BRIN Tawarkan Solusi Peta Digital Bantu Desa Kelola Lahan
PEMANFAATAN teknologi geospasial
menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih efektif,
transparan, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Profesor Riset dari
Pusat Riset Teknologi Penerbangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gunawan
Setyo Prabowo dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Peta Digital Desa
Gobang dan Keuntungannya” di Desa Gobang, Kabupaten Bogor, Senin (15/6).
Gunawan menyampaikan bahwa peta digital presisi tidak hanya
sebagai media visualisasi wilayah, tetapi juga instrumen strategis untuk
pengambilan keputusan berbasis data untuk pembangunan desa. Melalui pemetaan
berbasis drone dan informasi geospasial, pemerintah desa memperoleh gambaran
kondisi wilayah yang lebih akurat dibandingkan peta indikatif.
Perbandingan antara peta indikatif yang tersedia dengan peta
hasil pemetaan drone di Desa Gobang. Pertanyaan utama yang mengemuka adalah
bagaimana peta indikatif dapat ditingkatkan menjadi peta definitif yang mampu
menggambarkan kondisi riil di lapangan secara lebih akurat.
Baca Juga
Menurut Gunawan, peta presisi memungkinkan identifikasi
berbagai karakteristik wilayah, mulai dari aspek lingkungan, ekonomi, hingga
perkembangan kawasan permukiman. Informasi tersebut menjadi fondasi penting
dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran serta berorientasi
pada keberlanjutan.
Dalam pemetaan Desa Gobang, kondisi wilayah dianalisis
menggunakan tiga komponen utama, yakni Indeks Lingkungan/Ekologi (IEKO) sebesar
0,523 yang mencerminkan keberadaan hutan alami, semak alami, serta kawasan
hutan lindung sebagai penyangga ekosistem. Selanjutnya, Indeks Produksi Ekonomi
(IPROD) sebesar 0,208 yang mencakup pemanfaatan lahan untuk sawah, ladang,
perkebunan, perikanan, dan aktivitas produktif lainnya.
Adapun Indeks Sosial/Urbanisasi (IURB) sebesar 0,094
menggambarkan tingkat pembangunan permukiman, rumah, gedung, serta
infrastruktur lainnya. Ketiga indikator tersebut kemudian diintegrasikan dalam
Indeks Keberlanjutan Spasial Desa (IKSD) dengan formula IKSD = 0,4 (IEKO) + 0,3
(IPROD) + 0,3 (1 − IURB).
Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai
keseimbangan antara pelestarian lingkungan, produktivitas ekonomi, dan
pengendalian urbanisasi sebagai dasar pembangunan desa yang berkelanjutan. Gunawan
menjelaskan bahwa implementasi Indeks Keberlanjutan Spasial Desa (IKSD)
memberikan sejumlah manfaat strategis bagi pemerintah desa.
Di antaranya membantu mengarahkan perencanaan pembangunan
secara lebih objektif, menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi
spasial yang aktual, menjaga tata ruang desa dalam konteks keberlanjutan
lingkungan, serta mendorong pemantauan berkala terhadap perubahan kondisi
spasial melalui pembaruan peta presisi.
“Melalui pemantauan berkelanjutan, perubahan penggunaan
lahan dapat dideteksi lebih dini sehingga kebijakan pembangunan dapat
disesuaikan dengan dinamika di lapangan,” ujarnya.
Gunawan menyatakan bahwa implementasi IKSD membantu
perencanaan pembangunan yang lebih objektif, penentuan prioritas berbasis
kondisi spasial aktual, menjaga tata ruang desa, serta mendorong pemantauan
berkala melalui pembaruan peta presisi.
Dengan pemantauan berkelanjutan, perubahan penggunaan lahan
dapat dideteksi lebih dini sehingga kebijakan pembangunan dapat disesuaikan
dengan dinamika di lapangan.
Sebagai bagian dari usulan implementasi, Gunawan
mengemukakan agar peta digital desa tersedia secara daring dan dapat diakses
oleh masyarakat, perangkat desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Peta yang
terus diperbarui tersebut juga diharapkan tersedia di tingkat kecamatan sebagai
instrumen bagi camat dalam memantau perubahan tata ruang desa di wilayahnya.
Lebih lanjut, peta presisi dapat dimanfaatkan untuk
mengawasi penggunaan lahan, mengidentifikasi potensi investasi di sektor
perkebunan, perikanan, dan sektor produktif lainnya, serta menjadi media
musyawarah antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengoptimalkan
pemanfaatan ruang secara transparan dan berbasis data.
“Pemanfaatan peta digital presisi menunjukkan peran inovasi
teknologi geospasial dalam mendorong transformasi tata kelola desa menjadi
lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketersediaan data spasial yang akurat dan mudah diakses
memberikan landasan yang kuat bagi pemerintah desa dalam merencanakan
pembangunan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan
masyarakat melalui pemanfaatan ruang yang optimal.
Paparan ini menjadi salah satu contoh penerapan hasil riset
dan inovasi geospasial yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa
serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti di tingkat lokal. (tw/ed:jh,jml)
