Ini dia Bedanya Perang dan Kerusuhan yang Harus Kamu ketahui

bedanga perang dan kerusuhan

Sepintas seperti tiada beda antara perang dan kerusuhan. Laksana panas dan api atau sakit dan penyakit. Keduanya seperti saling terkait, tetapi tidak selalu. Api pastilah panas, tetapi setiap yang panas belum tentu api, tapi jika dikatakan mengandung unsur api, maka benar. Begitu juga sakit tidak selalu berkaitan dengan penyakit, walau setiap penyakit menimbulkan rasa sakit.

Perang adalah sesuatu yang dibenci manusia. Karena perang menimbulkan banyak kesengsaraan umat manusia. Merampas segala rasa damai dan merusak segalanya baik ekonomi, adab, maupun tatanan masyarakat. Perang juga meminta korban jiwa yang tak terhingga, baik militer ataupun rakyat sipil yang tak berdosa. Setidaknya yang selamat menjadi pengungsi untuk menghindari api peperangan. Seperti yang terjadi baru-baru ini dinegara Suriah dan Irak. Betapa perang telah mendorong terjadinya gelombang pengungsi besar-besaran menuju Negara-negara eropa yang damai dan makmur.

Kerusuhan pun sama sebagaimana perang menimbulkan korban dan penderitaan yang terkira. Keduanya sama-sama merampas kedamaian dan menimbulkan pengungsi. Lalu apa beda dari keduanya?

Perang

Perang adalah bertemunya dua kubu atau lebih tentara di medan perang atau tempur dengan kekuatan senjata untuk diperbolehkan saling membunuh musuh sebanyak-banyaknya, dan masing-masing kubu terikat dengan norma dan hukum. Jadi sedahsyat apapun perang berkecamuk masih ada hukum atau aturan yang  mengikat dan wajib dipatuhi oleh masing-masing kubu. Contoh; Dilarang ; menggunakan senjata kimia dan biologis, bom Nuklir, bom fosfor putih, napalm(bom bakar), dan semua senjata yang berpotensi menyiksa dan membawa tragedi kemanusiaan, Tentara yang menyerah dan meletakan senjata, maka tidak boleh dibunuh tetapi boleh dijadikan tawanan perang, Wanita, orangtua dan anak,anak tidak boleh dibunuh, Petugas Medis, Wartawan, Petugas Sosial tidak boleh dibunuh. Dengan kata lain orang sipil yang tidak bersenjata  haram dibunuh, kecuali terbukti menjadi mata-mata musuh.

Perang adalah legal atau sah baik dari kacamata  agama maupun negara dan dilakukan oleh orang khusus yang terlatih yaitu Tentara / Prajurit. Apabila Penguasa mengumumkan maklumat perang. Maka pantang bagi Prajurit untuk berbalik arah. Sedangkan Kerusuhan itu ilegal tidak sah bersifat chaos tidak ada aturan apapun.  Siapa saja terlibat, main bunuh, main bakar seenaknya. Contohnya kerusuhan Dayak-Madura di Kalimantan.

Perang akan melahirkan Pahlawan dan epos. Sedang kerusuhan melahirkan Penjahat dan trauma.

Itulah sebabnya masing-masing Negara boleh mendirikan  angkatan perang  sekuat mungkin secara sah dan terorganisir rapi. Ada Panglima, Jenderal,  Komandan  dan Prajurit.. yang mana mereka adalah orang-orang terlatih secara mental dan fisik serta tahu adab dan siasat perang. Untuk tugas Perang ataupun non tempur / Hankam dan tugas-tugas mulia lainnya.

Kerusuhan

Kerusuhan adalah keadaan yang kacau balau / chaos akibat adanya provokasi atas nama sentimen agama, kesukuan, gap sosial, kecemburuan ekonomi, perebutan lahan / wilayah kekuasaan, dsb. Makin beragamnya suatu masyarakat maka peluang terjadinya kerusuhan makin besar, apalagi jika ditunggangi oleh sentimen agama, atau kesukuan, maka akan sangat mengerikan bisa menyulut dan menyeret banyak fihak. Hal yang sepele seperti preman pasar yang kelahi rebutan lahan parkir bisa membesar hanya karena preman tsb membawa nama suku, apalagi jika suku tsb identik dengan agama tertentu. Tidak dipungkiri dinegara kita banyak suku mengidentikan dengan agama tertentu. Dan telah terjadi dimasa lalu di Ambon, Poso, Kalimantan, Papua, bagaimana kerusuhan yang membawa kedua unsur tadi menimbulkan trauma dan kepahitan yang mengoyak rasa kemanusiaan. Dapat dipastikan dimanapun kerusuhan itu terjadi dan membesar maka ada provokator nya. Hanya saja sangat sulit mengungkap who is the real men karena sangat rapi atau berhubungan dengan kekuasaan.

Jadi intinya Perang dan kerusuhan bisa dikatakan adalah antara perkara Legal dan ilegal namun hasilnya sama yaitu kehancuran. Sebanyak apapun tentara membunuh musuh di medan perang maka mereka tetap tentara, bukan pembunuh. Jika gugur mendapat gelar pahlawan. kebalikannya di area kerusuhan yang ada  adalah istilah kriminal ; Pembunuh, Pembantai keji dan korban. Barbarisme tanpa kemuliaan apapun.

Faktanya seringkali sulit dibedakan mana perang dan mana kerusuhan. keduanya bisa bercampur dalam satu waktu. apalagi dalam kecamuk perang besar maka sangat sulit menegakkan aturan. Maka lahirlah yang disebut Penjahat Perang. Yaitu mereka Para Jenderal atau komandan perang yang memerintahkan bawahannya untuk melanggar hukum perang yang berlaku. Seperti genocide, menggunakan senjata kimia dll.

Bisa di analogi kan antar nikah dan zina adalah perkara Legal dan ilegal. Sama menghasilkan anak yang satu anak kebanggaan dan yang lainnya anak haram. Perang melahirkan kan pahlawan dan kerusuhan melahirkan bandit tanpa kehormatan apapun.

Maka tak heran jika perang bukan hanya perkara Negara saja, tetapi agama apapun memberi konsep dan melegalkan perang. Termasuk Islam. Dalam Islam Perang adalah untuk melindungi agama, umat, tanah air dan harga diri, juga jalan terahir untuk menumpas ke bathilan dengan tidak melampaui batas. Jika Islam diperangi, jika umat Islam diusir dari tanah kelahirannya, maka wajib atasnya berJihad baik dalam keadaan  ringan maupun berat, Suka ataupun terpaksa. Hukum Perang dan tawanan juga hak azazi manusia berasal dari konsep Islam yang kemudian di adopsi oleh Dunia internasional.