Logo Porosbumi
12 Apr 2026,
12 April 2026
LIVE TV

Pertamina Siapkan 5 Strategi Kunci di RKAP 2026 untuk Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Yani Andriyansyah 11 Apr 2026, 22:53:54 WIB
Pertamina Siapkan 5 Strategi Kunci di RKAP 2026 untuk Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Dalam pembahasan RKAP 2026, Pertamina merumuskan lima strategi kunci di tengah dinamika geopolitik global. (dok. Pertamina)

Di tengah kondisi dunia yang terus bergejolak, energi menjadi lebih dari sekadar komoditas, tetapi menjelma menjadi penentu stabilitas. Ketegangan geopolitik, konflik di kawasan strategis, hingga ancaman gangguan rantai pasok global, semuanya berkelindan membentuk lanskap baru yang penuh ketidakpastian.


Dalam situasi seperti itu, PT Pertamina (Persero) memilih untuk tidak sekadar bertahan. Perusahaan energi milik negara ini justru menyiapkan langkah-langkah strategis untuk tetap tumbuh, menjaga denyut energi nasional tetap stabil di tengah tekanan global.


Di Grha Pertamina, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026, sebuah komitmen itu ditegaskan. Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi fase ujian beratdari tekanan ekonomi global, fluktuasi harga energi, hingga kompleksitas operasional yang semakin tinggi. Namun, di tengah tantangan tersebut, Pertamina tetap berdiri sebagai penopang kehidupan masyarakat. Bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian dari solusi bagi bangsa.


Memasuki 2026, arah langkah perusahaan dirumuskan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Dokumen ini bukan sekadar rencana tahunan, tetapi peta navigasi untuk menghadapi dunia yang semakin tidak pasti. Konflik di Timur Tengah dan meningkatnya tensi di jalur vital seperti Selat Hormuz menjadi pengingat bahwa pasokan energi global bisa terguncang kapan saja.


Menghadapi situasi itu, Pertamina merumuskan lima strategi utama. Dimulai dari disiplin biaya yang ketatsebuah langkah mendasar untuk menjaga ketahanan finansial. Lalu, penguatan operasional agar semakin andal dan efisien, memastikan setiap lini bisnis berjalan optimal.


Strategi berikutnya adalah investasi yang lebih selektif. Di tengah ketidakpastian global, hanya proyek-proyek strategis yang benar-benar memberikan dampak besar yang akan menjadi prioritas. Di saat yang sama, organisasi didorong menjadi lebih lincahmampu beradaptasi cepat terhadap perubahan yang terjadi begitu dinamis.


Yang tak kalah penting, inovasi ditempatkan sebagai kebutuhan utama, bukan lagi sekadar pilihan. Dalam industri energi yang terus berubah, kemampuan berinovasi menjadi kunci untuk bertahan sekaligus berkembang.

(data diolah, grafis porosbumi.com)

Bagi Simon, gejolak global bukan hanya ancaman, tetapi juga peluang. Efisiensi operasional, termasuk peningkatan utilisasi kilang, menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan volume penjualan produk energi berkualitas. “Peran Pertamina bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi tentang ketahanan dan kedaulatan energi nasional,” tegasnya.


Pandangan itu sejalan dengan Komisaris Utama Mochamad Iriawan. Ia menilai kondisi global saat ini bukan situasi normal, melainkan ujian nyata bagi ketahanan energi nasional. Dalam jangka pendek, menjaga pasokan energi tetap menjadi prioritas utama. Namun lebih dari itu, situasi ini menuntut respons yang tidak biasa—kerja yang melampaui batas normal, demi memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.


Pada akhirnya, langkah Pertamina di 2026 bukan hanya soal strategi bisnis. Ia adalah upaya menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian, memastikan bahwa di balik gejolak dunia, energi tetap mengalirmenjadi fondasi bagi kehidupan dan pembangunan Indonesia. (yans)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```