Wanita Super Berkekuatan 1000 Pria

Wanita Super Berkekuatan 1000 Pria

Mesir adalah salah satu negeri yang banyak melahirkan permata nan cemerlang, sebutlah Sosok besar Hasan Al Banna, dan Rasyid Ridho. Dan yang terkini adalah Syeh Yusuf Qordhowi Ulama besar Dunia, Beliau  juga berasal dari Mesir.

Tanah Mesir sepertinya akan senantiasa melahirkan Tokoh – tokoh besar dunia. Tidak diragukan lagi hal ini karena keberadaan Universitas Al-Azhar telah menjadi kawah candra dimuka yang sangat terpercaya, dan telah melahirkan ribuan Ulama, dan Mahasiswa – Mahasiswa yang Sholeh serta berkualitas tinggi.

Sebuah Negeri indah yang dibelah oleh Sungai Nil. Mesir dimasa lalu menjadi saksi kejayaan para Parao, juga kisah inspiratif Rosul – rosul agung ; Nabi Ibrohim as, Ishaq as, Musa as, dan Yusuf as dalam mengemban risalah Tauhid terjadi di tanah ini. Sejarah akan senantiasa terulang, kata Orang. Dan Mesir nampaknya selalu menuai peran penting disepanjang zaman. Dengan segala kecemerlangan maupun masa kelam. Tetapi Orang – orang Sholeh dan berkwalitas selalu saja bermunculan untuk mendukung kebenaran, atau bahkan untuk menentang kebathilan.

Mesir tak kan terpojok dari perhatian dunia. Inilah kehebatan Mesir sebagai salah satu buminya para Nabi dan Rosul. Dan kisah kali mengenai sosok Wanita Mesir hebat yang patut dijadikan teladan khususnya Ibu – Ibu, tetapi bukan tentang Nevertiti, atau  Cleopatra,  ya..

Ibu – Ibu Muslimah  pastinya mendamba Putra – Putrinya menjadi Anak yang Sholeh dan Sholeha. Karena Anak yang Sholeh tak hanya permata dunia, tetapi sungai yang akan mengalirkan pahala buat kedua Ortunya kelak. Karena doa Anak yang Sholeh adalah salah satu amalan yang tidak terputus.

‘’BILA TELAH WAFAT ANAK ADAM, MAKA TERPUTUSLAH SEMUA AMALANNYA, KECUALI 3 PERKARA ;

  1. SHODAQOH JARIYAH
  2. ILMU YANG BERMANFAAT
  3. DAN DOA ANAK SHOLEH YANG MENDOAKAN ORANG TUANYA’’. (Hadits).

Super Bunda

Wanita Super Berkekuatan 1000 Pria

Adalah Wanita super yang dikatakan berkekuatan 1000 Pria. Mungkin semua orang akan menyangkal bagaimana ada Wanita berkekuatan sebesar itu…adalah Mustahil ! kecuali dalam dongeng pengantar tidur seperti Xena dan Amazon, wanita mitologi dari Yunani.

Tetapi ini memang ada,  tentu saja kita tidak bicara kekuatan kasar…tetapi kekuatan halus yang dimiliki oleh Wanita yang sejatinya Seorang Ibu bagi Putra – Putrinya. Yuk simak ….

Suatu sore di suatu kampung di Negeri Mesir. Sebagaimana biasa disana   terdapat halaqoh ngaji. Halaqoh ini menempati salah satu ruangan Masjid secara flexible karena memang tidak menggunakan sistim sekat / kelas. Halaqoh ini dijadikan tempat khusus bagi Anak – Anak usia dini – SD untuk belajar mengaji Alquran. Biasanya Anak – Anak akan duduk melingkar dalam satu kelompok yang tidak bercampur antara Murid Laki – laki, dan Perempuan, dan sang Guru Ngaji duduk, atau terkadang berdiri ditengah – tengah, inilah yang disebut halaqoh / lingkaran.

Guru ngaji laki – laki akan membimbing halaqoh Murid Laki – laki, demikian pula Guru Perempuan hanya akan membimbing Murid halaqoh Perempuan. Sehingga sejak dini Anak – Anak Muslim khususnya di kawasan Arab tidak diajarkan campur baur antara Pria dan Wanita (non muhrim). Methode menjauhi fitnah lawan jenis sejak mula. Karena memang fitrah Anak laki – laki, dan Anak Perempuan sudah berbeda sejak fase Kanak – kanak, dan harus berbeda.

Tidak boleh Anak laki – laki dibiasakan tabiat Anak Perempuan, juga sebaliknya Anak Perempuan dibiasakan tabiat Anak Laki – laki (tomboy). Dengan demikian fitrah mereka akan tetap terjaga sampai kelak mereka dewasa menjadi Pria sejati, atau wanita sejati anti LGBT. Inilah keunggulan methoda halaqoh.

Halaqoh ibarat system tata surya dimana matahari menjadi sentral bagi planet – planet anggotanya. Matahari adalah Sang Guru, dan Planet – planetnya adalah Murid –  Murid. Konon Rosululloh saw juga menyukai cara ini ketika Beliau saw memberikan Kuliah Ilmu kepada Para Sahabatnya. Dan cara ini akhirnya popular di seluruh kawasan Arab dan sekitarnya, termasuk Mesir.

Halaqoh – halaqoh ilmu menjadi media transfer ilmu pengetahuan praktis secara turun temurun guna mewariskan kesholihan dan ketaqwaan. Dan tradisi ini senantiasa akan tetap terpelihara dengan baik untuk membina Generasi / Rijalul ghodan (Pemimpin masa depan).

Saat mengaji kinipun tiba, dan sebagaimana biasa Murid – Murid telah tertib di masing – masing halaqohnya, dengan sang Guru ngaji yang juga Seorang Ibu mengambil posisi di tengah. Sebagai pembuka Ketua halaqoh (ketua kelas) memimpin ucapan salam agar serentak. Dan secara serentak ucapan salam terdengar dari mulut – mulut mungil yang indah. Dan Guru pun membalas ucapan salam mereka dengan takzim.

Tiba – tiba disaat semua Murid konsentrasi untuk menyambung Pelajaran kemarin, masuk Seorang Anak kecil yang ingin bergabung menjadi Murid baru dihalaqoh tsb. Usianya sekitar 9 tahun. Sebagaimana Anak seusianya ia masih nampak imut dan lugu, serta sedikit malu-malu. Sebelum menempatkan di halaqoh sang Guru ingin tahu kepandaianya. Ia harus menjalani test kecil, karena dengan itu akan menentukan di halaqoh mana ia akan bergabung.

Dengan senyum, dan penuh kasih sayang Sang Gurupun bertanya kepada Anak baru itu ;

‘’Adakah surat yang Ananda hafal dari Al Quran ?’’. Anak itu menjawab ‘’Ya’’.

‘’Baiklah, coba Ananda bacakan untuk kami salah satu surah dari Juz ‘amma’’. Pinta Sang Guru. Anak baru itu tanpa sungkan – sungkan akhirnya membaca beberapa surah dari Juz ‘amma dengan fasih dan benar, serta lancar.

Merasa Anak itu ternyata punya keistimewaan , membuat Sang Guru penasaran, dan ingin menge-tes lebih dalam lagi. Apakah Ananda juga hafal Surah ‘’Tabarroka’’ (Al Mulk) ? ‘’Ya’’ jawabnya lagi. Lalu sejurus kemudian iapun membaca dengan fasih, dan benar bacaan surah Al Mulk yang berjumlah 30 ayat tanpa ada kesalahan.

Guru itu akhirnya dibuat terkesima oleh kemampuan hafalan Anak baru yang sejatinya masih sangat belia, bahkan dibanding Murid – Murid yang lain, ia lebih hijau. Ia lalu bertanya lagi ;

‘’Ananda hafal Surah An Nahl ? “.  ‘’Ya’’, ujarnya. Ternyata Anak itupun dengan lancar membaca surah An Nahl yang berjumlah 128 ayat tanpa salah, sehingga membuat Guru semakin kagum. Lalu ia ingin menguji lebih jauh akan kapasitas Anak hijau itu. Lalu iapun mengujinya dengan surah yang panjang kali ini, bahkan surah terpanjang dari Al Quran.

‘’Apakah Ananda juga hafal Suratul Baqoroh ? “. Dengan yakin dan mantap Anak hijau itupun mengatakan ‘’Ya”. Dan tanpa basa – basi dari mulut mungilnya mengalun bacaan Surah Al Baqoroh yang berjumlah 286 ayat dengan fasih, dan benar tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Semakin penasaran, Sang Guru dibuat takjub akan daya hafal Anak baru dihadapannya. Seakan tak percaya jika ini bukan nyata. Ya, tak di nyana Anak seusia itu telah memiliki hafalan diatas rata – rata Anak seusianya.

Nun  diluar sana berjuta Anak Muslim masih terbata – bata soal mengaji, tetapi fasih menyanyikan lagu barat atau lagu cinta picisan. Dan seolah sebuah prestasi hebat kedua Ortu nya bangga akan bakat Anaknya, namun mengabaikan sisi rohani.

Maka untuk memuaskan dahaga penasarannya yang semakin menjadi, Guru itu mengajukan satu pertanyaan pamungkas, sembari berbinar – binar sorot matanya karena kekaguman. ‘’Anakku, apakah Ananda telah hafal Al Quran seutuhnya ? ‘’ . ‘’Ya”, tutur Anak itu dengan lugu dan polos. Mendengar jawaban itu spontan Sang Guru terhenyak dengan berucap, ‘’ SubhanAllah wa MasyaAllah, Tabaarokallah fik ‘’.

Betapa jiwa Seorang Guru sejati akan merasa sangat bahagia apabila menemukan, atau memiliki Murid yang pintar, dan istimewa. Karena Bagi Seorang Guru, Murid yang pandai, dan baik lebih membahagiakan dari pada kemilau intan permata, inilah tipikal Guru sejati. Tak semata karena pandang materi, akan tetapi karena pengabdian yang tulus, dan cinta ilmu karena Allah.

Ilmu yang bermanfaat dan diajarkan, kelak akan menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Laksana sungai yang mengalir tiada henti, maka demikianlah Pahala Guru. Pahalanya senantiasa akan mengalir sekalipun ia telah tiada. Walau jasadnya hancur dimakan tanah, sudah ribuan tahun mungkin ?, atau entah sudah berapa lama ia dialam kubur. Sampai kiamat Ruhnya senantiasa mendapat kiriman Pahala, karena jasanya selagi di dunia telah berjuang keras mengajarkan ilmu, dan ketauhidan. Maka dari itu jadilah Guru semata karena Allah, insyaAllah akan dalam keberuntungan abadi.

Dan demikian pula Guru ngaji di halaqoh ini, ia seakan mendapat gunung emas yang runtuh dengan hadirnya Murid baru yang cemerlang. Rasa gembiranya tentu tak tergambarkan dengan kata – kata. Guru dan Murid memang ada ikatan emosi, apalagi Guru yang mengajarkan ilmu Agama, maka ikatannya adalah dunia – akhirat.

Alkisah, waktu maghrib pun kini menjelang. Sebelum Guru membubarkan majelis ngajinya dengan doa majelis, ia berpesan  secara khusus kepada Murid baru itu. ‘’Tolong Besok jika Anak datang ke Masjid ini, tolong bawa juga Orang tua mu. Aku ingin sekali berkenalan dengannya’’.

Bilik Sederhana  Anak – Anak Syurga

Esok harinya Anak itu datang ke Masjid untuk mengaji, dan kali ini turut serta Sang Ayah sebagaimana pesanan Guru. Melihat profil dari Ayah Anak itu, Sang Guru semakin heran dan tidak percaya. Bagaimana sosok Ayah itu di mata Guru tidak memancarkan kesan Orang pandai, atau Orang Alim, bahkan gerak – gerik nya jauh dari kesan Orang berpangkat yang terhormat. Ia sosok  Lelaki  Kampung yang bersahaja.

Belum sempat ia berbasa – basi , Ayah si Anak baru mendahului dengan sebuah ucapan. Ayah siAnak rupanya mafhum, dan sadar akan sebab Sang Guru menyimpan keheranan atas dirinya.

‘’Saya tahu, Puan Guru seakan tak percaya, bahwa saya adalah Ayah dari Anak ini. Tetapi rasa masyghul anda akan segera saya jawab. Ketahuilah ! bahwa, di belakang Anak ini ada sosok  Ibu yang kekuatannya sama dengan 1000 Orang laki – laki. Dan Saya utarakan kepada Puan Guru, dirumah Saya masih memiliki 3 Orang Anak lagi yang semuanya Hafidz, dan Hafidzoh. Anak Gadisku yang terkecil saat ini berusia 4 tahun, dan saat ini telah hafal Juz ‘amma’’.

‘’Bagaimana Ibu Anak – Anak ini dapat melakukannya ? ’’. Tanya Guru dengan penuh perhatian karena penasaran, sekaligus kagum akan kiat, dan modulnya.

‘’Ibu mereka, ketika Anak – Anak itu mulai belajar bicara, sedini mungkin ia akan mulai pula membimbing hafalan Al Quran. Sedikit demi sedikit, ayat – demi ayat, sehingga dengan bertambahnya usia, maka bertambahlah hafalannya. Karena kalimat yang mula – mula di hafal, dan di mengerti adalah ayat – ayat Allah,  bukan selainnya, bukan pula syair – syair lagu, dan kata – kata pelakon tv yang tidak senonoh. Maka otomatis mereka akan hafal dengan sendirinya layaknya bahasa sehari – hari.

Jiwa, dan pikiran Anak – Anak ibarat kertas putih bersih, maka apapun yang dituliskan atasnya akan senantiasa terpatri sampai akhir hayat. Inilah cara terbaik, dan sederhana yaitu methode ‘’istimror’’ (berkesinambungan).

Tak hanya itu, Ibu mereka juga pandai memotivasi untuk melakukan itu. Setiap hari dengan tidak kenal lelah,  dan jemu, dia selalu memberi energi, dan game dengan mengatakan ;

Siapa yang duluan hafal, maka dia berhaq menentukan menu makan malam kali ini. Siapa yang paling cepat dan lancar ketika mengulang hafalannya, maka dia dapat memilih kemana liburan pekan depan. Siapa yang paling cepat khatam, maka dia berhaq menentukan kemana nantinya akan berwisata dan mendapat hadiah jalan – jalan sesuai keinginannya.

Itulah methoda dan kiat yang selalu dilakukan oleh Ibu mereka, sehingga tercipta persaingan dan game sehat dalam keluarga kami yang sederhana’’. Jelas si Ayah sembari menyanjung Isterinya.

Sebuah keluarga sederhana yang melahirkan Anak – Anak luar biasa ya Sob. Mungkin inilah yang dikatakan ‘’Baiti jannati’’ atau “Rumahku syorgaku’’. Biar kata Orang hidupnya bukan didalam istana megah yang penting adalah Penghuninya. Toh, sebagus – bagus dinding istana  tetap saja batu dan semen. Yang penting sekali lagi Orangnya, atau Penghuninya. Maka tidak berlebihan Si Ayah Anak para Hufadz (jamak dari Hafidz) kecil tadi dengan bangga berkata ;

‘’DI BELAKANG ANAK INI ADA SOSOK  IBU YANG KEKUATANNYA SAMA DENGAN 1000 ORANG LAKI – LAKI ’’. Karena berkat Ibu yang yang luar biasa, di bilik  rumah yang sederhana didalamnya menjadi tempat pengkaderan Anak –Anak syurga penghafal AlQuran kalamullloh. Sehingga didalam rumah itu tercipta suasana syurga, sebelum syurga yang sesungguhnya. Indah sekali!, sebuah keluarga sakinah ma wadah wa rohmah. Sebuah pondasi keluarga yang dibangun atas dasar ketaatan guna mencari ridho Allah semata.

Akhirul Kalam

Wanita adalah Makhluk yang sangat kuat dan tangguh sehingga diberi amanat oleh Allah untuk melahirkan Anak. Dan sesungguhnya Wanita yang Sholiha adalah perhiasan terbaik di jagat raya. Karena dari Rahim Wanita yang Sholeh kelak akan lahir Putra – Putri yang Sholeh, cerdas, dan dapat di banggakan guna mengisi Negeri.

Sebagai mana kisah diatas, betapa peran Seorang Ibu menjadi Master bagi Anak – Anaknya mencetak Generasi Qurany. Dan tentu ini tidak mudah, dan tidak semua Ibu dapat melakukannya, karena perjuangan ini butuh modal ; disiplin, keuletan, dan ketelatenan ultra tinggi, dan tentu saja modal utamanya adalah Orang tua yang memiliki derajat keSholehan tinggi juga. Permulaan yang baik akan melahirkan kebaikan selanjutnya.