Tips Pemilihan Makanan Pendamping Asi Yang Tepat Untuk Tumbuh Kembang Bayi

tumbuh-kembang-bayi

Bayi merupakan anugerah dari sang kuasa dan tentunya sangat dinanti-nanti kehadirannya oleh para orang tua di seluruh dunia. Sang buah hati harus selalu dipantau tumbuh kembangnya agar selalu sehat hingga dewasa.

Si kecil sangat rentan terhadap segala macam penyakit, oleh karenanya, sangat diperlukan perlindungan yang ekstra, demi masa depannya, terutama menjaga asupan nutrisinya.

Memberikan ASI hingga umur yang cukup adalah satu cara yang tepat untuk menjaga nutrisinya tetap terpenuhi. ASI tidak dapat digantikan oleh susu formula karena ada banyak kandungan didalam ASI yang sangat penting untuk buah hati yang tidak didapatkan dari susu formula.

Pemberian ASI eksklusif biasanya dimulai sejak umur 0 hingga 6 bulan, namun tidak jarang bayi-bayi di Dunia khususnya Indonesia hanya mendapatkan ASI eksklusif kurang dari 6 bulan, hal ini disebabkan oleh banyak hal, mulai sang bunda sibuk bekerja hingga kurangnya produksi ASI, baik dari kualitas maupun kuantitasnya.

Jika hal ini sudah terjadi, maka mau tidak mau dibutuhkanlah susu formula sebagai pengganti ASI, namun apakah pemberian susu formula ini efektif untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi dan gizi sang buah hati? Jawannya adalah tidak. Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangn tersebut diperlukanlah yang namanya makanan pendamping ASI atau MPASI.

Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian makanan pendamping ASI ini juga tidak boleh asal pilih, hal ini mengingat kesiapan organ pencernaan dari si kecil yang berbeda dengan orang dewasa, oleh karena itu, sangat diperlukan kecerdasan dari sang bunda untuk lebih berhati-hati dalam memberikan makanan pendaping ASI si kecil.

Kesalahan dalam memilih makanan pendamping ASI dapat mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan pada si Kecil, seperti perut kembung atau sembelit.

Oleh karena itu, pemberian makanan pendamping ASI ini haruslah dilakukan secara bertahap dan perlu diperhatikan juga jenis makanan, tekstur dan juga jumlah porsinya.

Tekstur makanan pendamping ASI yang tepat untuk bayi pertama kali adalah semi padat, kemudian pemberiannya juga harus bertahap dan beransur-ansur mulai dari satu sendok hingga sesuai jumlah porsi si kecil.

Pengenalan makanan pendamping ASI untuk sang buah hati haruslah dimulai dengan makanan yang sejenis terlebih dahulu, seperti pisang, pepaya atau alpukat. Setelah itu perhatikan respon dari si kecil, apakah ia menerimanya atau tidak. Jika makanan di muntahkan oleh bayi jangan dipaksakan menyuapinya lagi, tapi cobalah berikan makanan pendaming ASI yang lain.

Makanan pendamping ASI ini bukan hanya untuk bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif saja namun bisa juga untuk si kecil yang sudah berusia di atas 6 bulan guna menyempurnakan nutrisinya.

Salah satu makanan pendamping ASI untuk si kecil adalah Switzal Finger Food,dimana bentuknya yang mungil sangat mudah untuk dinikmati sang buah hati dalam sekali suap. Selain itu, Teksturnya yang padat namun mudah meleleh dimulut.

Untuk pemilihan makanan pendamping ASI perlu diperhatikan tidak semua makanan bisa dijadikan makanan pendamping ASI, hal ini dikarenakan bisa dari belum adanya kesiapan pencernaan si kecil atau daya tahan sang buah hati yang belum memadai.

Nah, makanan berikut ini sebaiknya dihindari untuk dijadikan makanan pendamping ASI si kecil.

  1. Makanan yang didalamnya terkandung gluten, seperti barley, tepung terigu ataupun kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua makanan ini dapat membuat bayi mengalami kembung, mual dan juga diare yang diakibatkan dari reaksi gluten intolerance.
  2. Jangan memberikan garam, gula, bumbu dapur ataupun penyedap rasa terhadap makanan si kecil
  3. Hindari memberikan makanan yang terlalu pedas atau bumbu yang terlalu tajam dan makanan yang terlalu berlemak.
  4. Jangan memberikan buah-buahan yang terlalu asam seperti, jeruk dan sirsak serta hindari juga pemberian buah-buahan yang mengandung gas seperti, durian dan cempedak. Sayuran yang mengandung gas juga tidak diperbolehkan seperti, kol atau kembang kol dan juga lobak. Makanan-makanan ini dapat membuat perut si kecil menjadi kembung.
  5. Kacang tanah juga tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan alergi ataupun pembengkakan pada tenggorokan sehingga si kecil akan mengalami kesulitan bernafas.
  6. Hindari juga pemberian susu sapi dan olahan dari susu sapi, karena dibeberapa kasus si kecil mengalami alergi atau lactose intolerance

Demikianlah penjelasan dari artikel Tips Pemilihan Makanan Pendamping Asi Yang Tepat Untuk Tumbuh Kembang Bayi. Semoga bermanfaat.