Logo Porosbumi
20 Jun 2026,
20 June 2026
LIVE TV

Spesies Baru Tanaman Rhododendron Berbunga Oranye Ditemukan di Sulawesi Tengah

PorosBumi 20 Jun 2026, 12:19:03 WIB
Spesies Baru Tanaman Rhododendron Berbunga Oranye Ditemukan di Sulawesi Tengah

PENELITI Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim gabungan lintas institusi berhasil mengungkap penemuan spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron subgenus Vireya, yang berasal dari Sulawesi Tengah, Indonesia. Spesies baru yang memiliki bunga berwarna oranye atau jingga cerah ini resmi diberi nama Rhododendron yombuwurii Hutabarat, Bandjolu & Zulfadli.

Temuan berharga ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Taiwania Volume 71 Nomor 2 tahun 2026, dengan judul “Rhododendron yombuwurii (Ericaceae), a new orange-flowered species of subgenus Vireya from Central Sulawesi, Indonesia”.

Penelitian ini dilakukan oleh Prima Wahyu Kusuma Hutabarat dan Muhammad Rifqi Hariri dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, bekerja sama dengan peneliti dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Perkumpulan Konservasi Membumi, Lentera Matia Ndano, Universitas Lampung, serta Universitas Hasanuddin.

Spesies ini pertama kali dijumpai sebagai tanaman hidup yang dipelihara di sekitar kawasan wisata Air Terjun Saluopa, Tenten, Sulawesi Tengah pada Juni 2023. Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa spesimen epifit ini aslinya berasal dari hutan pegunungan di Pegunungan Tokorondo, barat Tentena dan Danau Poso, pada ketinggian sekitar 1000–1800 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebelum akhirnya jatuh dan diselamatkan oleh warga lokal.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Prima Wahyu Kusuma Hutabarat menerangkan secara morfologi, Rhododendron yombuwurii memiliki karakteristik khas berupa semak epifit ramping dengan bunga berbentuk corong sempit berwarna jingga cerah yang tumbuh semi-tegak atau horizontal. Ia menjelaskan bahwa secara kekerabatan morfologi, tanaman ini paling dekat dengan Rhododendron celebicum.

"Namun, Rhododendron yombuwurii memiliki perbedaan yang sangat nyata, di antaranya ukuran daun yang lebih kecil, susunan bunga yang semi-tegak bukan menggantung, serta ukuran bunga yang jauh lebih kecil dan berwarna jingga cerah, berbeda dengan R. celebicum yang bunganya berukuran besar dan berwarna merah muda hingga merah," jelas Prima.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN lainnya yang juga ikut terlibat penelitian, Muhammad Rifqi Hariri mengatakan bahwa untuk memperkuat penentuan status taksonomi tersebut, pihaknya tidak hanya melakukan pengamatan fisik secara konvensional, melainkan juga menggunakan teknologi mutakhir.

Analisis pencitraan struktur mikroskopis daun dilakukan menggunakan Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope (FIB-SEM) Aquilos 2 di laboratorium genomik BRIN Cibinong untuk mengidentifikasi bentuk sisik (scales) spesifik pada daun.

Selain itu, pendekatan integratif berbasis analisis DNA molekuler pada wilayah Internal Transcribed Spacer (ITS) ribosomal nukleus turut dilakukan untuk memastikan bahwa tanaman ini merupakan garis keturunan yang terpisah dan sah sebagai spesies baru.

“Nama epitet yombuwurii dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Pendeta Yombu Wuri, seorang tokoh agama dan adat dari Suku Pamona yang dikenal sangat gigih dalam menyuarakan kelestarian dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Poso,” terang Rifqi.

Secara ekologis, wilayah Pegunungan Tokorondo tempat asal spesies ini memiliki potensi biodiversitas yang sangat tinggi namun secara historis masih minim dieksplorasi karena keterbatasan akses.

Berdasarkan kajian konservasi awal menurut kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies baru ini dikategorikan ke dalam status Data Deficient (DD) atau Kekurangan Data.

Hal tersebut dikarenakan populasinya yang belum pernah diobservasi secara langsung di habitat aslinya di dalam hutan interior, sehingga diperlukan survei lapangan sistematis lebih lanjut di masa mendatang. Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa hutan-hutan pegunungan di Sulawesi masih menyimpan kekayaan flora yang belum terungkap sepenuhnya ke dunia ilmu pengetahuan.

BRIN berkomitmen untuk terus menggencarkan eksplorasi taksonomi dan penelitian biodiversitas demi mendukung pendataan, perlindungan, serta pemanfaatan flora endemik nasional secara berkelanjutan.

 

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```