Agrijurno Fasilitasi 135 Jurnalis dan Mantan Jurnalis Ikut Bimtek Ternak Ayam Petelur Kementan
SEBANYAK 135 jurnalis dan mantan jurnalis mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Ternak Ayam Petelur yang diselenggarakan pada Rabu 14 Oktober hingga Kamis 15 Oktober 2026, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kewirausahaan di bidang pertanian, khususnya peternakan ayam petelur, sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi insan pers.
Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara-Bogor, dan Yayasan Agrijurno Maju Bersama (AMB), sebuah wadah yang menghimpun para mantan jurnalis.
Pelatihan menghadirkan narasumber antara lain Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Imam Wahyudi, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty, dan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Zuroqi Mubarok.
Dari total 135 peserta, sebanyak 67 orang mengikuti Batch 3 di hari pertama Rabu 14 Oktober 2026, dan 68 orang lainnya mengikuti Batch 4 di hari Kamis 15 Oktober.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai pengelolaan usaha ayam petelur, mulai dari aspek teknis budidaya hingga perencanaan dan analisis usaha.
Menurut Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Imam Wahyudi, program pelatihan peternak ayam petelur untuk jurnalis dan mantan jurnalis ini mengusung semangat peningkatan kapasitas wirausaha pertanian bagi wartawan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.
Menurut Imam, melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai usaha peternakan, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri maupun melalui kerja sama kelompok.
“Dengan pelatihan ini kita berharap para jurnalis dan mantan jurnalis memiliki bekal entrepreneur untuk mandiri secara ekonomi melalui peternakan ayam selain tentunya juga tetap membuat karya jurnalistik yang positif,” ujar Imam.
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara saat ini adalah Inneke Kusumawaty menuturkan, pihaknya berharap para jurnalis dan mantan jurnalis yang mengikuti workshop tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat menjadi penggerak literasi peternakan dan bisnis peternakan di tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, teman-teman jurnalis diharapkan memiliki pengalaman langsung tentang bagaimana memelihara ayam, mengatur pemberian pakan, menjaga kesehatan ternak, hingga menghitung biaya dan potensi usaha. Dengan pengalaman tersebut, informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan lebih mendalam, akurat, dan bermanfaat,” ujar Inneke.
Sementara salah satu pengurus Yayasan AMB, Yusrizal menambahkan, materi pelatihan mencakup sejumlah aspek penting dalam membangun usaha ayam petelur.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai program pengembangan agribisnis ayam petelur, pembibitan, pembuatan kandang, pemeliharaan ayam, pemberian pakan, serta kesehatan hewan.
Selain aspek teknis, lanjut Yusrizal, peserta juga mempelajari pemasaran dan analisis usaha ayam petelur. Materi tersebut menjadi bagian penting untuk membantu peserta memahami hubungan antara proses produksi, kebutuhan operasional, pengelolaan biaya, dan peluang pemasaran hasil peternakan.
Rangkaian pembelajaran juga mencakup penyusunan rencana implementasi usaha ayam petelur. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada pengenalan teknis budidaya, tetapi turut mengarahkan peserta untuk mulai menyusun langkah penerapan pengetahuan yang diperoleh ke dalam rencana usaha.
“Namun, keberlanjutan usaha tetap memerlukan perencanaan yang matang, pemahaman terhadap biaya produksi, pengelolaan kesehatan ternak, serta kemampuan membaca kebutuhan dan peluang pasar,” tambah mantan jurnalis di sejumlah televisi swasta nasional ini.
Yusrizal menyebutkan, Yayasan AMB yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ini, kedepan akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan positif bagi para mantan jurnalis dan jurnalis yang masih aktif untuk bisa berdaya secara ekonomi sekaligus tetap membuat karya jurnalistik berkualitas’
“Kami berharap kehadiran AMB tidak hanya bermanfaat bagi mantan jurnalis dan jurnalis untuk bisa mandiri secara ekonomi, tetapi juga bisa membuka pemerataan akses ekonomi secara luas kepada masyarakat,” tutur pria yang akrab disapa Pak Cik ini.
Salah satu peserta pelatihan asal Cilegon, Iskandar mengatakan dirinya menyambut positif adanya kegiatan pelatihan peternakan ayam bagi jurnalis dan mantan jurnalis ini.
Selain hal ini menunjukkan komitmen kepedulian pemerintah terhadap jurnalis dan mantan jurnalis, pelatihan juga bisa melatih jiwa wirausaha mantan jurnalis seperti dirinya
“Saya ingin belajar lebih dalam soal beternak ayam petelur. Jika sudah dapat ilmunya dan mampu, saya berencana mendirikan peternakan ayam petelur dengan teman,” tutur mantan jurnalis salah satu televisi swasta yang sudah berkarier lebih dari 18 tahun ini.
Melalui Bimtek Ternak Ayam Petelur ini, para peserta diharapkan memperoleh bekal pengetahuan yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing.
Sinergi antara Polbangtan Bogor, BBPKH Cinagara-Bogor, dan Yayasan AMB diharapkan menjadi langkah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor peternakan sekaligus memperkuat keterlibatan insan pers dalam pengembangan kegiatan ekonomi produktif di bidang pertanian.
