Pefindo Nilai Dividen Besar Picu Bunga Perpetual Bond BMRI Tinggi
JAKARTA- Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai tingkat
bunga tinggi yang ditawarkan PT Bank Mandiri Tbk (IDX:BMRI) dengan menerbitan
perpetual bond berbunga 7,35 persen senilai USD750 sebagai buntut dari rasio
pembayaran dividen atau Dividen Pay Out
Ratio yang besar belakangan ini.
Menurut analis Pefindo, Danan Dito bahwa BMRI pada
saat ini membutuhkan tambahan modal guna meningkatkan rasio kecukupan modal
atau Capital Adequity Ratio (CAR) yang mulai mulai tertinggal dari bank
sekelasnya dan Himbara.
“Jadi dari sisi penerbitan perpetual bond BMRI memang
ini lebih meningkatkan permodalan. Walaupun CAR-nya lumayan tinggi sekitar 17
persen. Tapi angka itu sudah dibawah rata rata Industri perbankan dan HIMBARA lainnya,” papar Dito dalam paparan publik secara daring, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
Dito menambahkan, kebutuhan modal itu buntut dari
kebijakan Dividen Pay Out besar berapa tahun terakhir ini. Dia juga
memperkirakan kebijakan tersebut akan berlanjut pada tahun tahun mendatang.
“Jika mengharapkan capital
injection juga belum tentu ya. Jadi satu satu yang bisa diharapkan ya perpetual bond guna peningkatan rasio
permodalan,” kata dia.
Ia tak menapik bahwa bank pelat merah itu
berperingkatnya AAA. Tapi perpetual bond itu dibawah subdebt bila mengacu
penilaian Pefindo.
“Jadi relative lebih rendah sekitar -AA jadi itu
sedikit menjelaskan bahwa mengapa bunganya tinggi. Ini lebih dari mitigasi BMRI
untuk permodalan dan dari sisi investor lebih menarik,” terang dia.
Dalam catatan PorosBumi, BMRI membagikan dividen tahun
buku 2025 sebesar Rp56,2 triliun atau 79 persen dari laba bersih. Sedangkan
tahun buku 2024, BMRI menebar dividen dengan total nilai Rp33,03 triliun atau
60 persen dari total laba bersih.
