Logo Porosbumi
07 Apr 2026,
07 April 2026
LIVE TV

Benteng Pangan Indonesia Terbukti Kokoh, Siap Hadapi Badai El Nino

Yani Andriyansyah 07 Apr 2026, 08:28:35 WIB
Benteng Pangan Indonesia Terbukti Kokoh, Siap Hadapi Badai El Nino
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Ketika ancaman El Nino kembali membayangi, membawa serta potensi kekeringan panjang dan gejolak produksi pangan, Indonesia justru berdiri tegak dengan keyakinan penuh. Bukan tanpa alasan, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan bangga mengumumkan bahwa cadangan pangan nasional, khususnya beras, telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Republik ini. Sebuah pencapaian monumental di tengah dinamika iklim global yang tak menentu.


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem panas mulai terasa, namun ia menegaskan bahwa pemerintah tidak gentar. Pengalaman pahit El Nino Godzilla di tahun 2015, dan kemudian di 2023, telah menjadi guru berharga. 


Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama pada tahun 2015, 2023, 2024, ujar Mentan Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). 


Pengalaman itu kini menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan serupa. Kekuatan ketahanan pangan nasional saat ini memang tak tertandingi. Bayangkan, stok beras pemerintah yang tersimpan di awal April 2026 telah menyentuh angka 4,5 juta ton. Ini adalah rekor baru. “Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta, tegas Mentan Amran, menggambarkan optimisme yang melimpah ruah.


Tetapi angka 4,5 juta ton itu baru sebagian kecil dari gambaran besar. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa masih ada 12,5 juta ton pangan yang tersebar di sektor Horeka (hotel, restoran, kafe/katering). Dan yang paling menjanjikan, standing crop atau tanaman yang siap panen saat ini diperkirakan mencapai 11 juta ton. Totalnya cukup mencengangkan, 23 juta ton.


Dengan cadangan sebesar itu, Indonesia diperkirakan aman dari ancaman kelangkaan pangan untuk 11 bulan ke depan. Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” seru Amran, memberikan jaminan kepada seluruh rakyat.


Inovasi dan Kolaborasi, Kunci Sukses Hadapi El Nino

Keberhasilan ini bukanlah kebetulan. Berbagai langkah strategis telah digulirkan untuk memperkuat sistem produksi. Dari peningkatan program pompanisasi yang diharapkan menjangkau 40 ribu unit, hingga optimalisasi lahan rawa yang dulunya hanya bisa ditanami sekali setahun kini bisa dipanen dua hingga tiga kali berkat perbaikan irigasi. 


Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.


Mentan Amran dengan lugas mengajak masyarakat untuk tak perlu khawatir dengan kondisi cuaca ekstrem. Pemerintah telah menyiapkan mitigasi yang terukur dan matang. Jadi, sudah aman. Pangan aman, tegasnya, menenangkan hati jutaan penduduk.


Di balik capaian gemilang ini, ada kolaborasi tanpa henti. Mentan Amran tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan, petani Indonesia, aparat TNI, Polri, Kejaksaan, serta seluruh pihak yang tak lelah berkontribusi. Media pun turut mendapat sanjungan atas peran mereka dalam menginformasikan capaian ini. Amran juga menekankan bahwa semua ini adalah buah dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian diemban dan diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak.


Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” pungkasnya.


Sulawesi Selatan, Penyangga Vital Cadangan Nasional


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (dok. Kementan)


Mentan Amran juga menyoroti pentingnya wilayah Sulawesi Selatan. Karena itu tak heran jika Mentan Amran meninjau langsung gudang Perum Bulog untuk memastikan kondisi stok dan distribusi beras nasional tetap terjaga. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, dari depan hingga belakang gudang, memastikan tidak ada celah.


Hasilnya fantastis. Stok beras Bulog di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 761 ribu ton, jauh melampaui kondisi normal yang biasanya hanya 300 ribu ton. Dulu gudang Bulog di Sulawesi Selatan maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 700 ribu ton, ucap Amran. 


Lonjakan ini bukan hanya bukti peningkatan produksi, tetapi juga penguatan signifikan cadangan beras pemerintahPosisi strategis Sulawesi Selatan sebagai penyangga distribusi beras ke wilayah timur Indonesia semakin krusial. Dengan stok melimpah, provinsi ini menjadi sumber pasokan bagi Maluku, Papua, Kalimantan, dan provinsi lain di Sulawesi. Hal ini menjamin pemerataan distribusi beras nasional.


Dengan total stok nasional yang diperkirakan akan menyentuh 5 juta ton dalam waktu dekat, pemerintah bahkan harus menyewa gudang tambahan karena kapasitas penyimpanan yang ada tidak lagi mencukupi. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang, dan akan kita tambah lagi, ungkap Amran. 


Ini adalah potret keberlimpahan yang tak terbayangkan sebelumnya, di mana dulu gudang Bulog sering kosong. Dulu stok periode seperti ini maksimal 1,5 juta ton. Sekarang tiga kali lipat, kata Mentan Amran, membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu. 


Menurutnya, ini adalah era baru bagi ketahanan pangan Indonesia. Jadi tidak usah diragukan, pangan aman, tegasnya dengan nada optimisme yang kuat. Indonesia siap, Indonesia tangguh, menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang belum pernah ada sebelumnya. (yans)

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```