Maryono, Driver Ojol yang Gratiskan Penumpang Setiap Jumat, Ngopi Bareng Gubernur DKI
KISAH Maryono, seorang pengemudi ojek online (ojol) senior berusia 50 tahun viral dan mendapat apresiasi luas karena konsistensinya menggratiskan tarif bagi seluruh penumpangnya setiap hari Jumat.
Kisahnya mendapat banyak pujian dari warganet, bahkan sempat diundang dan ngopi bareng bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.
"Berkah melimpah untuk Pak Maryono yang konsisten memberikan promo Jumat Berkah bagi para penumpang. Jujur saya salut dan sangat-sangat mengapresiasi. Semoga rasa peduli Pak Maryono ini selalu menjadi pengingat kita agar berbuat baik di hari yang mulia ini," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pramono sengaja mengundang Maryono untuk bertemu langsung sekaligus menyampaikan apresiasi atas kebiasaan berbagi yang telah dilakukannya. Pertemuan itu menghadirkan suasana hangat.
Maryono, yang mengenakan jaket hijau khas pengemudi ojol, duduk berdampingan dengan orang nomor satu di Jakarta. Keduanya berbincang santai sambil menikmati kopi, dalam suasana akrab yang seolah menghapus sekat antara pejabat dan warga biasa.
Di hadapan Pramono, Maryono menceritakan kebiasaannya menggratiskan ongkos perjalanan setiap Jumat. Bagi sebagian orang, tindakan itu mungkin terlihat sederhana.
Namun, bagi seorang pengemudi ojol yang menggantungkan penghasilan pada jumlah perjalanan harian, memberikan layanan cuma-cuma berarti merelakan sebagian kesempatan memperoleh pendapatan demi membantu orang lain.
Pramono pun mempertanyakan bagaimana Maryono memenuhi kebutuhan hidupnya ketika memilih tidak menerima bayaran dari penumpang pada hari tersebut.
Pertanyaan itu menggambarkan bahwa kepedulian Maryono bukan tanpa pengorbanan. Namun, jawaban sang pengemudi justru memperlihatkan ketulusan yang tidak dibuat-buat.
"Nah kan saya narik alhamdulillah dari Senin sampai Sabtu ya, Pak. Masa saya sih enggak bisa menyisihkan sedikit untuk bisa berbagi ke yang lain," ujar Maryono seperti dikutip dari akun Instagram Pramono Anung, Jum'at, 9 Oktober 2026.
Jawaban tersebut membuat Pramono tersentuh dan semakin mengapresiasi tindakan Maryono. Menurut dia, kisah itu menjadi bukti bahwa Jakarta tidak selalu seperti stigma yang selama ini dilekatkan.
Di balik hiruk-pikuk jalanan, persaingan mencari nafkah, dan kehidupan kota yang serba cepat, masih ada warga yang bersedia menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
"Jadi, orang kan bilang bahwa Jakarta itu keras sekali, Jakarta terlalu individual. Ternyata banyak sekali orang-orang yang kayak Pak Maryono ini, yang peduli dengan sesama. Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak," kata Pramono.
Tak berhenti pada apresiasi, Pramono juga menyampaikan rencana untuk membantu anak Maryono agar dapat mengakses Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga yang memenuhi persyaratan.
Mendengar perhatian tersebut, Maryono menyampaikan harapan agar Pramono senantiasa diberi kesehatan dan umur panjang.
Pertemuan itu menjadi pengingat bahwa di kota sebesar Jakarta, kebaikan tidak selalu hadir melalui kebijakan besar atau tindakan yang gemerlap.
Terkadang, ia tumbuh dari keputusan sederhana seorang pengemudi ojol untuk menggratiskan perjalanan setiap Jumat—dan dari secangkir kopi yang mempertemukan dua orang dari dunia berbeda dalam semangat kemanusiaan yang sama.
Kebiasaan Maryono menggratiskan penumpang setiap Jumat, sudah ia lakukan sejak lama sebagai bentuk rasa syukur karena pekerjaan ojol membantunya menafkahi keluarga, membiayai kuliah anak, hingga membeli rumah.
Diketahui, Pak Maryono tinggal di kawasan Parung, Bogor, dekat Pesantren Darunnajah, dan aktif beroperasi sebagai mitra ojol di wilayah Jakarta. Setiap hari Jumat (dari pagi hingga malam), ia menggratiskan ongkos perjalanan untuk sekitar 25–30 penumpang per hari.
Jika penumpang membayar secara tunai, ia akan menolak secara halus. Kalau penumpang membayar lewat aplikasi (nontunai), ia akan menanyakan nominalnya lalu diam-diam mentransfer balik saldo tersebut ke penumpang.
Jika ada penumpang yang menolak dikembalikan uangnya, dana tersebut ia kumpulkan untuk diserahkan ke yayasan anak yatim. Karena kebaikan dan ketulusannya dalam membantu sesama, Maryono sempat diberangkatkan umrah bersama 74 driver ojol lainnya.
