Menyerah, Amerika Terima 10 Syarat Gencatan Senjata dari Iran
"KEKALAHAN bersejarah dan telak" Amerika Serikat dan rezim Israel setelah 40 hari berperang melawan Iran. Iran mengumumkan bahwa Washington terpaksa menerima proposal 10 poin Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada "bangsa Iran yang mulia, agung, dan heroik," Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengatakan musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan sekarang melihat "tidak ada jalan lain selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan yang terhormat."
Supreme National Security Council menyatakan bahwa Amerika Serikat kini berada dalam posisi menerima proposal damai yang diajukan Iran sebagai dasar gencatan senjata dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Dalam pernyataan resminya, pihak Iran mengklaim bahwa Washington “terpaksa menerima” 10 tuntutan utama yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang.
Proposal tersebut mencakup sejumlah poin strategis, mulai dari komitmen non-agresi, pencabutan seluruh sanksi, hingga pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan uranium dan kontrol terhadap Strait of Hormuz—jalur vital energi dunia.
Selain itu, Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang, penarikan pasukan Amerika dari kawasan, serta penghentian konflik di seluruh front, termasuk Lebanon.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa proses negosiasi akan dimulai pada 10 April di Islamabad, Pakistan, dengan mediasi pihak ketiga. Pertemuan ini disebut sebagai langkah awal menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Langkah ini terjadi setelah Donald J. Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran selama dua pekan, membuka ruang diplomasi intensif antara kedua negara.
Trump sendiri mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima proposal dari Iran, dan menyebutnya sebagai “dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi”, meski belum ada kesepakatan final.
Warga Teheran Rayakan Kemenangan
Suasana perayaan terlihat di Teheran setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini menghentikan sementara rangkaian serangan yang telah berlangsung selama beberapa pekan dan memicu ketegangan di kawasan.
Rekaman yang beredar pada Rabu memperlihatkan warga turun ke jalan, mengibarkan bendera Iran, dan bersorak di tengah aktivitas lalu lintas yang tetap ramai.
Pengumuman gencatan senjata disampaikan hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran untuk mencapai kesepakatan.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa ia setuju untuk "menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu." Namun, keputusan tersebut disertai syarat, yakni Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
