Kanker Rahim Keok Oleh Jamur Dewa

Kanker Rahim / uterus cancer, merupakan monster pembunuh tertinggi kaum Hawa. Menyerang diam-diam tanpa rasa sakit di stadium awal baru setelah di stadium lanjut dengan tanpa ampun membunuh sipenderita. Jarang sekali nyawa wanita dapat tertolong akibat serangan kanker ini, karena kebanyakan wanita tidak menyadari kehadiran kanker itu, baru setelah terlanjur mencapai stadium lanjut baru merasakan ada kejanggalan di rahimnya. Sampai hari ini kanker Rahim tetap menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kaum hawa. Reputasinya yang mengerikan sehingga kepiting ganas ini digelari ‘’The silent lady killer’’ atau pembunuh senyap para wanita.

Untuk menyelamatkan nyawa biasanya para dokter akan mengangkat Rahim si penderita dengan resiko yang bersangkutan tidak akan dapat punya anak lagi, jika wanita tersebut masih muda dan belum punya anak tentu keputusan ini sangat dilematis alias memakan buah simalakamah. Itupun tidak menjamin 100 % sudah bebas dari ancaman kanker ganas tersebut. Dikarenakan bibit-bibit sel kanker yang sudah menjalar kemana-mana, dan ada dalam darah bisa balik lagi, kemudian akan menyerang diwaktu yang akan datang. Maka biasanya para dokter akan menganjurkan terapi lanjutan yaitu dangan terapi penyinaran  sinar laser dan kemotheraphy untuk membunuh sisa-sia /  bibit sel kanker yang terlanjur ada dan bersemayam dalam tubuh.

Pemicu Kanker Rahim dan Gejalanya

Menurut dr. Arie Udoyono, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro Semarang. Pemicu Kanker Rahim biasanya siklus hormonal. Hal lain yang turut memicu antara lain ; Infeksi, trauma, kehamilan yang terlalu sering, atau jarak kehamilan yang terlalu dekat. Kanker Rahim rawan menyerang pada usia matang diatas 30 tahun, tetapi kehamilan dibawah usia 20 tahun pun rentan akan resiko kanker ini. Bukan hanya membahayakan janin, ibu hamil diusia yang terlalu muda pun beresiko karena organ reproduksinya belum sempurna. Ujarnya.

Penyakit pada organ reproduksi wanita paling susah dideteksi karena umumnya gelajanya mengikuti ritme menstruasi. Haid pada wanita yang datang tidak teratur, terlalu cepat atau mundur dari biasanya, kemudian sering disertai rasa nyeri  yang hebat. Jika hal ini sering terjadi ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter, karena boleh jadi berpotensi adanya gejala serangan kanker Rahim. Begitu juga seorang gadis yang terlalu dini mengalami mentruasi dibawah usia matang fisik yaitu dibawah 12 tahun rawan terkena kanker Rahim, begitu juga jika terlalu lambat diatas 27 tahun baru mengalami haid juga rawan terkena kanker Rahim. Apalagi jika pola hidup yang tidak sehat, seperti pergaulan bebas, lalu pernah menggugurkan kandungan, maka resiko tersebut akan bertambah.

Profil Jamur Dewa Penyelamat Rahim

Kanker Rahim Keok Oleh Jamur Dewa
geekswithblogs.net

Jamur dewa ( Agaricus Blazei) bentuknya dan warnanya sepintas mirip jamur tiram, batangnya putih, dengan daun semu berbentuk kubah (cawan terbalik) berwarna putih dengan bercak-bercak  warna coklat muda hampir merata.

Uji Klinis

  1. Hetland dan rekan dari Departement Imunologi Kedokteran Tranfusi, Oslo University Hospital, Ullevar,Norwegia. Jamur dewa mengandung Banyak modulator respon kekebalan antara lain ; Proteoglikan, dan Betaglikanyang merupakan stimulator ( zat perangsang ) kuat sel-sel Makrofag (salah satu sel darah putih yang membersihkan tubuh dari partikel mikroskopis yang tidak diinginkan).

Zat betaglikan juga terkenal sebagai zat anti tumor, begitu juga proteoglikan dan orgesterol, dua zat lain yang terkandung dalam jamur dewa. Adapun ß-1,3 / 1,6 glikan (baca betaglikan) yang banyak beasal dari jamur dan khamir (jamur ragi) banyak diteliti khasiatnya dalam uji klinis untuk kanker sebelumnya. Penelitian khasiat jamur dewa oleh Ohno N dan rekannya yang termuat dalam bulletin Farmasi Biologi International ( International Biologi Pharmacy Bulletin ) menyebutkan bahwa khasiat anti tumor jamur dewa karena adanya zat ß-1,3 glikan. Selain itu kandungan ß 1,6 glikan dalam jamur dewa memicu penyusutan sel tumor tikus, sementara konsumsi harian ß-glikan mengurangi perjalanan spontan sel kanker Rahim dan paru-paru tikus.

Saksi Keampuhan Jamu Ekstrak Jamur Dewa

Sugiarti, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun, dan berprofesi sebagai Penjahit baju. Warga Desa Kebunlima, Kecamatan Bukit kerman, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Kerap merasakan sakit perut, nyerinya sampai menjalar di dada. Rasa sakit itu makin meggila ketika haid. Karena tidak tahan menanggung rasa sakit yang luar biasa ia pun memeriksakan diri ke dokter. Tetapi Dokter belum dapat menemukan pemicu sakitnya, dugaan sementara mungkin karena adanya sisa darah kotor sisa persalinan yang tertinggal dalam Rahim. Itulah sebabnya ahli medis hanya memberikan obat analgesic.

Nyeri itu memang sempat hilang beberapa tahun. Tidak dinyana rasa sakit itu kembali muncul pada 2011, bahkan lebih nyeri dibanding sebelumnya. setiap hari badan Sugiarti merasa lesu dan tidak fit. Rasa sakit ketika haid juga kambuh lagi dengan lebih parah. Untuk mengatasi itu ia hanya meminum obat analgesic yang dijual bebas. Puncaknya pada September 2014, ketika ia pingsan lantaran tak kuat menanggung sakit diperutnya.

Suparyono Sang Suami pun akhirnya membawanya ke rumah sakit. Pemeriksaan Ultra Sono Grapi (USG) menguak keberadaan kanker Rahim Sugiarti. Dokter kandungan pun menganjurkan pengangkatan Rahim paling lambat sebulan sejak pemeriksaan itu.

Batal Operasi

Saat dirawat di rumah sakit, seorang teman menyarankan Sugiarti meminum jamu jamur dewa sebagia alternative. Demi kesembuhan iapun mencoba. Sugiarti mengonsumsi 1 tutup botol ekstrak jamur dewa setiap 2 jam. Tanpa menunggu lama pengaruhnya tampak. Ia merasakan sekujur tubuhnya panas, perutnya semakin terasa nyeri, sepekan sejak pertama kali mengonsumsi, ia mengalami pendarahan hampir setiap hari.

Pada hari ke-20 – 30, pendarahan mencapai puncak. ‘’Darah yang keluar kehitaman dan bergumpal-gumpal.’’ Kata Suparyono yang selalu mendampingi Istrinya. Ia menghabiskan 9 botol isi 330 ml, selama sebulan. Namun pendarahan terakhir membuatnya merasa ngeri dan merasa tidak cocok. Keluarga yang merasa was-was pun mendorong Sugiarti menjalani operasi Pengangkatan kanker Rahim.

Pada oktober 2014, tepat sebulan setelah pemeriksaan pertama, Sugiarti ditemani sang ayah berangkat ke rumah sakit, untuk menjalani operasi pengangkatan kanker Rahim. Sesaat sebelum operasi dokter melakukan observasi terakhir. Ternyata dokter membatalkan operasi dan menyuruh Sugiarti kembali keruang perawatan.

Keputusan dokter membuat Suparyono yang datang belakangan meradang. Dia menuduh keputusan dokter lantaran dugaan ketidak mampuan dalam membayar biaya operasi, ia pun mendatangi dokter tsb dengan menyerahkan setumpuk uang. Diluar dugaan dokter menjelaskan dengan sabar hasil dari USG, hasil terakhir dari citra pemindaian itu menunjukan bahwa, Rahim Sugiarti telah bebas dari benjolan ganas yang sebelumnya bercokol disana. Alih-alih melakukan operasi dokter malah menyuruh mereka berkemas dan pulang. Sugiarti kini bebas dari sel kanker Rahim lantaran meminum ramuan sari jamur dewa.(MS)

Pencarian Terbaru:

  • gambar jamur dewa
  • jamur dewa
  • jamur di rahim