- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Penantian Setengah Abad, Semoga di 2026 Ada Peresmian Satu Ruas Trans Papua

Carolus Bolly
Tokoh Masyarakat Papua/Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Demokrat
TIGA hari lalu, media online Papua terkini.com menampilkan headline "Jalan Trans Papua, Jayapura-Wamena Ditagetkan Teraspal Penuh Akhir 2026". Isinya memberitakan pertemuan antara Menteri Koordinator Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan (Menko ⁰
IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, di Jakarta, pada 12 November 2025.
Berita tersebut juga mengutip pernyataan Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faizal, yang menyampaikan bahwa “Pada akhir 2026, jalan Jayapura–Wamena ditargetkan sudah dapat dilalui oleh mobil jenis sedan”.
Pembangunan Jalan Trans Papua, khususnya jalur Jayapura-Wamena telah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia kedua Soeharto, yaitu sejak Repelita I Tahun 1974 yang ketika itu masih bernama Trans Irian Jaya, hingga saat ini masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subiyanto yang baru setahun lebih menjabat. Artinya sudah 51 Tahun atau setengah abad, jalan Trans Papua ini belum selesai.
Oleh karena itu, publik Papua tidak kaget dengan berita penyelesaian pembangunan ruas jalan tersebut. Justru yang muncul di benak masyarakat Papua lebih banyak yang tidak percaya ketimbang yang percaya bahwa Jalan Trans Papua jalur Jayapura-Wamena akan selesai teraspal pada akhir tahun 2026, apalagi pakai embel-embel dapat dilalui oleh mobil jenis sedan.
Harian Kompas 19 Mei 2023 pernah juga menampilkan judul berita "Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Ditargetkan Rampung 2024" yang isinya memuat pernyataan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian. Adapun panjang jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena mencapai 575,14 kilometer.
Mengutip Kompas.id, hingga April 2023 masih ada 75 km jalan yang belum dilapisi aspal. "Kita inginnya sih 2024 semoga bisa selesai ya. Bukan semuanya, Jayapura-Wamena yang kita utamakan," ujarnya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/5/2023).
Pada 10 Mei 2017, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Jayawijaya, Presiden RI Joko Widodo meninjau ruas jalan Wamena-Habema dengan mengendarai sepeda motor trail, hingga menimbulkan kesan kepada publik Indonesia bahwa inilah jalur Trans Papua yang sudah selesai pembangunannya. Padahal jalur Wamena-Habema (menuju ke Kabupaten Ndunga) adalah ruas jalan lain yang tidak termasuk dalam jalur Trans Papua Wamena-Jayapura, yang melewati Elelim, Kabupaten Yalimo.
Kita juga pernah disuguhkan berita oleh media CNBC 23 Oktober 2024, dengan headline, "Belah Gunung-Hutan! Jokowi Sukses Bangun Jalan Trans Papua Ribuan Km" yang juga telah menimbulkan kesan seakan-akan pembangunan jalan Trans Papua sudah rampung semuanya.
Dengan secuil data dan fakta ini, saya mau sampaikan Deputi Kemenko IPK tidak memberikan pernyataan yang berlebihan seperti tersebut di atas. Karena hal ini akan menjadi bumerang bagi Menko IPK AHY sebagai figur yang paling bertanggung jawab dalam Kementerian ini, manakala pembangunan ruas jalan Wamena-Jayapura tidak selesai atau belum rampung sampai akhir 2026 nanti. Mengingat kondisi lapangan yang lumayan berat di sana, selain faktor keamanan yang kerap menganggu.
Menko IPK AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat adalah sosok pemimpin masa depan Indonesia yang dicintai juga oleh masyarakat Papua. Maka, sebagai orang asli Papua (OAP) yang juga kader Partai Demokrat, tentunya wajib menjaga dan mengawal kerja-kerja beliau saat ini sebagai Menko IPK untuk mewujudnyatakan berbagai program dan kegiatan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan di Indonesia, terkhusus di Papua.
Semoga penantian panjang masyarakat Papua selama 51 tahun atau setengah abad ini, dapat terwujud di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subiyanto, Menko IPK AHY, dan Gubernur Papua yang baru Mathius D Fakhiri. Karena pertanyaan saya sama dengan masyarakat Papua lainnya, yaitu pernahkah kita menyaksikan peresmian "satu saja" ruas jalan Trans Papua dari sekitar 15 ruas jalan Trans Papua yang terbentang dari Sorong sampai ke Merauke? Jawabannya, belum. Karena yang sering kita saksikan adalah peresmian jalan tol yang telah selesai dibangun.
Harapan besar masyarakat Papua untuk menyaksikan peresmian jalan Trans Papua Jayapura-Wamena saat ini berada di pundak Ketua Umum Partai Demokrat yang sedang menjabat sebagai Menko Infrastruktur dan Kewilayahan dapat terwujud pada tahun 2026 yang akan datang.
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

