Apa Saja yang Harus Kita Ketahui Sebelum Ambil KPR yang Pastinya Berjangka Lama

Mempunyai rumah pribadi adalah impian tersendiri bagi setiap orang. Terutama bagi pasangan yang baru menikah dan sudah berkeluarga. Rumah merupakan kebutuhan pokok yang wajib untuk dipenuhi, karena rumah adalah sebuah tempat tinggal yang bisa melindungi kita dari segala ancaman bahaya dari luar. Selain itu, rumah menjadi tempat ternyaman di mana kita bisa beristirahat dari aktivitas sehari-hari. Oleh karena itulah, rumah pribadi menjadi naungan serta investasi yang cukup menjanjikan di masa depan.

Namun masalah yang seringkali dihadapi masyarakat adalah mahalnya harga rumah jika dibayar langsung secara tunai. Anda bisa saja menabung sedikit demi sedikit, tapi akan sampai kapan tabungan tersebut terkumpul? Sedangkan Anda harus segera mempunyai rumah pribadi dan memenuhi kebutuhan lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa mengambil jalan lain dengan mengambil fasilitas KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Fasilitas ini dapat menjadi pilihan karena Anda dapat mencicil pembayarannya.

Seiring dengan kebutuhan rumah yang semakin meningkat, maka berbagai Bank pun berlomba-lomba menyediakan fasilitas KPR dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan. Sebagai calon pemilik rumah, tentunya Anda harus mencermati hal-hal penting sebelum mengambil KPR. Apa sajakah hal tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya.

 yang Harus Kita Ketahui Sebelum Ambil KPR

Hal-Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Mengambil KPR

Ada banyak Bank yang menyediakan pinjaman fasilitas KPR. Akan tetapi setiap Bank tentunya mempunyai wewenang dan kebijakan tersendiri mengenai KPR. Oleh karena itu, sebagai seorang konsumen Anda harus pintar dalam memilih Bank agar tidak merugikan Anda sendiri. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR di suatu Bank :

  1. Ketahui Berapa Besar Jumlah Plafon Kredit Yang Dimiliki

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dan pertimbangkan adalah besarnya dana yang dimiliki untuk mengajukan fasilitas KPR di suatu Bank yang akan dipilih. Anda harus memastikan pula apakah dana yang Anda miliki tersebut akan cukup untuk mengurusi pembelian rumah melalui KPR.

Langkah yang harus Anda lakukan adalah dengan mencari tahu seberapa besar limit pinjaman yang diberikan oleh Bank yang dipilih. Dengan mengetahui seberapa besar limitnya, maka Anda dapat memastikan bahwa jika pinjaman yang akan diminta melebihi jumlah plafon, maka pengajuan pinjaman KPR tidak akan mengalami penolakan dari Bank.

  1. Mengetahui Besarnya Perhitungan Suku Bunga

Hal selanjutnya yang juga perlu Anda perhatikan adalah seberapa besar dan bagaimana penghitungan suku bunga yang digunakan oleh Bank pilihan Anda. Sebaiknya Anda berhati-hati. Jangan mudah tergiur dengan suku bunga yang rendah. Demi menghindari hal-hal yang kurang jelas dan merugikan, Anda bisa meminta pihak Bank untuk menjelaskan dan memberikan simulasi perhitungan suku bunga Bank. Perhitungan tersebut meliputi besarnya jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan serta biaya bunganya. Tanyakan pula pada pihak Bank apakah suku bunga yang digunakan tersebut berstatus tetap atau mengambang.

  1. Ketahui Masa Pinjaman KPR

Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah masa pinjaman KPR. Anda harus menanyakan hal tersebut secara detail kepada pihak Bank. Umumnya, Bank akan memberikan tempo peminjaman KPR sampai dengan 15 tahun lamanya, tapi ada beberapa Bank yang menawarkan hingga 20 tahun, tergantung dengan kebijakan masing-masing Bank.

Namun, Anda bisa melakukan negosiasi terhadap pihak Bank untuk bisa mendapatkan masa perpanjangan dalam tenor kredit. Ini dilakukan supaya Anda bisa mengurangi jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

  1. Cari Tahu Jumlah Developer Yang Bekerja Sama

Selanjutnya, Anda perlu mencari tahu siapa saja dan berapa banyak pihak pengembang perumahan yang melakukan kerja sama dengan Bank tersebut. Semakin banyak pihak pengembang perumahan yang bekerja dengan Bank, maka semakin baik pula reputasi dari Bank tersebut. Sehingga pada akhirnya Anda tidak akan merasa ragu untuk mengajukan pinjaman KPR.

  1. Berapa Lama Proses Pengajuan KPR

Ketika Anda ingin mengajukan KPR pada sebuah Bank, maka Anda harus mencari tahu seberapa lama pengajuan Anda akan diproses. Hal ini akan mempengaruhi pembelian rumah yang Anda idamkan. Ketika harus menunggu pengajuan yang terlalu lama, bisa saja rumah yang Anda inginkan akan direbut oleh orang lain. Maka dari itu, tanyakanlah pada pihak Bank berapa lama Anda bisa menunggu pengajuan tersebut. Namun pada umumnya Bank akan memproses sekitar 2 minggu hingga 1 bulan lamanya.

  1. Tanyakan Mengenai Biaya Pinalti Pelunasan KPR

Hal ini biasanya seringkali terlupakan oleh orang yang ingin mengajukan KPR. Biaya Pinalti ini harus Anda ketahui jika suatu saat ingin membayar pelunasan pinjaman lebih awal. Biaya pinalti akan dikenakan ketika Anda melunasi cicilannya sebelum jangka waktu pembayarannya habis. Pada saat ini Anda harus menanyakan apakah Bank mengizinkan pelunasan tersebut di awal.

  1. Tentang Fitur Tambahan

Semakin bertambahnya kebutuhan rumah membuat Bank gencar mengeluarkan keunggulan dalam fasilitas KPR mereka. Saat ini pun mayoritas Bank akan memberikan fitur-fitur tambahan para produk KPRnya. Misalnya saja fitur asuransi kebakaran rumah, ada juga yang menawarkan kredit multiguna yang bisa digunakan untuk merenovasi rumah, kemudian ada lagi fitur penambahan limit KPR.

Oleh karena itulah Anda disarankan untuk bertanya apa saja fitur tambahan yang tersedia dalam produk KPR saat Anda mengajukan pinjaman tersebut.

  1. Macam-Macam Biaya Administrasi Yang Dikenakan

Hal terakhir yang penting sekali untuk ditanyakan kepada pihak Bank adalah mengenai macam-macam biaya administrasi yang dikenakan. Selain biaya pokok berupa cicilan dan bunga setiap bulan, biasanya pihak Bank juga akan mengenakan biaya administrasi lain. Biaya tersebut biasanya terdiri dari biaya administrasi bank, biaya provisi, biaya yang dikeluarkan untuk notaris yang mengurus berbagai berkas perizinan dan akta, biaya untuk pengecekan sertifikat, biaya balik nama, biaya pengikat jaminan, serta biaya asuransi jiwa.

Semua biaya tambahan tersebut tentunya juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, informasi seperti ini harus Anda ketahui dari awal supaya Anda bisa mempersiapkan dan memperhitungkan dana yang dimiliki. Untuk memudahkan, Anda bisa mencoba perhitungan dengan menggunakan kalkulator KPR.

Cara Mengajukan Pengambilan KPR

Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil KPR, maka Anda harus tahu pula cara mengajukan KPR. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil :

  1. Memilih Lokasi Rumah Yang Tepat

Sebelum membeli rumah idaman, pastikanlah bahwa lokasi rumah yang Anda pilih merupakan lokasi yang mudah dijangkau serta jauh dari kemungkinan dampak bencana alam. Selain itu, Anda juga bisa memeriksa bagaimana suasana di sekitar lingkungan perumahan, akses transportasi umumnya, serta beberapa fasilitas lain yang disediakan.

  1. Memilih Bank Yang Akan Diajukan Pinjaman KPR

Cara yang kedua adalah dengan memilih Bank yang tepat. Berdasarkan ulasan di atas, Anda bisa memeriksa dengan saksama mengenai apa saja fasilitas dan fitur yang disediakan Bank mengenai peminjaman KPR. Tentunya hal ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Tapi biasanya orang lain akan memilih Bank yang akan memberikan bunga kredit paling rendah dan persyaratan yang tidak menyulitkan.

  1. Memilih Pihak Pengembang Perumahan

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih pengembang perumahan. Ada beberapa pengembang perumahan yang telah melakukan kerja sama dengan Bank. Jika Anda memilih Bank yang juga bekerja sama dengan beberapa pengembang perumahan, maka hal ini akan memudahkan Anda.

Jangan lupa untuk mencari tahu tentang reputasi dari pengembang perumahan tersebut. Anda juga harus memastikan bahwa pengembang perumahan yang dipilih mempunyai semua perizinan yang dibutuhkan untuk membangun proyek rumah idaman Anda.

  1. Mengisi Formulir Pesanan

Setelah Anda memutuskan Bank dan pengembang mana yang akan dipilih, maka langkah berikutnya adalah mengisi formulir pemesanan unit rumah. Di dalam formulir tersebut akan tertera jadwal pembayaran booking serta pembayaran uang muka yang telah disetujui oleh dua belah pihak.

  1. Melakukan Pembayaran

Setelah mengisi formulir pesanan, maka Anda akan diminta untuk membayar biaya booking. Besarnya biaya ini tergantung dengan kebijakan masing-masing pihak pengembang.

  1. Melunasi Pembayaran Uang Muka

Kemudian Anda juga akan diminta untuk melunasi uang muka sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Besarnya jumlah uang muka yang harus dibayarkan juga bergantung dengan aturan masing-masing Bank. Biasanya uang muka tersebut akan dikenakan sebesar 20%-50% dari harga jual properti KPR. Tapi, untuk lebih amannya, sebaiknya Anda tidak langsung melunasi uang muka sebelum akad kreditnya disetujui oleh pihak Bank.

Anda pun bisa membuat surat perjanjian terlebih dahulu dengan bantuan notaris, yang menyatakan bahwa Anda akan melunasi uang muka tersebut setelah akad kreditnya disetujui oleh Bank.

Itulah sedikit informasi mengenai hal apa saja yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil KPR sebagai investasi jangka panjang dan cara mengajukan KPR. Memiliki sikap yang hati-hati dan cermat perlu dilakukan agar proses pinjaman KPR berjalan dengan baik. Semoga informasi di atas bermanfaat.