Indonesia Open Network Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital yang Interoperabel
INDONESIA
mengambil langkah
besar dalam mempercepat transformasi ekonomi digital melalui Indonesia Open
Network (ION), sebuah inisiatif Digital Public Infrastructure (DPI) nasional
yang membangun ekosistem perdagangan digital terbuka dan interoperabel.
Melalui
inisiatif ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani,
koperasi, serta pelaku usaha lokal dapat berpartisipasi secara lebih kompetitif
dalam ekonomi digital. Dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan Kementerian
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), ION memperkuat inisiatif
SAPA UMKM melalui PASAR SAPA.
PASAR SAPA sebuah
lapisan transaksi interoperabel yang mengubah platform tersebut menjadi
ekosistem perdagangan digital berskala nasional. Sistem ini menghubungkan UMKM
dengan pembeli, penyedia logistik, lembaga keuangan, serta berbagai layanan
pemerintah dalam satu jaringan yang saling terintegrasi.
Baca Juga
Berbeda
dengan marketplace konvensional, ION tidak membangun platform perdagangan
baru. Sebaliknya, ION memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, dan
penyedia layanan yang telah ada untuk saling terhubung melalui infrastruktur
digital nasional yang terbuka.
Dengan
demikian, pelaku usaha dapat mengakses pasar, layanan logistik, pembayaran
digital, pembiayaan, hingga berbagai layanan digital lainnya tanpa bergantung
pada satu platform tertentu.
Menteri
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa
inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap pelaku
usaha memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan transformasi digital
Indonesia.
"Visi
kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang setara
untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang skala usaha maupun Lokasi,”
ujar Maman.
Melalui SAPA
UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang
menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, logistik, pembiayaan, layanan publik
terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini
menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak
utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif."
ION dibangun
untuk menjawab berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi ekonomi
digital Indonesia. Hingga kini, jutaan pelaku usaha mikro belum terhubung
dengan perdagangan digital. Pelaku usaha di wilayah pedesaan masih menghadapi
keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Rantai pasok
sektor pertanian masih terfragmentasi, sementara pelaku UMKM yang dipimpin
perempuan serta pekerja sektor informal belum memperoleh akses yang merata
terhadap layanan digital dan keuangan. Banyak pelaku usaha kecil juga masih
harus menggunakan berbagai platform digital yang terpisah sehingga meningkatkan
biaya operasional dan mengurangi daya saing mereka.
Seiring
upaya Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, penghapusan
hambatan-hambatan tersebut menjadi salah satu prioritas nasional. Sebagai
lapisan interoperabilitas nasional, ION menghubungkan aplikasi pembeli,
aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan,
perusahaan asuransi, serta berbagai layanan digital melalui protokol terbuka.
Prinsip
utamanya sederhana, Daftar Sekali. Jual ke Mana Saja. Pelaku UMKM cukup
mendaftar satu kali untuk kemudian dapat ditemukan melalui berbagai aplikasi
pembeli yang tergabung dalam jaringan ION. Mereka juga memperoleh akses
terhadap layanan logistik, pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan
berbagai layanan pendukung usaha lainnya yang saling terhubung.
Dengan
memisahkan infrastruktur dari aplikasi, ION mendorong inovasi, meningkatkan
persaingan yang sehat, mengurangi hambatan transaksi, sekaligus memberikan
lebih banyak pilihan bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Untuk
mempercepat implementasi, Indonesia Open Network hari ini juga mengumumkan
dukungan Google.org terhadap fase inkubasi pembangunan infrastruktur
perdagangan digital terbuka nasional Indonesia. Dukungan ini menjadi tonggak
penting dalam membangun Digital Public Infrastructure yang inklusif,
interoperabel, dan berbasis kecerdasan buatan bagi ekonomi digital Indonesia.
Dalam
kolaborasi ini, Google Cloud mendukung implementasi teknis ION melalui
pemanfaatan teknologi open source mutakhir. Sementara itu, Google.org, sebagai
organisasi filantropi Google, memberikan dukungan terhadap fase inkubasi guna
mempercepat inklusi perdagangan digital bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat
pedesaan di seluruh Indonesia.
Kolaborasi
ini mempertemukan Pemerintah Indonesia, pemikir global, inovator teknologi,
mitra industri, serta kapabilitas teknologi dan filantropi Google untuk
membangun infrastruktur digital bersama yang memperluas peluang ekonomi tanpa
mengorbankan keterbukaan, interoperabilitas, maupun kedaulatan digital
nasional.
Vice
President of Engineering Google Cloud, Anil Bhansali, mengatakan bahwa Digital
Public Infrastructure memiliki potensi transformatif bagi masyarakat. Khusus bagi
perajin di desa, petani, maupun wirausahawan muda, Digital Public
Infrastructure menjadi jalan raya digital yang mampu menekan biaya dan
memperluas akses perdagangan.
“Pengalaman
kami mendukung berbagai implementasi DPI di India hingga Afrika menunjukkan
bahwa infrastruktur terbuka dapat memberdayakan pedagang kecil dan petani
secara nyata. Bersama ION, Beckn Labs, dan World Bank, kami membantu membuka
peluang ekonomi yang lebih luas bagi mereka yang paling membutuhkannya."
ION juga
menggandeng Networks for Humanity (NFH) sebagai Knowledge Partner yang
menghadirkan keahlian global dalam pengembangan ekosistem digital terbuka dan
interoperabel.
Selain itu,
inisiatif ini didukung oleh koalisi Founding Ecosystem Partners yang terdiri
atas Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges,
Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech
Innovations, Infinys, dan Blitz. Berbagai organisasi lain dari Indonesia maupun
internasional juga tengah bergabung seiring berkembangnya ekosistem ION.
ION juga
menjadi salah satu implementasi konkret dari Nota Kesepahaman Kerja Sama
Pengembangan Digital antara Pemerintah Indonesia dan India yang ditandatangani
saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025.
Mengadopsi
pengalaman Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, ION dirancang
secara khusus sesuai karakteristik ekonomi, kondisi geografis, serta prioritas
pembangunan nasional Indonesia.
Anggota
Dewan Penasihat ION sekaligus pendiri ONDC India, T Koshy, mengatakan bahwa
kekuatan utama jaringan terbuka terletak pada kemampuannya menciptakan
infrastruktur bersama yang memungkinkan inovasi berkembang di seluruh
ekosistem, bukan hanya pada platform tertentu.
"Dukungan
Google.org dan komitmen para Founding Ecosystem Partners menunjukkan
meningkatnya kepercayaan bahwa Digital Public Infrastructure yang terbuka dan
interoperabel dapat menjadi katalis inovasi, daya saing, dan pertumbuhan
ekonomi nasional yang berkelanjutan."
Sebagai
pelengkap lapisan perdagangan nasional, ION juga menghadirkan ION Hyperlokal,
yang bertujuan membangun ekonomi digital berbasis komunitas dengan
menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, petani, penyedia logistik,
serta pelaku usaha lokal ke dalam ekosistem perdagangan digital yang saling
terintegrasi.
Tahap
implementasi awal akan dimulai di sejumlah wilayah terpilih, dengan fokus
memperluas partisipasi ekonomi bagi UMKM, petani, pelaku usaha perempuan, dan
pekerja sektor informal, sekaligus meningkatkan akses terhadap pembayaran
digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan penting lainnya.
Ketua Dewan
Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani,
menegaskan bahwa sektor swasta berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur
digital generasi baru Indonesia.
"Indonesia
memiliki peluang untuk membangun salah satu ekonomi digital paling inklusif di
dunia melalui investasi pada infrastruktur digital bersama, bukan platform yang
terpisah-pisah. Implementasi Indonesia menunjukkan bagaimana prinsip perdagangan
digital terbuka dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional."
Menuju
Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting
bagi peningkatan daya saing nasional. Melalui pendekatan yang mengedepankan
keterbukaan, interoperabilitas, dan kolaborasi, Indonesia Open Network berupaya
memastikan ekonomi digital Indonesia tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi
juga lebih adil, tangguh, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Dengan
dukungan Google.org, Pemerintah Indonesia, serta semakin banyak mitra
ekosistem, ION tengah membangun fondasi ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan
oleh seluruh rakyat Indonesia.
