- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Kita Adalah Jawaban dari Doa Kita Sendiri dan Orang Lain

SERINGKALI kita bertanya, "Tuhan, mengapa Kau tidak melakukan sesuatu untuk orang-orang yang menderita di dunia ini?" Kisah tentang pria yang bertanya kepada Tuhan setelah berjalan melewati seorang pengemis ini memberikan jawaban yang sangat kuat dan menggugah: "Aku sudah berbuat sesuatu. Aku menciptakanmu."
Jawaban ini bukan penolakan, melainkan penyerahan tongkat estafet. Intinya, kita tidak bisa hanya berdoa dan berharap masalah sosial akan selesai dengan sendirinya. Tuhan telah menanamkan dalam diri kita semua potensi, sumber daya, dan empati untuk menjadi agen perubahan-Nya di dunia. Apakah itu dengan memberikan donasi kecil, meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan, atau sekadar memberikan senyuman dan sapaan—setiap tindakan adalah bagian dari solusi yang telah Tuhan "lakukan."
Mari kita hentikan kebiasaan menyalahkan keadaan atau menunggu mukjizat dari langit. Kita adalah jawaban atas doa kita sendiri dan doa orang lain. Jadilah "sesuatu" yang Tuhan ciptakan hari ini.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

