Menteri LH Tantang Dunia Usaha Ambil Peran dalam Pemulihan Lingkungan
MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengajak seluruh
pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam pemulihan lingkungan melalui investasi
hijau dan rehabilitasi ekosistem.
Langkah tersebut merupakan bagian dari gerakan pertobatan
ekologis sekaligus mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon menuju
Indonesia Asri. Ajakan itu disampaikan Menteri Jumhur saat melakukan penanaman
mangrove di Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat.
Menurut Menteri Jumhur, pelestarian lingkungan merupakan
tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media,
dan seluruh elemen bangsa.
Baca Juga
"Melalui semangat tobat ekologis dan sinergi biru, kita
bersama-sama membangun Indonesia yang lebih ASRI, bersih, dan lebih tangguh
menghadapi perubahan iklim," kata Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menjelaskan bahwa gerakan penanaman mangrove
merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional sebagai refleksi atas
berbagai aktivitas yang selama ini mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Kegiatan mangrove dan menanam rupa-rupa tanaman
merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional. Secara tidak langsung
pertobatan kita kepada Tuhan atau langkah-langkah atau kerja yang seringkali
mengabaikan lingkungan," ujar Menteri Jumhur.
Indonesia memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove
dunia yang berfungsi sebagai benteng alami pesisir dari abrasi, gelombang
tinggi, dan intrusi air laut. Mangrove juga merupakan penyerap karbon biru
(blue carbon) yang mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar
dibandingkan hutan daratan.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri, rehabilitasi
mangrove telah dilakukan di sekitar 473 hektare yang tersebar di 12 lokasi. Menteri
Jumhur berharap rehabilitasi mangrove di Labuhan Alas dapat menjadi contoh
keberhasilan pemulihan ekosistem berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di
berbagai daerah.
"Saya berharap kegiatan rehabilitasi mangrove di
Labuhan Alas menjadi contoh keberhasilan pemulihan ekosistem berbasis
kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia sekaligus
memperkuat kontribusi Indonesia terhadap aksi iklim global dan pembangunan
berkelanjutan," tutur Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur juga mengajak dunia usaha untuk tidak ragu
mengalokasikan sebagian sumber daya perusahaan bagi pemulihan lingkungan.
"Saya mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan sektor
swasta lainnya di Indonesia untuk mengikuti jejak baik ini. Jangan ragu untuk
menginvestasikan sebagian sumber daya perusahaan Anda bagi pemulihan
lingkungan”.
Menurutnya, kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab
kolektif sehingga upaya pemulihannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. "Ini
merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional. Karena kalau kita sudah
menanam pohon maka pasti tidak mau dong besok kita merusak hutan lagi. Bahkan
jadinya kita mau menanam, menanam, dan menanam pohon terus," pungkas
Menteri Jumhur.
