhori no 1147). Dalam riwayat lain menyebutkan, ‘’Rosululloh saw sholat malam sebanyak 13 rokaat’’. (HR.Bukhori no.1138) dan (HR.Muslim no.764). 11 rokaat itu bisa setiap 2 rokaat sekali salam, bisa juga setiap 4 rokaat satu kali salam.

Jumlah Rakaat Shalat Witir

Jumlah Rakaat Shalat Witir
abuabdurrohmanmanado.org

Witir sebagai penutup dari rangkaian ibadah sholat lail juga bermacam-macam rokaatnya, yang pastinya adalah ganjil, boleh 1, 3, 5, 7, 9 rokaat. Untuk lebih jelasnya mari kita simak hadits-hadits dibawah ini ;

Dari Aisyah ummul mukminin Ra, berkata ; Rosululloh biasanya sholat lail 11 rokaat, berwitir dari sholat itu dengan 1 rokaat.

Dalam riwayat lain di beritakan, Rosululloh biasanya sholat antara usai sholat isya yakni yang disebut sebagai ATAMAH – hingga fajar sebanyak 11 rokaat mengucapkan salam antara 2 rokaat dan berwitir 1 rokaat.( Diriwayatkan oleh Muslim  no. 736).

Berwitir dengan 3 rokaat dengan 1 kali salam dirokaat terakhir. Dari Abu Ayub Ra berkata Rosululloh bersabda ; ‘’Barang siapa ingin bewitir 3 rokaat, hendaknya ia melakukannya’’. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud  no. 1422. Diriwayatkan oleh An-Nasa’I dengan no. 1712. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan no. 1192. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya dengan no. 670. Diriwayatkan oleh Al-Hakim I : 302).

Juga hadits riwayat Abdulloh bin Kaab Ra, ‘’Bahwa Nabi Saw pada waktu witir membaca SABBIHIS MAROBBIKAL A’LA, pada rokaat kedua membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN, dan pada rokaat ke 3 membaca QUL HUWA ALLAHU AHAD, usai salam Beliau membaca SUBHANAL MALIKUL QUDDUS 3 KALI. (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam kitab Qiyamullail dan Shalat Sunnah Siang, bab Ikhtilafin naqilan li khabar Ubay Ibnu Ka’b fii witri 1201 dan dishahihkan dalam Shahih Sunnan An-Nasa’i oleh Al-Albani 1/372, dan lihat Nailul Authar 2/211,dan lihat Fathul Bari karya Ibnu Hajarada syawahid disana 2/481 dan Nailul Authar Asy-Syaukani 2/212).

Dijelaskan Bahwa Nabi Saw melakukan witir 3 rokaat dengan 1 kali salam pada rokaat terakhir. Sebab jika 2 kali salam akan menyerupai sholat Maghrib. (Dari Imam Abdul Aziz Ibnu Baz ketika mensyarah Ar-Raudh Al-Murbi’  2/188 dikala membahas witir 3 rakaat dengan satu salam, beliau berkata : “Namun jangan diserupakan dengan Maghrib, langsung saja”).

Rosululloh pernah melarang sholat sunah diserupakan dengan sholat maghrib. (Lihat Asy-Syarh Al-Mufti Al-‘Alamah Ibn Utsaimin 3/21).

5 rokaat dengan 1 kali salam dirakaat teakhir. Dasarnya adalah hadits dari Abu Ayub Al Anshory Ra, bahwa Rosululloh saw bwersabda ; ‘’witir itu hukum yang berlaku bagi setiap Muslim. Barangsiapa yang suka melakukan dengan witir 5 rokaat, hendaknya ia melakukannya. Barangsiapa yang suka witir dengan 3 rokaat, maka  lakukanlah. Dan barangsiapa yang suka berwitir dengan 1 rokaat,  hendaknya ia melakukannya. (Diriwayatkan oleh Abu Daud  no. 1442. Diriwayatkan oleh An-Nasa’i  no 1712. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no 1192. Dan diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya [ihsan] dengan no. 670. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al- Mustadrak I : 302-303).

7 rokaat dengan sekali salam. Aisyah Ra berkata ; ‘’Ketika Rosululloh berusia lanjut, dan  mulai gemuk, Beliau sholat dengan witir  7 rokaat’’. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shalatul Musafirin, bab : Jami’u Shalati no. 746 dan ini adalah bagian dari hadits itu).

Dalam riwayat lain hanya duduk diakhirnya saja. (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam kitab Qiyaamul Lail dan Tathawwu di Siang Hari, bab : Witir 7 Raka’at, no. 1718, dishahihkanoleh Al-Albani dalam Shahih An-Nasa’i I : 375. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad VI : 290 dari hadits Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha dengan lafazh : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir 7 atau 5 raka’at, tidak memisahkannya dengan ucapan atau salam. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya dalam kitab Iqamatush Shalah, bab : Riwayat tentang witir, 5, 7 atau 9 raka’at no. 1192, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah I : 197).

Jadi demikianlah beberapa dalil mengenai rokaat witir, dan masih banyak sekali dalil-dalil  lainnya yang mendukung bolehnya witir dengan variasi jumlah rokaat-rokat tadi.

Sunah-Sunah Dalam Mengerjakan Shalat Malam

1. Disunahkan bagi orang yang akan menunaikan sholat lail untuk bersiwak (gosok gigi) dan membaca ayat-ayat terakhir dari Surah Alie Imron mulai dari firman Allah ; ‘’Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (Ali Imron : 190) dibaca sampai akhir.

2. Disunahkan pula dengan doa shohih yang diajarkan oleh Nabi Saw, seperti ; ‘’Ya Allah bagimulah segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi beserta isinya, bagi Mu lah segala puji. Milik Mu kerajaan langit dan bumi (beserta segala isinya) bagiMu segala puji (Engkau) Pemberi cahaya langit dan bumi (serta segala isinya). bagiMu segala puji, Engkau penguasa langit dan bumi.

Bagimu segala puji Engkau lah Yang Maha benar, janji-Mu itu benar adanya dan pertemuan dengan-Mu itu benar adanya. Firman-Mu itu benar, Syurga itu benar, Neraka itu benar, para Nabi itu benar, Nabi Muhammad itu benar (utusanMu), Kiamat itu benar adanya.

Ya Allah, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku kembali, kepadaMu aku mengadu dan kepadaMu aku berhukum.

Ampunilah dosaku di masa lalu, masa yang akan datang, yang tersembunyi serta yang nampak (Karena Engkau adalah Maha Mengetahui itu dari pada aku).

Engkau lah Yang terdahulu dan Yang terakhir (Engkau Tuhanku) dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau atau tidak ada Tuhan (bagiku) kecuali Engkau.” (Hadits Riwayat. Bukhari no. 1120, 6317, 7385 dan Muslim no. 2717).

3.Hendaknya diawali dengan melakukan 2 rokaat yang ringan dan pendek, hingga muncul semangat untuk memanjangkan rokaatnya.

‘’Apabila salah seorang diantara kalian mendirikan sholat lail hendaklah membuka sholatnya dengan 2 rokaat yang ringan (membaca surat yang pendek dulu). (Hadits Riwayat. Muslim no. 768).

4. Merupakan sunnah, memulai shalat malam dengan doa yang shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ;

“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang Nasrani dan Yahudi) pertentangkan.

Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizinMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki” . (Hadits Riwayat. Muslim no. 770, Abu Dawud no. 767, Ibnu Majah no. 1357).

5. Disunahkan untuk memanjangkan sholat lail. Rosululloh ditanya ; ‘’Solat apakah yang paling baik ?’’ Rosululloh menjawab ; ‘’Yang panjang Qunutnya (lama berdirinya)’’. HR.(Muslim: 756). Qunut dalam hadits itu memiliki banyak arti berdasarkan banyak riwayat. Dalam Hadyus Saari Muqaddimah dari Fathul Baari oleh Ibnu Hajar hal. 305 (Cet. Daar Abi Hayyaan) pasal Qaf Nun disebutkan tentang makna qunut antara lain do’a, berdiri, tenang, diam, ketaatan,shalat, kekhusu’an, ibadah, dan memperpanjang berdiri. Pent.Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan.

6.Disunahkan membaca ta’awudz (perlindungan) ketika membaca ayat tentang azab, dengan ucapan ‘’Aku berlindung kepada Allah dari azab Allah’’ dan memohon rahmat ketika membaca ayat tentang rahmat. “Ya Allah aku meminta kepadaMu dari karuniaMu”Dan bertasbih ketika membaca ayat-ayat yang mengandung pujian tentang keMahasucian Allah. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (ayat) dengan tartil apabila beliau  melewati satu ayat tasbih maka beliaupun membaca tasbih. Apabila melewati ayat permohonan (tentang rahmat,red) maka beliaupun memohon. Dan apabila melewati ayat memohon perlindungan, maka beliaupun memohon perlindungan (bertaawudz)…” (Hadits Riwyat. Muslim no. 772).

7. Sangat dianjurkan wabil khusus disaat sholat malam bulan romadhon untuk meminta syurga dan berlindung dari siksa Neraka, dengan ucapan ; ‘’Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, aku memohon ampun kepada Allah, kami meminta syurga dan berlindung dari Neraka’’. Dan juga doa meminta cahaya dengan ucapan ; ‘’Ya Allah jadikan hati kami cahaya, di kedua mataku cahaya, di lisanku cahaya, di kedua telingaku cahaya, dikananku cahaya, di kiriku cahaya, diatasku cahaya, dibawahku cahaya, didepanku cahaya, di belakangku cahaya, dan jadikanlah diri kami cahaya, dan agungkanlah untukku satu cahaya’’ (Hadits shahih).

Notes; untuk doa atau bacaan dalam teks arab nya, silahkan merujuk pada kitab aslinya sesuai dengan apa yang telah kami cantumkan. Harap maklum.