Wajah dan Rupa Nabi Muhammad Rasulullah SAW

Wajah dan Rupa Nabi Muhammad Rasulullah SAW (2)

Alangkah rindunya hati kami Umat Islam dengan Sang Idola, Muhammad Rasulullah saw. Kami ingin melihat rona wajahnya, kami ingin melihat bentuk badannya, cara jalannya, gaya bicaranya dan semua yang berkaitan kepadanya.  Bukankah ini lumrah ? jika cinta pasti rindu dan jika rindu ingin bertemu.

Bagaimana kita saksikan dewasa ini orang berbondong-bondong, rela antri membeli tiket puluhan juta rupiah, bahkan rela mati terinjak-injak hanya demi rindu kepada sang artis / atlet bola idola yang datang dari Mancanegara. Demi rindu kepada artis /atlet saja mereka rela berkorban segalanya dari ; waktu, uang, bahkan nyawa. Padahal bagi orang yang berakal sehat, apa hebatnya artis / atlet Manca itu…apakah mereka punya akhlaqul karimah sebagaimana akhlaq Rosululloh dan Sahabat ? apakah mereka golongan yang bertauhid dan layak di jadikan teladan ?

Fakta berbicara sebaliknya, mereka adalah golongan Naudzubillahi min dzalik. Kebanyakan mereka itu suka minuman keras, drugs, seks bebas, foya-foya, hedonism, glamour atau hal lainnya yang tidak patut ditiru oleh umat Muslim, khususnya Pemuda Muslim. Hanya sedikit sekali dari mereka yang dikategorikan baik. Tetapi akibat minimnya pemahaman yang baik tentang agama, lalu dengan serbuan iklan gaya hidup dan ghozul fikri (perang pemikiran) maka banyak pemuda Muslim yang terkecoh dan terkagum-kagum hanya karena mereka mahir jingkrak-jingkrak diatas panggung, atau karena mereka mahir menendang bola.

Singkat kata bagi kaum yang akalnya hidup, lalu dibandingkan peri hidup Nabi dan para Sahabat dengan gaya hidup para artis maupun pemain bola, ibarat langit dan bumi, atau ibarat orang hidup dan mati. Secara prestasi siapa yang mampu menandingi Rosululloh saw dan Para Sahabat Beliau ? saya berani jawab tak satupun dan tak kan pernah sebanding. Dan secara tegas saya nyatakan, Rosululloh saw dan para Sahabat tidak layak disandingkan dengan mereka dari segi apapun. Saking jauh – dan jauhnya perbedaan derajat kemuliaan.

Tontonan Jadi Tuntunan

Rasulullah pernah meramalkan ; ‘’kelak umatku satu persatu akan mengikuti langkah mereka (Yahudi dan Nashoro), bahkan sekalipun mereka masuk ke lubang biawak’’. Dan ramalan ini sudah lama terbukti, bagaimana ketika mereka mengidolakan artis sampai pingsan, banyak pula Pemuda Muslim yang ikut seperti itu. (Lihat ketika ada konser artis apalagi artis Manca…gegap gempita dan histeris). Begitu juga ketika mereka menjadi hooligan dalam pertandingan bola, maka banyak dari pemuda muslim yang sama persis. Mukanya coreng moreng dengan Bendera klub asing, tak jarang tawuran antar supporter dan merenggut nyawa dengan sia-sia. Harga nyawa seolah-olah hanya selevel score pertandingan saja.

Dan lebih naif lagi ketika mereka mengatakan, ‘’soccer not only sport, but like religion’’, maka kita tak jauh berbeda, betapa banyak orang Muslim rela bangun dini hari hanya demi nonton bola, disaat yang sama Islam menganjurkan bangun malam untuk tahajud.

untuk itu perlu dicamkan wanti-wanti (pesan) dari Rasulullah saw;

Barang siapa yang tashabuh (meniru) suatu kaum, maka ia termasuk golongannya’’.

 ‘’apa-apa yang di idolakan dunia, maka kelak akan bersamanya di akhirat’’.

Jadi apabila selama di dunia kita mengidolakan Rasulullah dan Para Sahabat, maka InsyaAllah kita akan bersama mereka kelak. Dan semua Muslim tahu pastinya, dimana tempat Rosululloh dan Sahabat di akhirat..sudah pasti Jannatun Na’im atau syurga yang penuh dengan kenikmatan.

So, apabila kita mengidolakan artis atau apapun yang kita puja-puja dari pemain bola dll, maka kelak akan bersamanya di akhirat. Pertanyaannya apakah mereka sudah dijamin selamat disana ? sebagai Seorang Muslim kita meyakini, bahwa syurga diperuntukan hanya bagi Hamba-hamba yang bertauhid dengan akhlaq Rosululloh, sehingga tak perlu dikatakan dimana mereka akan bertempat.

KH. Zainudin MZ pernah berkata dalam salah satu kaset ceramah beliau, ‘’Tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan’’ alias salah tempat, sekaligus menunjukan kebingungan umat Manusia akan siapa dan apa yang mesti dijadikan panutan. Bagi orang diluar Islam barangkali ini wajar, fenomena ‘’tontonan jadi tuntunan’’, lalu gaya artis dan pemain bola menjadi role model, dari cara bergaya, berpakaian di contek abis.

Persoalannya jika ini juga menimpa umat Islam yang notabene sudah punya suri tauladan terbaik dan paling sempurna tiada duanya di kolong jagat ini, Yakni Muhammad saw dan Para Sahabat, kok masih latah, ikutan bingung,  siapa yang harus di contoh, maka ini sungguh naif !!!.  Maka disinilah peran ilmu dan pengetahuan.

Kurangnya membaca kisah Rasulullah dan Sahabat. Kurangnya belajar agama menjadi biang dari segala kenaifan bagi Umat Islam, sehingga jatuh kedalam bujukan, dan pemikiran mereka yang label botolnya bertuliskan madu, namun isinya racun.

Bagaimana Rosul dan Para Sahabat telah terbukti mampu mengubah dunia dengan cahaya yang terang benderang, dan hasil jerih payahnya dapat kita rasakan hingga kini dan nanti. Semua mengakuinya tak hanya kaum Muslim, tetapi juga kaum yang lain. Michael J hart menempatkan Muhammad saw pada urutan pertama sebagai 100 tokoh yang paling mengubah dunia.

Betapa dengan makin rasionalnya peradaban Barat, justru kaum intelektual dikalangan mereka makin takjub dan makin kagum dengan ajaran Muhammad yang logis serta dapat menjadi solusi setiap permasalahan yang ada. Diantara mereka kemudian ada yang memeluk Islam seperti Dr.Maurice Buchail, Dr. Pichtal dan dari kalangan Musisi ada Cat steven (Yusuf Islam). Namun ada juga yang hanya sebatas mengakui kebenaran ajarannya. Hidayah memang mutlak urusan Allah.

Hikmah Diharamkannya Lukisan Nabi Saw

Untuk itu dengan maksud tidak untuk di lukiskan, apalagi untuk dibuat sketsa perihal wajah Rosululloh saw. Karena wajah Nabi saw, Wajah para Sahabat Rodhiallahu anhum pantang dilukis, karena dikhawatirkan akan terjadi distorsi penafsiran. Semasa hidup Rosululloh sendiri tidak ingin dirinya dilukis atau dipahatkan pada sebuah batu menjadi relief ataupun arca.

Bukankah arca yang disembah oleh kaum pagan itu berasal dari Tokoh – tokoh zaman dahulu yang dilukis atau dipahat pada sebuah batu sebagai peringatan untuk mengenang jasanya. Dan diantara tokoh itu boleh jadi adalah orang sholeh. Di masa Arab Jahiliyah ada berhala yang paling terkenal yaitu Latta,  Uzza, dan  Uzair. Ketiga tokoh tersebut dimasa lalu merupakan Orang sholeh yang oleh para pengikutnya kemudian dipatungkan sebagai peringatan, juga untuk mengenang jasanya. Kemudian seiring berjalannya waktu, dari generasi ke generasi, akibat kebodohan dan fanatic buta generasi berikutnya, setan menyusup dan menggelincirkan akidah mereka, sehingga patung-patung tsb yang awalnya semata-mata sebagai monument berubah menjadi sesembahan dan di tuhankan.

Tak jauh beda, seperti yang sudah jamak kita ketahui, arca tokoh Sidharta budha Gautama, oleh umat Budha disembah sebagai tuhan, begitupun arca tokoh Rama dan shinta, anoman, ganesha dll, oleh umat Hindu khususnya di India disembah sebagai dewa atau tuhan.  Bagi penganut Konghucu arca Dewi Kwan Im disembah sebagai dewa atau tuhan. Dan banyak lagi yang lainnya.

Tidak menutup kemungkinan semua patung tokoh-tokoh pahlawan yang ada di Jakarta, jika kelak (entah beberapa ratus tahun kedepan), jika dakwah itu mati, lalu merebak kemungkaran dan kejahiliyahan, akan bernasib sama. Naudzu billahi min dzalik!!!

Maka belajar dari sejarah, Rosululloh sebagai Hamba yang maksum (mendapat bimbingan langsung dari Allah) mengharamkan dirinya dilukis apalagi di buat arca semisal tokoh-tokoh diatas. Bahkan Rosululloh telah mengharamkan semua jenis lukisan terutama makhluk yang bernyawa dilukis secara sempurna (menyeluruh, jika setengah badan saja diperbolehkan). Tetapi jika lukisan yang tak bernyawa ; bebatuan, tanaman, pemandangan alam dsj. Beliau tidak mengharamkannya. Begitu juga boneka yang diperuntukkan untuk mainan anak kecil Nabi saw tidak mengharamkannya, kecuali arca atau patung maka beliau mengharamkannya.

Rupa Nabi Muhammad Saw

Muhammad Saw telah mencapai kesempurnaan ragawi dan ruhani. Beliau di anugerahi paras yang sangat menawan dan fisik yang gagah. Sudah menjadi sunatulloh semua Nabi dan Rosul diberi paras yang tampan, badan yang  tegap dan gagah, suara yang merdu lagi santun, serta akal yang cerdas. Hal ini karena wajah atau paras yang menawan akan memberi nilai lebih, yaitu memberi kesan baik bagi yang memandangnya. Sedangkan fisik yang gagah – akan  menunjang wibawa serta lebih meyakinkan. Kecerdasan akal akan menunjang kebijaksanaan. Dan tutur kata yang santun serta suara yang merdu akan sangat menyentuh kalbu.

Bagaimana mungkin orang akan terkesan baik apabila yang menyampaikan adalah si buruk rupa dengan raut muka garang?  Apatah lagi  dengan tutur kata ketus dan suara bagai petir?

untuk meng iklankan produk saja akan di pilih model yang tampan atau cantik. Apalagi Wahyu ilahi..? tentu di perlukan Duta khusus yang sesuai kriteria, dan salah satunya adalah paras yang indah.

Beliau Nabi saw adalah orang yang paling indah penampilan fisiknya, dan paling sempurna kepribadiannya. Kesempurnaan dan keistimewaan Beliau tak kan pernah tertandingi oleh siapapun. Allah azza wa jalla telah menyempurnakan akhlaq Beliau saw semenjak kanak-kanak, sebelum masa bitsah (pengangkatan sbg Nabi). Beliau saw tidak pernah menyembah berhala, sekalipun lingkungannya saat itu orang Musyrik dan kafir. Beliau tidak pernah minum khomer (arak), judi, atau apapun yang buruk, sehingga kaumnya memberi gelar padanya Al Amin, atau yang terpercaya, atau The Man Who most credible.

Berikut beberapa gambaran Rupa wajah dan fisik Rosululloh saw sesuai dengan apa yang di ucapkan Sahabat-sahabat Beliau ;

Abdullah bin Salam (waktu itu masih beragama Yahudi) bersaksi ; ‘’Tatkala Nabi saw pertamakali sampai ke Madinah, aku termasuk orang yang pertama kali keluar untuk melihatnya. Ketika aku telah memandang wajahnya dengan jelas, aku tahu wajah itu bukan wajah seorang pendusta’’ (HR. Ahmad).

Dari Annas bin Malik Ra (Pembantu Nabi saw) berkata ; “Rosululloh memiliki perawakan sedang, tidak terlalu tinggi, juga tidak pendek, tidak putih sekali (kulitnya), juga tidak kecoklatan, Beliau rambutnya tidak keriting pekat, juga tidak lurus menjurai. Allah azza wajalla mengutusnya pada usia 40. Beliau tinggal di Makkah selama 10 tahun, dan di Madinah selama 13 tahun. Allah azza wa jalla mewafatkannya pada usia 60 tahunan, dan uban Beliau tidak mencapai 20 helai di kepala maupun janggut’’. (Al Mukhtashar Hadits no.1). dalam riwayat lain Annas Ra mengatakan,….jika Beliau berjalan, berjalan dengan tegak.

Bara bin azib menceritakan ; “Rasulullah saw adalah lelaki yang berambut ikal, berpostur sedang, dadanya bidang, berambut lebat sampai cuping telinga, dan beliau memakai kain merah. Aku tidak pernah melihat orang yang mengenakan kain merah lebih tampan dari Beliau’’. (Al Mukhtashar Hadits, no 3). Didalam riwayat lain Bara ra mengatakan,….’’rambutnya menjulur sampai pundaknya.

Ali bin Abi Thalib (keponakan Nabi saw), menceritakan, ‘’Nabi bukanlah orang yang tinggi (±180 cm), juga bukan orang yang pendek. Kedua telapak tangan juga kaki Beliau tebal. Kepala Beliau besar, tulang-tulang panjangnya besar, bulu-bulu dadanya panjang, jika berjalan Beliau berjalan dengan tegak laksana orang yang sedang menapaki jalan yang menurun. Aku belum pernah melihat orang seperti Beliau sebelum atau sesudahnya’’. (Al Mukhtashar Hadits No.4)

Ali bin Abi Thalib juga menambahkan, ‘’Muhammad saw memiliki rambut lurus sedikit berombak, badannya tidak gemuk dan tidak terlalu besar, perawakan baik dan tegap, berkulit cerah, matanya yang hitam dengan bulu mata lentik, persendian tulang yang kuat, dada, tangan , dan kakinya kekar, tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada hingga pusarnya, apabila berbicara dengan seseorang, maka Beliau akan menghadapkan wajahnya pada orang tsb dengan penuh perhatian. Diantara bahunya ada tanda kenabian.

Muhammad adalah  orang yang paling baik hatinya, dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekat dan bergaul dengannya akan langsung merasa terhormat, khidmat dan menghargai dan mencintainya. Hidungnya agak melengkung dan mengkilat jika kena cahaya, serta tampak menonjol jika pertama kali melihat, padahal sebenarnya tidak. Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi. Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang, pundaknya bagus dan kokoh seperti di cor dengan perak.

Anggota tubuh lainya normal dan proporsional. Dada dan pinggagnya seimbang dengan ukurannya, tulang belikatnya lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya, kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar. Lengan dan dada bagian atas berbulu, pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar, serta tangan dan kakinya berisi (jari-jari tangannya cukup langsing).

Jika berjalan agak condong kedepan dan melangkah dengan anggun, serta berjalan dengan cepat dan sering melihat kebawah dari pada keatas. Jika Beliau berhadapan dengan seseorang, maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototinya. Pandangannya sejuk. Selalu berjalan agak dibelakang terutama jika jalan jarak jauh. Dan selalu menyapa terlebih dahulu’’.

Abu Hurairah mengatakan bahwa  Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambutnya cenderung berombak ‑ dan Abu Hurairah belum pernah “melihat orang yang lebih baik dan  lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang – secepat jalannya. Seolah-olah tanah ‑ digulung oleh langkah-langkah ­Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia  seperti berjalan santai saja.

Lihat pula Kutubus Sittah (Kitab yang enam), “Sudah jelas aku melihat  Rasulallah mencat rambutnya dengan henna (inay)  dan itulah sebabnya ‑ akupun mencat rambutku dengan henna.” (HR.Bukhari).

Jabir bin Samurah Ra berkata, ‘’Rasulullah dhali’ul fami, asykalul ‘ain dan manhusul ‘aqib. Syu ‘bah berkata,  Aku bertanya kepadanya maksud : dhali’ul fami?  Ia  menjawab: Mulut beliau  besar . Aku bertanya:  Apa  maksud asykalul  ‘ain?  Ia  menjawab : Sudut mata  beliau lebar . Aku bertanya:  Apakah maksud manhusul  ‘aqib?.  Ia menjawab:  Daging pada tumit beliau  sedikit’’. (al-Mukhtashar hadits no.7)

Jabir Radhiyallahu anhu juga berkata,  ‘’Aku melihat ‑Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di malam purnama, beliau  mengenakan kain merah.  Aku mulai memandang  Beliau dan bulan, ternyata  Beliau lebih indah  dibandingkan bulan’’. (al-Mukhtashar hadits no.8)

Abu Taufik orang  terakhir yang masih hidup yang kala  itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yakni; ‘’ Muhammad  memiliki rambut ikal berwarna sedikit kemerahan terurai hingga bahu. Kulit putih kemerah-merahan, wajah cenderung bulat dengan mata hitam, dan bulu mata panjang. Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang  sekepalan telapak tangannya, tulang  kepala besar dan bahu lebar. Berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang. Langkahnya cenderung cepat dan ­tidak pernah menancapkan kedua telapak kaki dengan langkah yang  cepat dan pasti’’.

Singkat cerita rupa dan fisik Rasulullah di mata para sahabat adalah sangat unik dan tiada duannya. Maka sungguh sangat ironi dewasa ini sosok Muhammad saw yang agung, sering di kartunkan oleh Barat dengan diidentikan dengan rupa teroris dan cabul, sehingga menyulut kemarahan kita sebagai Umat Islam. Akibat provokasi itu akhirnya menimbulkan korban jiwa, seperti peristiwa penembakan kantor surat kabar Charlie hebdo, akibat memuat dan mempublikasi kartun Nabi. Sangat disayangkan hal itu sering terjadi dan terulang, dan korban jiwa selalu jatuh.

Padahal perkara agama adalah hal yang sangat sensitif. Nabi saw pernah menasihati ; ‘’janganlah kalian menghina bapak seseorang, maka ia akan menghina balik bapakmu, janganlah menghina tuhan agama lain, maka mereka akan menghina Tuhan kita’’. Nasihat ini InsyaAllah telah meresap dihati semua orang Mukmin, sehingga pantang bagi kami mencela agama lain. Tetapi jika untuk dialog dengan hati terbuka maka kami akan melakukannya dengan senang hati. Maka inilah cara Islam dakwah dengan hikmah dan argument. Bukan dengan mencela dan memfitnah seperti mereka.

Ibarat lebah umat Islam tak kan pernah memulai kekacauan, namun jika sarangnya terusik takkan segan-segan menyengatnya. Maka seperti itulah nasib para penghina Nabi saw, mereka akhirnya harus membayar dengan nyawanya. Sungguh sayang.

Baca Juga:

Kisah Daud, Sulaiman dan Bilqis

Romantika Adam dan Hawa

Demikianlah gambaran Rupa Rasulullah saw berdasarkan testimoni para sahabat Beliau semasa hidupnya. Semoga dapat menambah kecintaan kita kepada Beliau. Dan yang utama semoga kelak kita dapat bersama dengan Beliau dan juga para Sahabat-sahabatnya di syurga. Amin.

Pencarian Terbaru:

  • inilah gambaran wajah nabi muhammad saw sebenarnya
  • Rupa wajah Nabi nabi
  • idolakan rasulullah
  • panji rasulullah
  • raut wajah nabi muhammad
  • Rupa Nabi Dan hikmahnya
  • wajah nabi muhammad
  • wajah rasullah