Jawa Tengah Raih Penghargaan Desa Program Sampah, Wamen LH Apresiasi Kinerja Gubernur
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono,
memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, atas capaian
penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa
Berkelanjutan Awards pada Program Desa Sampah yang diselenggarakan oleh
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
“Terima kasih Gubernur Jawa Tengah sudah berpartisipasi dan
berkontribusi banyak untuk membersihkan lingkungannya, Kami lihat bahwasannya
sudah ada berbagai upaya yang dilakukan agar Jawa Tengah bersih dari sampah,”
ujar Wamen Diaz.
Hal tersebut disampaikan Wamen Diaz dalam acara Launching
CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 yang digelar oleh Kemendes
PDT di Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz juga
memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan Jawa Tengah, termasuk dalam
pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA).
Baca Juga
“Ada enam TPA yang sudah tidak open dumping lagi dan sudah
controlled landfill, yaitu di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purworejo, Wonosobo,
Grobogan, dan Jepara,” jelas Wamen Diaz.
Selain itu, Wamen Diaz turut mengapresiasi keberadaan
fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di beberapa lokasi di
Jawa Tengah. “Banyumas sudah memiliki dua RDF plant, meskipun kapasitasnya
masih terbatas, dan Cilacap juga memiliki satu. Jadi, walaupun angka
pengelolaan sampah masih berada di 27 persen, sudah ada upaya nyata untuk
meningkatkan pengelolaan tersebut”.
Wamen Diaz juga mengharapkan dukungan Gubernur Jawa Tengah
agar capaian pengelolaan sampah terus meningkat melalui program prioritas
nasional presiden, yakni Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Saya berharap dengan adanya PSEL atau waste to energy,
angka pengelolaan sampah dapat meningkat. Dengan dukungan Pak Gubernur, kita
bisa mendorong program prioritas presiden di Jawa Tengah. Saat ini sudah
terdapat tiga wilayah aglomerasi untuk PSEL, yaitu Semarang Raya, Pekalongan
Raya, dan Tegal Raya,” tuturnya.
Di akhir, Wamen Diaz menyampaikan optimisme terhadap upaya
pengelolaan sampah di Jawa Tengah. “Saya berharap capaian pengelolaan sampah
terus meningkat dan saya yakin, di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Jawa Tengah
akan semakin bersih dan bebas dari sampah”.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri
Susanto, selaku penyelenggara acara, menegaskan pentingnya pendampingan
berkelanjutan bagi desa mengingat banyaknya program yang harus dijalankan.
“Sudah ada ribuan desa yang mendapatkan pendampingan, dan
itu sangat baik. Ke depan, pendampingan program desa dapat diperluas ke sektor
transmigrasi, pencegahan stunting dan tuberkulosis, pengembangan desa wisata,
penanganan kemiskinan ekstrem, serta isu lingkungan hidup seperti desa bebas
sampah”.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Transmigrasi
Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono
Harbuwono, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Sosial Agus
Jabo Priyono, Senior Vice President Institutional Relations and Internal
Affairs Danantara David Ber Utomo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta
perwakilan pemerintah daerah dan perusahaan.
