Tidak Mau Tersesat di Hutan Belantara ? Baca ini !!!

ini hal yang harus dilakukan ketika tersesat dihutan
www.bluetripper.com

Salah satu peristiwa yang menakutkan bagi pelancong  hutan adalah tersesat di hutan belantara, tidak bisa menemukan jalan pulang ke tenda, atau ketika hendak pulang. Hal ini karena lingkungan hutan yang monoton, dan pandangan mata yang sangat terbatas akibat lebatnya pepohonan. Dihutan rimba yang sangat lebat sinar matahari  tidak dapat tembus karena ranting, dan dedaunan lebat membentuk canopy, sehingga sulit menentukan arah Barat-Timur.

Untuk itu ketika masuk hutan sebaiknya kita membuat tanda baik dengan mematahkan ranting tanaman perdu, atau mengores kulit kayu dengan parang, dsb. Yang penting tanda itu mudah dibaca, dan tidak mudah hilang untuk memperkecil resiko tersesat. Jika anda membawa kompas, dan tahu ilmu perkompasan maka semakin memperkecil kemungkinan untuk tersesat.

Ilmu Perkompasan. Ketika kita akan meninggalkan tenda untuk suatu keperluan, menjelajah, mencari air, makanan dll. Maka sebaiknya kita membawa kompas agar tidak tersesat. Lebih baik lagi jika ada kompas SUUNTO. Caranya, ketika sekitar 50 mtr langkah kita dari tenda (Usahakan di tempat yang mudah untuk melihat tenda tempat kita tadi) letakkan kompas tsb ditempat yang datar agar jarum kompas menunjuk dengan sempurna arah U-S, putar badan kompas sampai titik U-S pada jarum, dan badan kompas sama, kemudian perhatikan diderajat mana posisi tenda kita,  catat agar tidak lupa. Jika menggunakan suunto lebih mudah lagi tinggal membidik melalui lubang bidik, dan catat derajat dari poin  U-S. Diderajat yang lurus dengan kemah itulah titik telusur menuju jalan pulang nanti menuju kemah.

gambar kompas
biografi-penemu-terkenal-dunia.blogspot.com

Seandainya tidak membawa kompas,  maka alat-alat seperti Pisau silet, dan jarum jahit bisa digunakan, walau tidak seakurat kompas. Caranya pisau silet digosok searah dengan telapak tangan dikedua sisinya untuk memberi daya magnet statis, lalu diapungkan diatas permukaan air, tunggu sampai air tenang,  atau digantung dengan benang dengan posisi seimbang,maka silet akan menunjuk Utara-Selatan. Jarum jahit digosok searah dengan kain sutera, atau kain apa saja yang kering, dan bersih untuk memberi daya magnet statis, lalu diikat dengan benang tepat ditengah jarum, atau dititik yang seimbang, lalu pegang ujung benang lainya, sehingga posisi jarum menggantung horizontal/ mendatar, usahakan benang tidak melintir maka jarum akan menunjuk U-S dengan sisi tajam adalah U. Bisa juga jarum tsb diapungkan di air diatas kertas kecil. Jika ada Magnet untuk memperoleh keakuratan mendekati kompas kedua alat tadi digosok searah (tidak bolak-balik)  dengan magnet untuk memberi sifat kemagnetan pada kedua alat tadi.

Jika ternyata benda-benda tadi juga gak ada maka pakai ilmu Tentara menggunakan indikator lumut yang hidup menempel di bebatuan, atau pepohonan bisa memberi sedikit petunjuk arah U-S. Lumut tumbuh ditempat yang lembab, dan basah, serta tidak menyukai sinar matahari. Sementara matahari bergerak dari Timur- ke Barat, otomatis arah U-S adalah tempat ideal bagi lumut untuk tumbuh lebih subur, tebal,danhijau. Disisi lain berwarna kekuningan-abu-abu.

Baca Juga: Berbagai Macam Jenis Binatang Buas dan Tips Mengatasi Hewan Berbisa

Berikutnya arah condong pepohonan bisa memberi petunjuk arah U-S. Kita tahu pepohonan perlu sinar matahari agar bisa hidup, maka dari itu ditempat yang rapat tanaman akan condong kearah matahari untuk memperoleh sinar matahari, maka bunga mereka , dan banyak tanaman dibelahan utara akan condong kearah selatan, sebaliknya.

Batang Pohon yang memiliki kulit seperti butiran,  akan lebih tebal butiran kulit disisi utara batangnya.

Jika ada batang pohon yang telah ditebang, atau tumbang corak cincin pada tunggul juga bisa memberi arah – corak akan lebih banyak disisi menuju lintasan khatulistiwa, maka disana cincinnya akan lebih lebar jaraknya. (TOURIST INFORMATION SUPPLEMENT  TH.1997)

*Tips dari Orang Pribumi Kalbar,  apabila dekat Sungai, maka telusuri Sungai kearah hilir sungai, karena hilir sungai biasanya menuju ke Pemukiman Penduduk, sehingga besar harapan untuk bertanya,  dan selamat.  Sedang hulu sungai sudah pasti makin menjauh kehutan,  dan perbukitan terpencil.

Bertualang jelajah hutan memang sangat mengasyikan, dan menantang. Namun disana juga menyimpan potensi bahaya  yang tak terduga seperti yang disebutkan diatas. Dengan persiapan yang matang, dan bekal pengetahuan yang cukup resiko tadi dapat dihindari, atau paling tidak diminimalisir. Semoga bermanfaat. Lestarilah hutan kita buat selamanya, Be nice trip.

Pencarian Terbaru:

  • air kompas suunto kering