Nirmal (Nimsdai) Purja, Pendaki Paling Berpengaruh Dunia Tewas Diterjang Longsoran Salju
KABAR duka mendalam menyelimuti komunitas pendakian dunia, setelah Nirmal "Nimsdai" Purja, dikonfirmasi meninggal dunia pada 30 Juli 2026.
Nimsdai Purja adalah seorang pendaki gunung legendaris keturunan Nepal-Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah alpinisme modern.
Ia meninggal akibat terjangan longsoran salju (avalanche), saat memimpin ekspedisi melalui perusahaannya, Eliteexped, di gunung Broad Peak, Pakistan. Longsoran salju besar menerjang rombongannya di ketinggian sekitar 7.000 meter.
Tragedi memilukan di gunung tertinggi ke-12 dunia ini merenggut total 10 nyawa pendaki, termasuk beberapa pemandu Sherpa lokal serta pendaki asing. Jasad sang legenda berhasil ditemukan oleh tim penyelamat di ketinggian sekitar 5.700 meter.
Melalui akun IG eliteexped dalam pernyataannya, memastikan sejumlah anggota ekspedisi lainnya tidak selamat, termasuk rekan pendakian sekaligus pemandu terpercaya Nimsdai, Pur Bahadur Gurung (Yukta) dan Nima Sherpa.
"Hari ini, dengan kesedihan yang mendalam, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal 'Nimsdai' Purja meninggal dunia setelah longsoran salju di Broad Peak," tulis eliteexped.
Dalam unggahan tersebut, eliteexped menyebut dunia kehilangan salah satu pendaki gunung paling berpengaruh yang menginspirasi jutaan orang melalui keberanian, kepemimpinan, dan keyakinannya bahwa manusia mampu melampaui batas yang selama ini dianggap mustahil.
Warisan Nimsdai disebut akan terus hidup melalui berbagai organisasi yang ia dirikan serta jutaan orang yang terinspirasi oleh perjalanan dan pencapaiannya.
Profil dan Deretan Pencapaian fenomenal Nimsdai di Dunia Pendakian
Sebelum fokus sepenuhnya di dunia mendaki, ia merupakan mantan anggota pasukan khusus Angkatan Darat Inggris di Brigade Gurkha dan unit elite Special Boat Service (SBS) Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Dijuluki sebagai "Superhuman" karena ketahanan fisik ekstrem dan kecepatan pendakiannya yang tidak masuk akal bagi manusia biasa. Kisah perjuangan dan filosofinya mendunia lewat film dokumenter populer Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible yang dirilis pada tahun 2021.
Proyek 14 Peaks sendiri adalah upaya Nimsdai menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi di dunia (berketinggian di atas 8.000 meter) hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari (189 hari). Capaian ini mematahkan rekor dunia sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih dari 7 tahun.
Pencapaian fenomenal Nimsdai lainnya yakni menjadi orang pertama yang mendaki Gunung Everest, Lhotse, dan Makalu berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari 48 jam. Ia juga pernah memimpin tim pendaki Nepal untuk menyelesaikan pendakian musim dingin pertama yang bersejarah di Gunung K2, salah satu gunung paling mematikan di dunia.
Atas prestasinya di ketinggian ekstrem, Nimsdai dianugerahi gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2018. Dan, kepergian sang legenda ke "Puncak Tertinggi Abadi Dunia" meninggalkan duka mendalam bagi para pecinta alam dan petualang di seluruh penjuru bumi.
