Mohon Doa, Rhafa, Qori Cilik Berprestasi yang Tak Lolos SPMB Jakarta Berangkat Mondok
SETELAH tak lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP, kini qori cilik berprestasi asal Jakarta, Rafa Saputra memutuskan mondok di Pondok Pesantren Al-Itqon, Duri Kosambi, Tangerang, Banten.
"Rhafa ijin mondok dulu bapak-bapak ya, mohon doanya kalo Rhafa punya salah atau tingkah yang kurang baik mohon dimaafkan ya," ujar Romani, ayah Rhafa, lewat pesan grup WA Grup (WAG) Musola Nurul Hikmah, Jelambar Baru, Jakarta Barat.
Sontak kabar bahagia ini disambut suka cita pengurus dan jemaah musola. "MasyaAllah semoga jadi anak yang sholeh, dapat ilmu yang bermanfaat untuk lingkungan, bangsa dan negara. Selalu tawadu, bisa mengangkat martabat kedua orang tuanya," tulis Ustad Khandirin, sektetaris Musola Nurul Hikmah.
"MasyaAllah....Semoga betah di pondok Rhafa," timpal Duadji, Ketua RT 06, RW 04, yang langsung diamini pengurus dan jamaah.
"Hati-hati ya rafa, pinter-pinter, jadi anak yang soleh, berbakti sama kedua orang tua. Aamiin," tulis Anto, salah satu jamaah.
"Alhamdulillah tadi juga ustad-ustad di yayasan (Yayasan Ihsan Nur Jakarta Barat) pada telepon pengasuh pondok, untuk minta keringanan biaya. Semoga saja lewat bantuan-bantuan dan doa semuanya, Allah memudahkan semuanya," kata Romani kepada porosbumi.com.
Diketahui, di tengah semangat Rhafa untuk mengikuti lomba mengaji Piala Gubernur DKI, tingkat kota Jakarta Barat, ada sedikit kegundahan yang menggelayuti setelah ia dinyatakan tidak lolos SPMB tingkat SMP di Jakarta. "Kalau tidak diterima di sekolah negeri, masuk pondok (pesantren) aja," ujar Rhafa.
Selain pintar mengaji, Rhafa juga kerap menjadi muazin dan menjadi MC saat Jumatan di masjid sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, buah hati Romani dan Siti ini, menjadi salah qori andalan di grup Marawis Yayasan Ihsan Nur, Jakarta Barat.
