Perkuat Ketahanan Pangan, Agrinas Palma Nusantara Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan
PT Agrinas Palma Nusantara
(Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pengelolaan
kelapa sawit berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam Dialog Nasional:
Transformasi Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan
yang diselenggarakan di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pelaku usaha, akademisi, hingga mitra pembangunan internasional untuk merumuskan langkah kolaboratif dalam memperkuat tata kelola sawit nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Baca Juga
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini,
antara lain Deputi II Kemenko Pangan Widiastuti, Plt Deputi II Kantor Staf
Presiden Prof Popy Rufaidah, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris
Daerah Provinsi Riau Dr Syahrial Abdi, serta CEO WWF Indonesia Aditya Bayunanda
sebagai mitra pendukung acara.
Sementara PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) diwakili oleh
Farah Valensiyah Inggrid BA (Hons) MA CMed, Muhammad Revanza Refikasah, Devano
Christian, Ronald BM Sidabutar, Iwan Siswandi, dan Rizki Febri Rahmayani.
Partisipasi Agrinas Palma Nusantara dalam forum ini menjadi
bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan pemangku
kepentingan dalam mendorong pengelolaan sawit yang berkelanjutan, termasuk
peningkatan produktivitas melalui intensifikasi, penguatan peran pekebun
swadaya, serta pemenuhan standar keberlanjutan global.
Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan
dan Pertanian, Kemenko Bidang Pangan, Widiastuti mengatakan kelapa sawit saat
ini merupakan komoditas strategis yang mendukung kemandirian pangan dan energi
nasional.
“Transformasi perbaikan tata kelola perlu dilakukan dengan fokus pada optimalisasi lahan sawit yang ada (intensifikasi) dengan opsi perluasan (ekstensifikasi), kemudian inklusivitas petani swadaya (smallholders) serta penguatan standar keberlanjutan nasional,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Usaha
Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Pangan, Radian Bagiyono, menegaskan bahwa
kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar
terhadap sistem pangan nasional.
“Lebih dari 40 persen produk turunan sawit digunakan untuk
kebutuhan pangan. Bahkan, sawit juga memiliki potensi untuk meningkatkan
kualitas gizi melalui fortifikasi, seperti penambahan vitamin A pada minyak
sawit,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah terus mendorong
perbaikan regulasi tata kelola sawit berkelanjutan, peningkatan produktivitas
khususnya pada sektor perkebunan rakyat melalui penerapan Good Agricultural
Practices (GAP), serta penguatan Sistem Sertifikasi Berkelanjutan (ISPO). Upaya
lain dilakukan melalui penguatan kelembagaan serta penyediaan akses pembiayaan
yang lebih inklusif bagi pekebun swadaya.
Dalam konteks kemandirian energi, penguatan sektor sawit
juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan biodiesel, termasuk target
peningkatan bauran energi melalui program B50. Agrinas Palma Nusantara hadir
sebagai representasi pelaku usaha dengan membawa perspektif praktis terkait
implementasi keberlanjutan di lapangan.
Manajer Hukum Non Litigasi PT Agrinas Palma Nusantara, Farah
Valensiyah Inggrid, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan dalam forum ini
merupakan bagian dari peran strategis dalam ekosistem industri sawit nasional.
“PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) hadir dalam dialog ini
sebagai bagian dari pemangku kepentingan strategis di sektor pelaku usaha.
Kehadiran kami menjadi representasi untuk memberikan perspektif praktis
mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan standar keberlanjutan di
lapangan,” ujarnya.
Pemerintah juga menegaskan pentingnya optimalisasi lahan
eksisting, penguatan rantai pasok, serta peningkatan produktivitas sawit rakyat
sebagai kunci dalam mendukung kemandirian pangan dan energi nasional.
