Logo Porosbumi
03 Apr 2026,
03 April 2026
LIVE TV

50 Pemandu Wisata Banten Uji Kompetensi Fasilitator Experiential Learning

PorosBumi 03 Apr 2026, 18:03:06 WIB
50 Pemandu Wisata Banten Uji Kompetensi Fasilitator Experiential Learning
Asesor BNSP RI, Isharyadi (kanan) dalam salah satu sesi Uji Kompetensi Fasilitator Experiential Learning bagi pemandu wisata se-Provinsi Banten. foto: istimewa

UJI Kompetensi Fasilitator Experiential Learning bagi pemandu wisata se-Provinsi Banten digelar di Lubana Sengkol Outbound, Tangerang Selatan. Kegiatan dua hari, pada Senin–Selasa (30–31 Maret 2026), guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata, khususnya pemandu wisata berbasis experiential learning.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan fasilitator experiential learning dari berbagai wilayah di Banten. Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan verifikasi data oleh asesor, dilanjutkan dengan sambutan, laporan kegiatan, serta prosesi peresmian dan pembukaan.

Setelah itu, peserta mendapatkan sesi penyegaran materi (refreshment) terkait analisa risiko dan pertolongan pertama (PPGD), yang menjadi kompetensi penting dalam aktivitas experiential learning berbasis outdoor. Materi analisa risiko disampaikan oleh Heydar, sementara materi PPGD oleh Gerald.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi mentoring dan diskusi sesuai jenjang kompetensi peserta, yaitu fasilitator muda, madya, dan utama. Mentoring fasilitator muda dipandu oleh Rahman dan Fikar, fasilitator madya oleh Abdul Azis dan Aruna, serta fasilitator utama oleh Boy Ferdin dan Hari Suharsa.

Memasuki hari kedua, peserta melengkapi dokumen persyaratan uji kompetensi dan mengikuti sesi refreshment lanjutan sesuai jenjang masing-masing. Proses uji kompetensi secara resmi dibuka oleh Lead Asesor Budi, perwakilan dari LSP Pramindo, bersama tim asesor yang terdiri dari Isharyadi, Yuniga Fernando, Agus Supriyo, Arsa, dan Robby Sehan.

Dalam keterangannya, pihak asesor menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menghasilkan fasilitator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi, serta kepekaan dalam mengelola dinamika pembelajaran berbasis pengalaman.

Ketua AELI Banten, Kartiko Pramono mengatakan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme tidak hanya dibangun dari pengalaman, tetapi juga dari pengakuan kompetensi yang terstandar.

Oleh karena itu, para pelaku industri pariwisata, fasilitator, trainer, dan praktisi experiential learning diharapkan dapat mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh BNSP RI melalui LSP berlisensi, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas diri, kredibilitas profesi, serta kepercayaan pasar.

Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi standar profesional yang diakui secara nasional dan meningkatkan daya saing SDM pariwisata Banten. “Saatnya berkompeten, tersertifikasi, dan diakui secara nasional," kata Kartiko.

Sementara itu, para peserta (asesi) menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengukur kemampuan diri secara objektif, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri agar lebih siap menghadapi tuntutan industri pariwisata yang semakin kompetitif dan profesional.

Diketahui, Slsejumlah tokoh dan pemangku kepentingan hadir dalam acara ini, di antaranya H Syihabuddin Hasyim (Anggota Komisi III DPRD Banten), Sri Suryani (Ketua LSP Pramindo), Isharyadi (Asesor BNSP RI), dan Gigih Gesang (Ketua Umum DPP AELI).

Lalu, M Ervin Ardani (Kadis Pariwisata Tangsel), Linda Rohyati Fatimah (Kabid SDM Dispar Provinsi Banten), serta Eli Susiyanti (Kadis Pariwisata Provinsi Banten) yang sekaligus meresmikan dan membuka kegiatan ini secara resmi. (fadlik al iman)




Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```