Mantan Mendag RI Tuding Petinggi BUMN Singapura Tekan MSCI Agar IHSG Rontok
JAKARTA- Mantan Menteri Perdagangan periode 2020-2022,
Muhammad Lutfhi punya pandangan menarik terkait siapa biang kerontokan Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu.
Melalui media sosialnya menyuarakan informasi yang didapat terkait
siapa dibalik pengumuman lembaga pemeringkat indeks global, MSCI yang
mewacanakan indeks saham Indonesia masuk kategori standalone maket.
Lutfi mengaku menyuarakan hal tersebut sebagai bentuk
bela negara bukan bagian dukungan rezim pemerintahan.
Baca Juga
Ia juga mengaku MSCI mengumumkan mewacanakan Indeks
Saham Indonesia dikategorikan dalam Standalone Market secara tiba-tiba
“Anda tahu apa syarat indeks saham suatu negara
tergolong Stand Alone Market yakni untuk negara yang menerapkan capital control. Capital Control itu yang tidak punya nilai tukar bebas,”jelas dia
di media sosial dikutip, Selasa(20/10/2026).
Lebih jauh Lutfi menjelaskan tandanya capital control
itu jika pemerintahnya mematok nilai tukar uang asing atau kurs resmi. Tapi itu
hanya di atas, sedangkan fakta di lapangan berlaku pasar gelap karena
orang dilarang jual beli mata uang asing.
“ Apakah Indonesia menerapkan ‘capital control’.Sama
sekali tidak,” tegas dia.
Lalu Lutfi mengatakan GIC atau BUMN Singapura dan Tamasek yang punya pengaruh besar ke MSCI
begitu ngotot menekan MSCI.
“Bahkan saya dapat kabar langsung dari sumber bahwa Country
Director GIC Rachel Khoo yang marah marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia
turun ke Standalone Market,” ungkap dia.
Masih menurut dia, tekanan Rachel Koo itu itu
berlandaskan fakta di pasar saham Indonesia terjadi fenomena pemanfaatkan MSCI oleh
segilintir Konglomerat.
“Tapi dibalik layar jauh lebih licik.Dana dana
institusi asing sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Masalahnya
saat mereka ( red- Investor asing) keluar, bursa kita tidak hancur. Jadinya mereka tidak
bisa masuk lagi buat beli murah.” Ulas dia.
Mendapati fenomena itu, jelas Lutfi,petinggi GIC
itu menekan MSCI untuk menurunkan kasta
Indonesia ke Standalone Market.
“Ini mmebuat kepanikan massal supaya IHSG rontok lalu
mereka borong aset aset terbaik diharga diskon. Jadi untuk bangsa Indonesia
jangan mau kita diadu domba, dibuat minder dengan negara tetangga. Ini soal
siapa pegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus Kompak, Kita harus
Patriotik, kita harus jaga harga diri bangsa Indonesia.” Pungkas dia.
