Kemenkoinfra Luncurkan Podcast InfraMe, Hadirkan Wajah Pembangunan Nasional yang Lebih Humanis
Perlunya komunikasi yang partisipatif untuk pembangunan Nasional

By Yani Andriyansyah 27 Feb 2026, 19:00:53 WIB Infrastruktur
Kemenkoinfra Luncurkan Podcast InfraMe, Hadirkan Wajah Pembangunan Nasional yang Lebih Humanis

Keterangan Gambar : Menko AHY bersama motivator dan Staf Khusus Menko, Merry Riana pada edisi perdana Podcast InfraMe (dok.Kemenkoinfra)


Di sebuah studio yang hangat dan sederhana, sebuah percakapan dimulai. Bukan sekadar obrolan formal pejabat negara, melainkan dialog yang ingin menjembatani kebijakan dengan suara rakyat. Hari itu, Selasa (25/2/2026), Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan resmi meluncurkan Podcast InfraMesebuah ruang baru untuk berbicara tentang pembangunan dengan cara yang lebih terbuka dan membumi.


Di balik inisiatif ini, ada gagasan sederhana, pembangunan tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi juga perlu dijelaskan, didiskusikan, bahkan dikritisi bersama. Kementerian yang dimpimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini ingin menghadirkan komunikasi yang lebih partisipatif. Lewat format dialog yang santai namun mendalam, InfraMe dirancang agar publik tak lagi merasa jauh dari kebijakan infrastruktur yang setiap hari mereka rasakan dampaknya.

Baca Lainnya :


Pada episode perdana, AHY menyampaikan pesan yang tegas, infrastruktur bukan lomba membangun proyek sebanyak-banyaknya. Yang jauh lebih penting adalah dampaknya.

Ia mengajak publik mengubah cara pandangdari sekadar menghitung jumlah proyek menjadi menilai manfaat nyata. Apa hasil akhirnya? Siapa yang merasakan langsung perubahannya? Pertanyaan-pertanyaan ini, menurutnya, harus selalu menjadi kompas.


Sebab pada akhirnya, jalan yang lebih baik berarti biaya logistik yang lebih murah. Bendungan dan irigasi yang tertata berarti panen yang lebih pasti. Air bersih yang mengalir berarti kualitas hidup yang meningkat. Sekolah dan fasilitas kesehatan yang layak berarti masa depan generasi yang lebih kuat. “Infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, melainkan tentang harapan, kesejahteraan, dan masa depan,” tegas AHY.


Podcast ini dipandu motivator dan Staf Khusus Menko, Merry Riana, yang menghadirkan suasana percakapan yang ringan namun tetap substansial. Isu-isu strategis dikupas dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, tanpa kehilangan kedalaman.


Dalam perbincangan tersebut, AHY juga menjelaskan peran strategis kementerian koordinator. Tugasnya bukan hanya menyatukan rapat atau menyelaraskan agenda, tetapi mengorkestrasi kebijakan lintas sektor agar selarasbaik secara vertikal antara pusat dan daerah, maupun horizontal antar kementerian.


Tanpa orkestrasi yang kuat, pembangunan bisa berjalan sendiri-sendiri, tumpang tindih, bahkan tidak optimal. Karena itu, perencanaan strategis menjadi fondasi penting agar setiap proyek benar-benar memberikan dampak maksimal. Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan arus Natal dan Tahun Baru yang mampu menekan angka kecelakaan sekitar 25 persen. Begitu pula kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 14 persenhasil dari sinergi lintas sektor yang terkoordinasi dengan baik.


Bagi AHY, komunikasi publik bukan pelengkap, melainkan bagian inti dari proses pembangunan itu sendiri. Pemerintah bukan hanya berkewajiban bekerja, tetapi juga menjelaskan apa yang dikerjakanserta membuka ruang dialog dua arah.


Lewat InfraMe, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami arah kebijakan, sekaligus menyampaikan aspirasi dan kritik secara konstruktif. Transparansi dan partisipasi menjadi kunci agar pembangunan benar-benar inklusif.


Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur ke depan harus selaras dengan agenda keberlanjutan. Penguatan transportasi publik, dukungan elektrifikasi kendaraan, penyediaan air bersih, hingga pengendalian banjir menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan masa depan.


Setiap jembatan yang dibangun, setiap jalan yang dibuka, setiap bendungan yang berdiri, sejatinya adalah tentang membuka peluangagar tak ada wilayah, generasi, atau kelompok masyarakat yang tertinggal. Melalui Podcast InfraMe, Kemenko Infra mencoba menghadirkan wajah pembangunan yang lebih humanis, dekat, transparan, dan mau mendengar. Sebab pembangunan nasional bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan perjalanan bersama seluruh rakyat Indonesia.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment