Menakar Emisi dari Kalimantan: Upaya KLH/BPLH Menuju Data Iklim yang Kredibel
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat kapasitas
penghitungan emisi gas rumah kaca (GRK) di wilayah Kalimantan guna memastikan
data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di tingkat global.
Direktur Inventarisasi GRK dan Monitoring, Pelaporan, dan
Verifikasi KLH/BPLH, Mitta Ratna Djuwita, menegaskan pentingnya penguatan
kapasitas ini sebagai bagian dari upaya pengendalian perubahan iklim yang
semakin nyata dampaknya.
“Kami terus memperkuat kapasitas penyelenggaraan
inventarisasi GRK dan MPV, baik di tingkat pusat maupun daerah. Penghitungan
emisi kini didukung aplikasi SIGN-SMART sebagai platform pelaporan daring. Kami
juga menyampaikan kebijakan terbaru terkait Global Warming Potential (GWP),
mekanisme Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta perdagangan
karbon melalui Sistem Registri Nasional (SRN). Semua ini untuk memastikan data
yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara global,” jelas
Mitta.
Baca Juga
Penguatan ini menjadi semakin relevan mengingat meningkatnya
dampak perubahan iklim di Kalimantan. Berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian
Lingkungan (Pusdal) KLH sejak 2021 hingga 2024, berbagai kejadian telah
terjadi, mulai dari degradasi lingkungan akibat alih fungsi lahan, kebakaran
gambut di Palangkaraya pada 2023, banjir besar di Kalimantan Utara, hingga
anomali cuaca dan banjir meluas di Kalimantan Timur sepanjang 2024.
Sementara itu, Tenaga Ahli Inventarisasi GRK Dinas
Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Kiswanto, menjelaskan bahwa
peningkatan emisi GRK di Kalimantan dalam periode 2010–2024 didominasi oleh
sektor energi, proses industri dan penggunaan produk (IPPU), pertanian, limbah,
serta kebakaran lahan dan gambut
Penguatan kapasitas ini disampaikan dalam kegiatan
Peningkatan Kapasitas Inventarisasi GRK dan MPV Pusdal Wilayah Kalimantan pada
16 April 2026, dengan melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pemangku
kepentingan.
KLH/BPLH menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah,
sektor swasta, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun sistem
pengelolaan dan pelaporan emisi yang lebih baik. Upaya ini tidak hanya penting
untuk memenuhi komitmen Indonesia di tingkat internasional, tetapi juga untuk
mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dengan kapasitas yang semakin kuat dan data yang semakin
andal, Kalimantan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam
menyusun laporan emisi sesuai standar global, sekaligus mengambil langkah nyata
dalam menghadapi perubahan iklim.
