Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
DI tangan masyarakat binaan
Pertamina Patra Niaga, eceng gondok yang selama ini dianggap gulma perairan
berhasil diubah menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus solusi lingkungan. Hal
ini dibuktikan melalui program Community Involvement & Development (CID) di
Sumatera Selatan dan Jawa Tengah.
"Melalui berbagai program pemberdayaan yang kami
jalankan, kami berupaya mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang yang
mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong lahirnya inovasi
berbasis potensi daerah," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga,
Roberth MV Dumatubun.
Salah satu program yang dijalankan adalah Eceng Gondok
Research and Creative Center (ERCC) oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju
bersama kelompok Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa (Ankubas) di Sumatera Selatan
sejak 2023. ERCC mengolah biomassa eceng gondok menjadi pengharum ruangan
bernama Ankubas Scents.
Baca Juga
Melalui pendekatan riset dan inovasi, Ankubas Scents hadir
dalam berbagai varian aroma seperti Lemon, Lavender, Berry, Coffee, Strawberry,
dan Vanilla. Produk ini juga dipasarkan melalui jaringan usaha lokal, mitra
carwash, serta platform digital.
Hingga 2025, omzet penjualan mencapai Rp50 juta dengan
jangkauan pasar di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.
Inovasi ini juga diperkenalkan dalam ajang Indonesia International
Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) pada
11-13 Juni 2026 lalu sebagai contoh pemberdayaan masyarakat berbasis
pengelolaan lingkungan.
Beralih ke Jawa Tengah, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel
Terminal (AFT) Adi Sumarmo menjalankan program Ecobiz Cengklik sejak 2022 di
Desa Sobokerto, Boyolali. Program ini mengubah eceng gondok menjadi pupuk
organik, pakan ternak, pakan ikan, dan biogas.
Program ini juga mendukung pertanian berkelanjutan melalui
pembangunan sumur submersible tenaga surya untuk irigasi serta inovasi BERSIH
(Bak Pencuci Sayur Higienis). Hingga saat ini, Ecobiz Cengklik telah memberikan
manfaat kepada 88 penerima manfaat langsung, membentuk satu kelompok tani baru,
serta berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan waduk.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh lahirnya
berbagai _local hero_ yang menjadi penggerak perubahan di tingkat masyarakat.
Salah satunya adalah Khoirul Huda.
"Petani adalah 'Penyangga Tatanan Negara Indonesia',
kami berperan menjaga ketahanan pangan namun masih seringkali tersisihkan dan
memiliki kehidupan tak layak. Saat ini juga semakin berkurang yang memilih jadi
petani. Saya bersama teman-teman ingin bahwa petani bisa sejahtera dan menjadi
petani adalah pilihan," ujar Khoirul.
Menurut Roberth, keberhasilan ERCC dan Ecobiz Cengklik
selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Kedua
program tersebut menunjukkan bagaimana inovasi sosial berbasis pemberdayaan
masyarakat dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan.
"Melalui ERCC dan Ecobiz Cengklik, kami melihat
bagaimana masyarakat mampu menjadi aktor utama dalam menciptakan perubahan.
Program-program ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan
kesejahteraan dapat berjalan beriringan. Inilah wujud komitmen Pertamina Patra
Niaga untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang
berkelanjutan," tutup Roberth.
