Fiqih Serta Pengertian Qurban Dalam Islam Lengkap Beserta Manfaat dan Tata Caranya

Pengertian Qurban. Bismillahirohmanirohim, Segala puji bagi Alloh Zat yang maha memberi rizqi dan hidayah.Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah keharibaan Muhammad Rosululloh saw, beserta para Sahabatnya, dan Pengikut Sunnahnya hingga akhir zaman.

Salah satu amalan utama di bulan Dzulhijah terutama pada hari raya Idul adha adalah berkurban, yaitu dengan memotong atau menyembelih hewan kurban seperti ; Onta, kambing, sapi, kerbau. Dan yang lazim untuk dijadikan hewan kurban adalah hewan ternak yang berkaki empat dengan ukuran sedang seperti kambing, hingga  yang berukuran besar seperti unta, sapi, dan kerbau.

Khusus untuk tanah air tercinta ternak pavorit untuk berkurban adalah; kambing, biri – biri, sapi dan kerbau. Tak heran dimusim berkurban hewan – hewan tadi, terutama kambing menjadi barang yang sangat dicari oleh konsumen. Kambing menjadi ternak pavorit karena harga kambing relative lebih terjangkau oleh semua kalangan, dan berikutnya sapi biasanya  dengan patungan bertujuh.

Ditanah Arab dan sekitarnya unta, dan kambing / domba,  menjadi ternak utama sebagai hewan kurban. Karena memang disana tersedia dengan baik kedua hewan tadi. Tetapi jangan khawatir secara syar’i berkurban itu, sebagaimana sejarahnya dalam kisah Nabi Ibrohim dan Ismail adalah dengan kambing gibas / domba. Intinya hewan yang mana saja asal hewan tsb halal sesuai kemampuan, dan masih dalam koridor tuntunan Nabi,  maka itu sah dan berpahala. Niat juga sangat penting yakni berkurban semata – mata karena taat atas perintah Alloh semata, bukan karena yang lain.

Qurban atau dalam bahasa kita kurban adalah syariat Nabi Ibrohim as. Kata qurban berasal dari kata qoroba yang artinya sama dengan qorib (dekat). Dalam kata sehari – hari kita sering mengucapkan “Sahabat karib” yang maknanya “Sahabat dekat”, dan kedua kata tsb serapan dari kata Arab, sehingga mudah kita memahaminya. Maka bisa kita fahami hakekat kurban adalah sarana  untuk  taqorrub, atau mendekatkan diri kepada Ilahi.

Baca Juga: Tentang Kematian dan Hikmahnya yang Perlu Anda Tahu

Adapun kurban disyariatkan pada tahun kedua setelah Nabi Saw hijrah ke Madinah, melalui turunnya surah Al-Kautsar. Maka sejak itu ibadah kurban menjadi bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam.

Al-Kuatsar

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah [1605].
  3. Sesungguhnya Orang – orang yang membenci kamu dialah yang terputus [1606].

[1605] Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

[1606] Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah. ( QS. Al Kautsar 1-3 ).

Manfaat Dan Pahala Berkurban

Manfaat Dan Pahala Berkurban
sidomi.com

Nabi SAW bersabda kepada Aisyah : ‘’Hai Aisyah, majukanlah hewan kurbanmu dan saksikanlah, sebab sejak tetes  pertama darah hewan kurban itu jatuh ke bumi, Alloh mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu.jawab ‘Aisyah : “apakah hal itu khusus bagi kami  ataukah bagi umumnya orang mukmin, ya Rosul?

Beliau menjawab : “ya berlaku bagi kami dan umumnya kaum mukmin”. & Wahab bin munabbih berkata: Nabi Daud  as, berkata “Ya Alloh,sebesar apakah  pahala orang yang berkurban dari umat Nabi muhammad saw?‑jawabNya :”aku memberi pahala  kepadanya, setiap bulu dari badan hewan kurbannya 10 kebaikan, aku hapus 10 keburukan, serta kunaikan 10  derajat, baginya setiap rambut menjadi  gedung di surga, Seorang bidadari yang  ayu dan kendaraan bersayap  berkecepatan tinggi,ia kendaraan ahli  surga…”(zahratul riyadl).

Nabi SAW bersabda : “Siapa sholat seperti yang  kulakukan, dan beribadah  seperti  yang kulakukan,berarti ia termasuk  golonganku. dan siapa tidak shalat  sebagaimana yang aku lakukan,dan  enggan berqurban,berarti ia bukan  jama’ahku, jika ia termasuk orang kaya”. Diriwayat lain Beliau juga bersabda:

‘’Ingatlah bahwa kurban itu termasuk  amal-amal penyelamat, yang‑menyelamatkan Pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat”. (zubdatul wa’idhin).

Manfaat berqurban:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi Alloh Ibrahim a.s.
  2. Mendidik hati ke arah taqwa guna mendekatkan diri kepada Alloh.
  3. Mengikis sifat tamak dan melahirkan sifat murah hati serta berjihad di jalan ALLoh.
  4. Menghapuskan dosa dan mengharap ridhoNya.
  5. Menjalinkan tali kasih sayang sesama manusia.

Hukum Berkurban

Hukum Berkurban
www.arrahmah.com

Sebagaimana pendapat jumhur Ulama, selain Abu Hanifah,  hukum menunaikan ibadah kurban adalah sunnah muakkadahyang maknanya sunah yang sangat dianjurkan, atau amalan sunah yang mendekati wajib. Rosululloh saw bersabda ;

“3 hal yang menjadi kewajibanku dan sunah atas kalian adalah ; Sholat witir (sholat malam), Nahr (Kurban), dan sholat dhuha”. ( HR. Ahmad, Hakim dan Daruquthni ).

Dalil diatas adalah dalil sunahnya, adapun dalil yang menguatkan sehingga dihukumi sunnah muakadah adalah  Sabda  Nabi saw  ;

“Barangsiapa yang memiliki kelonggaran ( harta ) dan tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami”. (HR. Ahmad dan Ibn Majjah).

Tetapi jika anda bernazar (berjanji) maka hukumnya menjadi wajib bagi anda, misal anda punya qaul (ucapan), “Jika tahun ini saya untung berniaga, maka saya akan berkorban dengan 1 ekor kambing”. Maka jika syarat terpenuhi, yaitu perniagaan anda untung, maka wajib untuk berkorban sesuai qaul yaitu dengan 1 ekor kambing.

Syarat Untuk Menunaikan Kurban

Adapun syarat – syaratnya adalah sebagai berikut:

  1. Orang diluar Islam jika ikut – ikutan berkorban, atau menyumbang hewan ternak untuk korban maka tidak sah menurut Islam. Misal Seorang Gubernur, atau Bupati non Muslim yang terikat dengan protokoler dan ia harus mengikuti kegiatan kurban sebagai dinas, kemudian ia turut menyumbang beberapa ekor sapi di suatu instansi atau masjid, maka secara hukum dunia adalah baik, tetapi secara hukum Islam tidak sah.
  1. Baligh. Anak – anak yang belum sampai akalnya maka tidak disunahkan.
  1. Berakal sehat. Berkorban harus dengan kesadaran tinggi, maka orang yang tidak berakal sehat seperti Orang gila, depresi tinggi, disorientasi, dsj tidak disunahkan.
  1. Mampu. Mampu disini adalah punya kelonggaran harta atau ternak, terutama pada saat itu, sehingga tidak merasa berat hati apalagi terpaksa.

Waktu dan Tehnik Penyembelihan Hewan Kurban

Hewan – hewan kurban (Udhiyah) adalah disembelih pada hari raya kurban (10 Dzulhijjah) dan pada hari tasyrik (11,12,13 dzulhijjah). Hewan kurban boleh dipotong mulai kira – kira lewatnya waktu yang cukup untuk melakukan sholat 2 rokaat atau 2 khutbah yang cepat, terhitung dari terbitnya matahari di tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan terbenamnya matahari akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).  Sedangkan waktu utama penyembelihan hewan kurban adalah waktu matahari sepenggalahan naik (setinggi tombak) menurut mata memandang di hari raya Idul-adha.

Dengan ketentuan penyembelihan sesuai syariat Islam yakni dengan menajamkan pisau dan tidak melakukan tindakan yang membuat hewan ternak tersiksa terutama waktu proses pra penyembelihan. Ini perlu dipikirkan tehnik yang ramah agar ternak sesejahtera mungkin sebelum disembelih.

Selama ini hewan ternak terutama sapi karena memiliki badan dan tenaga yang kuat seringkali seperti dikeroyok ramai – ramai, lalu ditumbangkan dengan cara yang kasar, diikat kakinya dan ditindih dengan kayu, cara ini jelas membuat hewan ternak sangat ketakutan dan panic, dan ini belum sesuai syariat Islam.

Apalagi penyembelihan itu disaksikan oleh ternak lainnya yang masih hidup, jelas ini sangat meng intimidasi psikologi ternak itu. Maka sangat penting agar dicari cara yang inovatif mengenai tehnik penyembelihan yang Islami yakni ; ternak tidak merasa tersakiti, tidak merasa terancam jiwanya, sesejahtera mungkin. Dengan demikian ternak itu akan mati dengan ihlas dan tidak tersiksa.

Tehnik penyembelihan yang benar sesuai syariat adalah; selain menajamkan pisau, sebisa mungkin dengan sekali gesek pisau tsb telah dapat memotong jalan nafas (tenggorokan), dan selanjutnya memotong jalan makan (kerongkongan),dan urat – urat dibelakangnya sampai menyentuh tulang leher. Usahakan agar darah dapat mengalir lancar sampai tuntas. Dan setelah ternak dipastikan mati dengan tidak ada nafas, detak jantung, serta tidak bergerak sama – sama sekali, barulah boleh dikerja untuk proses berikutnya, seperti menguliti, memotong anggota tubuhnya,  dll sampai menjadi daging siap distribusi kepada yang berhak.

Konon berdasarkan Penelitian,  kwalitas daging ternak yang dipotong dengan cara Islami, yaitu dengan cara – cara ramah seperti diatas  ikut menentukan kwalitas dagingnya ;  lebih sehat, kenyal, bergizi, dan lebih tahan lama.

Dibolehkan bagi Orang yang berkurban untuk menyerahkan maksudnya, atau pelaksanaannya kepada Orang sudah Tamyiz ( Dewasa), atau  Panitia kurban baik ia sebagai wakil atau bukan.

  1. Bagi laki – laki sunahnya Si Pengorban yang melakukannya sendiri. Karena ittiba (mengikuti) kepada Rosul.
  1. Bagi wanita sunah untuk diwakilkan, dan sunah baginya untuk menyaksikan proses pemotongan yang dilakukan oleh wakilnya.

Syarat dan Rukun Menyembelih Hewan Kurban

  1. Memotong hulqum (tenggorokan), dan Mari (jalan makanan). Hal ini jika hewannya maqdur (mampu dikendalikan), dan sunahnya memotong wajadain ( dua otot yang disamping kanan-kiri).
  1. Syarat orang yang menyembelih ; Islam, atau orang yang halal dinikahi orang Islam.
  1. Jika hewannya ghoiru maqdur (tidak jinak), maka disyariatkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan (tidak dianjurkan) sembelihannya orang buta atau anak – anak yang belum tamyiz.
  1. Syarat hewan yang disembelih ; hewannya dari jenis yang halal, masih memiliki hayyatun mustaqirroh (kehidupan yang masih tetap tidak koma, ataupun pingsan).
  1. Alat untuk menyembelih ; yaitu segala sesuatu yang bersifat tajam dan mampu merobek atau melukai selain tulang.
  1. Proses penyembelihan didahului dengan ; membaca bismillah, bersholawat atas Nabi, menghadap qiblat (hewan maupun orang yang menyembelih), membaca takbir 3 kali bersama-sama, berdoa agar kurbannya diterima oleh Alloh swt.
  1. Rukun berkurban ialah ; dzabhu (Pekerjaan menyembelih), dzabih (Orang yang menyembelih), hewan yang disembelih, dan alat penyembelih.

Syarat – Syarat Untuk Hewan Kurban

Syarat utama adalah secara real ada hewan ternak yang dimiliki  yang akan dipotong sebagai hewan kurban, baik dengan merawat sendiri ataupun membeli. Jika ada yang membayarkan sejumlah uang seharga kambing atau sapi, namun secara real ternaknya tidak ada, maka itu belum dikatakan berkurban. Karena syariat berkurban adalah memotong hewan ternak, bukan dengan uang. Kecuali uang, atau hasil iuran berhasil  mendapatkan ternak yang dimaksud, maka sah.

Ternak yang akan dijadikan hewan kurban hendaknya terpenuhi aspek yang ter-ideal, bahkan sangat afdhol jika ternak itu adalah ternak yang paling anda sayangi (Mengambil spirit Ibrohim ketika Beliau rela mengorbankan Putra kesayangannya Ismail) , sbb ; sehat, tidak cacat, gemuk, jantan (meski yang betina juga tidak apa – apa), dll yang dimata semua orang adalah ternak ideal, juga sampai umur dengan penjelasan berikut ini ;

  1. Domba (dlo’nu) apabila sudah berumur 1 tahun sempurna dan akan memasuki tahun ke 2.
  1. Kambing kacang jenis kecil (Ma’zu) apabila sudah berumur 2 tahun sempurna dan akan memasuki tahun ke 3.
  1. Sapi apabila sudah berumur 2 tahun sempurna, dan akan memasuki tahun ke 3. Untuk 1 ekor Sapi , atau Onta dapat mencukupi untuk korbannya 7 orang secara patungan. Sedangkan 1 ekor kambing hanya mewakili untuk 1 Orang saja (tidak boleh patungan).

Satu Orang yang berkorban dengan 1 ekor kambing, lebih utama dibanding Orang yang berkurban dengan sapi / unta secara musyarokah (patungan).

Sebab Ternak Tidak Sah Untuk Hewan Kurban

Berikut ini menjadi sebab hewan ternak anda tidak layak dijadikan hewan kurban, untuk itu penting untuk diperhatikan, ialah ;

  1. Hewan yang buta kedua / salah satu matanya.
  1. Hewan yang pincang salah satu Termasuk akibat penumbangan kasar ketika akan disembelih, atau terjatuh ketika akan diturunkan dari truk.
  1. Hewan yang sakit baik karena penyakit atau karena musim, terpukul, terjatuh dll. Jika ternak sakit karena penyakit itu juga dapat berpotensi menularkan penyakit kepada Manusia sehingga tidak layak di jadikan hewan kurban / konsumsi.
  1. Ternak yang sangat kurus meskipun sehat dan tidak cacat, karena yang akan dibagi adalah dagingnya bukan tulangnya semata.
  2. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
  3. Ternak yang terputus sebagian atau seluruh ekornya. Jika yang terputus atau pecah adalah tanduknya maka tetap sah.

Catatan Penting

  1. Daging kurban tidak boleh dibagikan kepada non Muslim, meski dijual, hal ini karena hewan kurban dan dagingnya bersifat syar’I (ibadah) dan bernilai taqorrub kepada Alloh.
  1. Disunahkan Pengkorban melihat cucuran darah hewan kurban.
  1. Disunahkan Pengkorban tidak memotong kuku, rambut dari hewan kurban sampai hewan di potong.
  1. Mengingat begitu besarnya pahala berkurban,hendaknya kita segera  berkurban jika sudah punya kelebihan  Selain sebagai kendaraan kita di akherat nanti, berkurban juga  sebagai bentuk kepedulian sosial ‑terhadap orang-orang yang tak  mampu,terutama bagi mereka yang tak mampu membeli daging.

Yang benar datang dari Alloh dan RosulNya, dan jika ada kesalahan datang dari kedhoifan Si Penulis itu sendiri dan InsyaAlloh bukan faktor kesengajaan. Semoga Bermanfaat.

Pencarian Terbaru:

  • jelaskan pengertian qurban dengan lengkap
  • materi kurban paling lengkap
  • pengertian qurban lengkap beserta dalilnya