Rudolf Diesel, Penemu Mesin Diesel

Penemu Mesin Diesel – Semakin panas semakin bertenaga inilah dia kehebatan mesin diesel. Diantara semua jenis mesin berpiston, mesin diesel adalah yang paling bertenaga dan paling hemat bahan bakar dibanding mesin bensin. Tak heran mesin ini menjadi andalan untuk menggeluti kerja berat. Sebagai mesin kapal laut, dari yang sedang sampai kelas pulau berjalan, bahkan untuk mesin temple perahu nelayan. Didarat  kendaraan sedang dan berat pilihannya jatuh kepada mesin diesel, dari ; truk, bus, truk tronton, truk container, Kereta api. Sampai alat-alat berat seperti;  traktor, dozer, eksa, forklip, glader, dll diesel menjadi mesin andalan yang tangguh dan terpercaya. Diberbagai daerah yang tidak tersedia PLTA ataupun PLTU mesin diesel menjadi pembangkit tenaga listrik yang dikenal dengan nama PLTD.

Rudolf Diesel, Penemu Mesin Diesel
biografi-penemu-terkenal-dunia.blogspot.com

Sungguh banyak sekali jasa mesin ini bagi kehidupan Manusia, hampir menyentuh setiap lini, dari pertanian, kontruksi, sampai transportasi. Mesin diesel kini dan nanti menjadi tenaga bagi manusia menangani pekerjaan berat guna membangun peradaban. Kuat, hemat, tangguh dan tidak rewel, serta lebih mudah perawatan, mesin ini benar-benar tak tergantikan.

Maka tidaklah berlebihan jika kita semua ingin tahu, siapa sosok hebat dibalik terciptanya mesin ini ?. Tentu dibalik setiap kehebatan alat alat ini ada sosok yang paling bertanggung jawab. Sosok brilian yang punya daya juang luar biasa. Saya katakan, mereka – mereka yang seperti ini, bukan sembarang orang, tetapi Manusia istimewa yang dikirim oleh Tuhan untuk membuka rahasia alam.

Dialah Rudolf Karl Christian Diesel, atau lebih dikenal dengan nama Rudolf Diesel, Lelaki  berkebangsaan Jerman Penemu Mesin Diesel. Diesel lahir di Paris-Perancis pada tanggal 18 maret 1958 dari Pasangan Ayah bernama Theodor Diesel dan Ibu Ellise Diesel. Dia meninggal secara misterius, tanggal 19 september 1913,  pada usia 55 tahun di perairan selat Inggris – Jerman, ketika ia berlayar menumpang kapal fery saat dalam perjalanan  menuju Inggris. Sebuah akhir hayat yang tragis, namun tidak dengan prestasinya.

Mesin Gebugan Tinggi

Saat itu dalam pikiran, Diesel membayangkan sebuah mesin yang bekerja dengan prinsip gebukan tinggi (Baca kompresi tinggi) secara nir busi. Tetapi cukup dari gebugan tinggi itu bahan bakar akan menyala dengan sendirinya, karena adanya peningkatan suhu secara massif diruang bakar. Atas jerih payahnya pada decade akhir abad 19 ia berhasil mempatenkan sebuah purwarupa mesin yang dinamai  Mesin Minyak, tepatnya pada tanggal 23 februari 1893. Ia menamakan alat ini mesin minyak karena mesin ini menggunakan BBM nabati seperti minyak kacang, minyak ganja, minyak sawit dll, minyak minyak ini kemudian di sebut biodiesel.

Tetapi jangan dibayangkan mesin diesel pertama ini seperti sekarang. Nenek moyang mesin diesel bentuknya masih aneh dan kelihatan ringkih, adapun mesin diesel sekarang adalah mesin diesel yang sudah berevolusi menjadi lebih simple, kokoh dan praktis. Semua perlu tahapan dan penyempuranaan. Inilah hukum alam.

Kemudian bahan bakarnya juga tidak lagi menggunakan minyak nabati, tetapi menggunakan minyak bumi yang dikenal dengan nama solar. BBM solar merupakan sisa – sisa dari penyulingan Minyak Bensin – kerosin (Minyak tanah) – solar, dimana keraknya berupa residu yang dinamakan olie, dan aspal yang terbawah. Olie dijadikan minyak pelumas dan aspal untuk pengeras jalan raya.

Pada masa itu solar dianggap tidak bernilai sama sekali, seperti dianggap limbah. Akan tetapi setelah ditemukannya jenis mesin diesel barulah orang tersadar akan manfaat solar ternyata berdaya guna tinggi. Sekarang jangan di tanya perihal solar…berebut !

Keluarga Pengrajin kulit

Kisah kecilnya Rudolf diesel berada di Paris – Perancis, tetapi ia adalah seorang Jerman yang bermukim disana.  Keluarganya mencari nafkah sebagai Pengrajin kulit. Sebagai kota mode Paris pastinya lebih menjanjikan bagi kalangan Pengrajin kulit. Mungkin inilah salah satu alasan keluarga Diesel bermukim disana. Namun nasib berkata lain. Dari anak Pengrajin kulit justru lahir seorang Insinyur jenius yang sangat berbakat yang mampu mengubah dunia.

Pada tahun 1870, saat dia berusia sekitar 20 tahunan, masih unyu-unyu, Diesel sudah mendapat Penghargaan berupa Medali Perunggu dari Societe Pour L’ Instruction Elementaire atas beberapa karya ilmiyahnya yang cemerlang.

Tetapi sayang pada tahun itu juga Pemerintah Perancis membuat Undang-undang   tentang Imigran asing. Akhirnya mau tidak mau memaksa Keluarga Diesel harus hijrah ke London – Inggris karena gagal memperpanjang visa tinggal.  Hanya sebentar disana Rudolf kemudian hijrah seorang diri ke Jerman untuk melanjutkan belajarnya. Di Jerman Rudolf tinggal bersama Paman dan Bibinya yang juga seorang gurunya di Gewerbsschule dikota Augsburg. Tak lama berselang pecahlah perang Jerman – Perancis, sehingga praktis selama itu ia tak dapat berkunjung menemui keluarganya.

Pada tahun 1872 kecemerlangan Diesel mulai bersinar, ia diakui sebagai seorang calon mekanik handal. Ia menjadi salah satu  siswa yang menyandang sebagai lulusan terbaik di sekolah Gewerbsschule. Lulus dari sekolah Gewerbsschule. Rudolf akhirnya melanjutkan Kuliah di Polytehnik  Kerajaan Bavaria di Kota Munchen Jerman. Dan hal yang sangat ia syukuri adalah berakhirnya perang Jerman – Perancis kala itu, sehingga ia dapat berkunjung kembali ke Paris guna menemui keluarganya di sana.

Namun seperti kata pepatah ‘’malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih’’ disaat ia harus mengikuti ujian akhir kuliahnya, pada tahun 1879 penyakit demam bedarah datang menyerang, sehingga ia dengan terpaksa harus menelan pil pahit. Ia tidak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaan itu.

Tetapi sekalipun gagal di ujian akhir, ia telah banyak menorehkan tinta emas selama ia berguru di sekolah tinggi itu, al ; pada tahun 1878 ia bersama Profesornya berhasil merancang sebuah cetak biru mesin uap dengan tingkat efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu.  Selain itu Rudolf juga giat menulis tentang Makalah-makalah ilmiah dan diterbitkan untuk khalayak.

Meniti Karir

Segera setelah ia sembuh, ia rupanya lebih tertarik untuk bekerja di bidang mekanik di Perusahaan Sulzer di Winterthour. Disana Ia mengembangkan mesin Pembuat es.

Akhirnya, apa yang patut ia raih pun digenggam, pada tahun 1880 ia berhasil lulus sebagai seorang enginer terbaik yang pernah ada di Institut polytehnik Muncen-Jerman, bahkan hingga kini.

Setelah lulus Rudolf memilih tinggal di Paris dimana kedua orang tuanya tinggal. Disana ia mendirikan cabang Pabrik pembuat es. Dia melakukan ini dengan sangat antusias, dan penuh suka cita, konon sampai ia rela untuk tidak dibayar.

Tetapi berkat semangat dan dedikasinya ini, boss Perusahan ini kepincut. Rudolf sepertinya menjalankan tehnik memancing, dan umpannya kini membuahkan hasil. Hanya berselang 1 tahun, tepatnya pada 1881 Rudolf diangkat menjadi Direktur untuk cabang yang di Paris. Masih ditahun yang sama takdir mempertemukan Rudolf dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger- Jerman. Dan mereka kemudian menjalin kesepakatan untuk menguji cobakan  serta mengembangkan tehnik permesinan pembuat es bening. Tahun itu juga Rudolf untuk pertama kalinya  menerima sertifikat hak paten  atas namanya berkat temuannya memproduksi Klareis dalam botol.

Pada tahun 1883 Rudolf mulai konsen mengembangkan pabrik es skala besar di Paris. Dan setahun berikutnya ia mulai  untuk mengembangkan mesin pembuat amoniak (senyawa berbentuk gas, NH4). Tahun berikutnya 1886, ia melebarkan sayapnya sampai ke Belgia. Pada tahun 1887 barulah gagasan untuk mengembangkan mesin penyerap amoniak untuk skala menengah dapat terwujud. Pada saat inilah Rudolf dapat membuktikan teori adanya gelombang elektro magnetic pada putaran tinggi perdetik.

Tahun – tahun berikutnya berkat kecemerlangan dan prestasinya dibidang sain dan mekanik. Rudolf sering diminta untuk memberikan kuliah, salah satunya memberikan kuliah tentang makalah permesinan terapan di kongres internasional.

Dia  mendapat sambutan meriah, dan berhasil menyita perhatian public, sehingga Perusahaan Lindes menawarinya kontrak kerja sama, Lindes berkedudukan di Berlin – Jerman, sejak tahun 1890.

Mesin diesel pertamanya ia ciptakan pada tahun 1892, dan ia mendapatkan patennya mengenai cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Tahun – tahun berikutnya ia benar- benar focus mengembangkan mesin jenis ini yang di kemudian hari di kenal sebagai Mesin Diesel. Puncaknya pada tanggal 10 agustus 1893, Rudolf sukses menyempurnakan mesin diesel pertama didunia, karenanya ia mendapat hak paten no 608845 atas temuannya itu.

Pada tahun ini juga terbit pula bukunya yang berjudul ‘’ Theory and Construction of A Rational Heat Engine for Substitution of the Steam Engines and that Today Admitted Combustion Engines’’ melalui penerbit Springer- Berlin. Mulai saat itu pula Rudolf menandatangani kontrak kerja dengan Augusburger Krupp  dan Suzler.

Sembari menerbitkan buku berikutnya berjudul ‘’Nachtraege for the Theory of the Diesel Engine’’. Ia mengadakan pameran Prototipe (purwarupa) awal mesinnya di Pekan Raya Chicago USA dan mendapat sambutan hangat .

Dia terus menerus menyempurnakan mesin temuannya itu hingga tahun 1895, komisi hak paten mensahkan dan menyatakan bahwa temuannya layak di gunakan dan dapat bekerja dengan baik.

Pada tahun 1896 Rudolf hijrah ke Muenchen – Jerman. Dan tahun berikutnya yaitu tahun 1897, ia menyempurnakan lagi mesinnya dengan sistim 4 langkah (4 tak) sehingga lebih efisien dan lebih bertenaga. Tetapi kemudian Perusahaan Deutz AG mencoba menyainginya. Nasib baik Krupp mendukungnya dengan kuat sehingga melahirkan nota kesepakatan antara, Deutz, Krupp dan Augsburger untuk mendukung Rudolf melanjutkan rangkaian final penelitiannya tentang mesin temuannya.

Sungguh tahun – tahun itu menjadi tahun tersibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Scotland, lalu ke Paris untuk membuat sebuah Pesawat terbang. Menandatangani kontrak dengan Perusahaan Adholpus shrub, kemudian dia harus mendemontrasikan contoh mesin temuannya di depan umum di kota Augsburg. Memberi ceramah umum di Kassel, meresmikan himpunan Masyarakat mesin diesel di Paris. tetapi yang lebih menyita tenaga dan pikiran adalah menghadapi gugatan atas hak patennya oleh  Emil Captain.

Jatuh Bangun

Tetapi berkat kesabaran dan keuletannya, akhirnya Pabrik mesin diesel  di Kota Augsburg dapat berdiri pada tahun 1898. Empat mesin  specimen perdananya segera ia pamerkan di Pekan Raya Muenchen dan dia berhasil pula menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk Perusahaan Deutz AG. Mungkin karena kelelahan mental dan fisik akibat tekanan kerja keras, Rudolf sempat masuk Rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi beruntung Pabrik mesin diesel pertamanya di Amerika Serikat dapat rampung tahun itu juga.

Badai kembali datang, pada tahun 1899 Pabrik pertamanya di Augsburg ditutup karena gagal mencapai taget produksi. Akan tetapi tahun itu menjadi tahun pembuktian akan mesin temuannya, yakni untuk pertama kalinya mesin diesel digunakan dilapangan pengeboran minyak di Gailizin.

Pada awal abad 20, tepatnya tahun 1900 pabrik mesin diesel pertamanya di London-Inggris diresmikan.  Dan saat demo mesin diesel di Pekan Raya Paris, mendapat sambutan yang istimewa dan mendapat hadiah utama.

Tetapi kesehatan Rudolf disaat hasil kerja kerasnya mulai mendapat apresiasi yang tinggi, justru menurun drastic dan ia sering jatuh sakit. Karenanya ia memutuskan untuk pindah mencari pemukiman yang lebih segar di sekitar kota Muenchen tahun 1901.

Sembari berehat untuk menenangkan jiwa, ia banyak menulis buku. Ia memang sosok yang luar biasa, dan patut di jadikan teladan. Ia tak ingin hanya duduk manis dan berleha-leha. Ia masih sibuk menulis dan menerbitkan buku untuk menginspirasi Manusia. Dan kali ini buku yang ia tulis bukanlah buku mekanik, melainkan sebuah pandangan yang bermuatan Filosofis yang berjudul ‘’Solidarismus natürliche wirtschaftliche Erlösung der Menschen “, pada tahun 1903. Di buku ini sangat jelas pandangan dasarnya sebagai seorang Insinyur yang sangat peduli dengan permasalan social dan lingkungan hidup.

Dua tahun berselang pada 1905 mesin diesel mulai digunakan untuk pertama kali sebagai mesin Kereta api menggantikan mesin uap. Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 dimana ia tampil pada Pekan Raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang berbahan bakar Minyak kacang dan minyak ganja. Dua tahun berikutnya 1912, ketia dia berpidato menerima hak patennya atas mesin jenis barunya itu dunia mencatat tentang masa depan, yaitu sebuah mesin baru yang digerakan oleh bbm nabati yang kemudian di kenal sebagai bio diesel, ‘’Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang)”. Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.

Akhir Yang Tragis

Pada tanggal 29 September 1913, Diesel pergi dengan Dresdendi Antwerp dalam perjalanan untuk menemui perusahaan Consolidated Diesel Manufacturing di London. Ia  makan malam di atas kapal dan kemudian beristirahat di kabinnya jam 10 malam, untuk kemudian besoknya dibangunkan pada pukul 6.15 pagi. Kabinnya ditemukan kosong keesokan harinya, dan ia tak pernah ditemukan hidup kembali.

Pencarian di dalam kabinnya menemukan bahwa kasur Diesel belum pernah ditiduri meskipun jam tangannya masih tertinggal disitu. Topi dan jaketnya ditemukan terlipat dengan rapi di railing.

Sepuluh hari kemudian, kru kapal berbendera Belanda menemukan ada seseorang
terapung di Laut utara dekat ­Norwegia. Tubuh orang tersebut telah membusuk sehingga sulit dikenali. Meski begitu, para kru kapal tersebut mendapatkan beberapa  benda pribadi yang terbawa orang  tersebut (dompet, kartu identitas, ­pisau lipat, tempat kacamata). Tanggal 13 Oktober, benda -benda  ini dikenali oleh anak Rudolf, yakni Eugene Diesel, sebagai benda milik mendiang ayahnya.

Baca juga : Karl Friedrich Benz, Bapak Mobil Bensin