Logo Porosbumi
Rabu,
29 July 2026
LIVE TV

BRIN dan Kemenekraf Perkuat Sinergi Riset untuk Ekosistem Ekonomi Kreatif

PorosBumi 29 Jul 2026, 08:06:40 WIB
BRIN dan Kemenekraf Perkuat Sinergi Riset untuk Ekosistem Ekonomi Kreatif

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif menandatangani Kesepahaman Bersama tentang Sinergi Riset dan Inovasi untuk Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan riset dan inovasi dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang berdaya saing.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ekonomi kreatif bertumpu pada gagasan, talenta, pengetahuan, budaya, serta kemampuan mengolah teknologi menjadi nilai tambah. Karena itu, penguatan sektor ini memerlukan dukungan riset yang relevan agar mampu menjawab kebutuhan nyata para pelaku ekonomi kreatif.

“Kerja sama ini memiliki arti strategis karena menghadirkan riset yang lebih dekat dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus bertransformasi menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Arif dalam sambutannya.

Menurutnya, ruang lingkup kesepahaman bersama mencakup penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan dan inovasi, diseminasi hasil riset, penguatan budaya inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, pertukaran data dan informasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Arif menyebutkan, terdapat empat arah utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. Pertama, riset bersama harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata melalui pemetaan persoalan, potensi, dan kesenjangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis data sehingga agenda riset mampu menjawab tantangan yang dihadapi.

Kedua, pemanfaatan hasil riset dan inovasi harus menjadi orientasi sejak awal melalui pengembangan prototipe, rekomendasi kebijakan, transfer teknologi, hingga komersialisasi kekayaan intelektual.

“Keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan sejauh mana hasil riset dimanfaatkan, memberikan nilai tambah, dan menghasilkan dampak yang nyata,” katanya.

Ketiga, BRIN mendorong penguatan sumber daya manusia dan jejaring inovasi agar periset semakin memahami dinamika sektor kreatif, sementara pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses yang lebih luas terhadap kepakaran, hasil riset, fasilitas, dan peluang kolaborasi.

Keempat, Arif menekankan pentingnya tata kelola data, publikasi, kerahasiaan, dan kekayaan intelektual yang jelas sejak awal. Menurutnya, kepastian mengenai hak, tanggung jawab, pemanfaatan, serta mekanisme komersialisasi menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem inovasi yang adil dan saling dipercaya.

Arif berharap penandatanganan kesepahaman bersama ini segera ditindaklanjuti melalui penyusunan perjanjian kerja sama dan rencana aksi oleh unit terkait di kedua lembaga.

“Saya berharap kolaborasi ini menghasilkan agenda riset bersama yang konsisten, proyek percontohan yang dapat diperluas, teknologi dan kekayaan intelektual yang dimanfaatkan, peningkatan kompetensi talenta, serta rekomendasi berbasis bukti yang memperkuat kebijakan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan riset menjadi salah satu kebutuhan utama, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

“Arahan Presiden, ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dimulai dari daerah. Karena itu, pengembangannya membutuhkan dukungan riset, inovasi, pembiayaan, serta perlindungan kekayaan intelektual,” ujarnya.

Menurut Riefky, melalui kerja sama dengan BRIN, kedua lembaga akan memperkuat penyusunan kajian dan riset, pertukaran data, pengembangan skema pembiayaan yang lebih mudah diakses pelaku ekonomi kreatif, serta fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual. Kolaborasi tersebut juga akan mendukung pengembangan creative hub, desa kreatif, hingga kurasi produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.

“Kami menyambut baik penandatanganan kesepahaman ini. Kami meyakini sinergi dengan BRIN akan memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang tumbuh dari daerah,” ucapnya. (sbn)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```