- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi
- Mentan Ajak HIPMI Dongkrak Pertanian Indonesia Naik Kelas ke Panggung Dunia lewat Hilirisasi
- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
KKP Tambah 1 Juta Ha Kawasan Konservasi Laut di 1 Tahun Pemerintah Prabowo

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) berhasil menambah 1,079 juta hektare kawasan konservasi laut
baru di masa satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden
Prabowo. Perluasan kawasan konservasi bagian dari upaya percepatan menuju
target 10% wilayah laut terlindungi pada 2030 dan visi jangka panjang 30×45
(30% pada 2045). Dengan demikian, luasan kawasan konservasi saat ini tercatat
sudah mencapai 30,99 juta hektare.
"Tahun 2025 menjadi fase percepatan dengan fokus pada
penetapan kawasan baru, sinkronisasi tata ruang laut, serta penguatan
efektivitas pengelolaan melalui sistem EVIKA,” ujar Direktur Jenderal
Pengelolaan Kelautan, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (24/10).
Perluasan kawasan konservasi tahun ini meliputi
wilayah Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Buru, Teonila Serua (Maluku), Aceh
Selatan II, Aceh Timur, dan DKI Jakarta. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat
perlindungan terhadap ekosistem penting seperti terumbu karang, padang lamun,
dan mangrove yang berperan besar dalam menjaga keanekaragaman hayati laut,
ketahanan pesisir, serta keberlanjutan stok ikan.
Baca Lainnya :
- Belantara Foundation Dorong Koeksistensi Manusia-Gajah di IUCN World Conservation Congress 0
- Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik: PATANI DKI Gagas Kampung Patani Bebas Plastik0
- Cesium-137 Menyusup ke Rantai Pangan: WALHI Desak Revisi Regulasi Limbah0
- Taman Nasional Ujung Kulon Sabet Asia Environmental Enforcement Recognition of Excellence0
- Pertamina Hulu Rokan Jaga Keanekaragaman Hayati melalui Konservasi Gajah Liar 0
“Perluasan kawasan konservasi bukan sekadar menambah angka
luasan, tetapi memastikan laut kita benar-benar terlindungi dan memberi manfaat
ekonomi bagi masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari strategi besar ekonomi
biru yang menyeimbangkan perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan,” tambah
Koswara.
Pantau Kinerja Konservasi Laut
Direktur Konservasi Ekosistem, Firdaus Agung menjelaskan
melalui sistem EVIKA (Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi
Perairan), KKP secara berkelanjutan memantau kinerja 117 kawasan konservasi
laut di Indonesia.
Pada tahun 2024, 13 kawasan (11%) telah mencapai kategori berkelanjutan, antara lain Pulau Pieh, Kepulauan Kapoposang, Kepulauan Anambas, Gili Matra, Laut Sawu, Pulau Padaido, Raja Ampat, Waigeo Barat, Pantai Penyu Pangumbahan, Nusa Penida, Kepulauan Alor, Kepulauan Derawan, dan Raja Ampat.
“Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan pemerintah
daerah, lintas kementerian/lembaga seperti Bappenas, Kemenkeu, KLHK, BRIN,
ATR/BPN, serta mitra konservasi seperti WWF, CTC, RARE, Konservasi Indonesia,
dan WRI Indonesia. Pendanaan bersumber dari APBN/DAK, APBD, BLU/BLUD, serta
dukungan internasional dari GEF-8, Blue Planet Fund, dan TFCCA,” ujar Firdaus.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan
Perikanan dalam mendorong implementasi ekonomi biru melalui perluasan kawasan
konservasi laut sebagai pilar utama perlindungan ekosistem dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat pesisir.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

