- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Pertama di Gowa, Petani di Desa Tinggimae Panen Padi Organik, Hasilnya Dijual di Supermarket

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Para petani di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, berhasil memanen padi organik pertama di Kabupaten Gowa.
Ketua Tim Pemerhati Petani, Sapta Jaya, mengatakan padi organik itu sebelumnya ditanam diatas lahan seluas 12 Ha di lima dusun.
"Hasilnya memang sangat memuaskan dengan target hasil dua kali lipat dengan masa panen yang lebih cepat. Dengan menggunakan bahan organik seperti POCL, MOL Plus, Pestisida Nabati yang diproduksi sendiri oleh Desa Tinggimae dan tentunya harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding Padi/Beras biasa," katanya Selasa (14/3/2017).
Baca Lainnya :
- KLHK: UKM kehutanan makin minati SVLK0
- Presiden tegaskan perbatasan harus dibangun jadi etalase bangsa0
- Kalsel tampilkan unggulan pada Penas Tani Aceh0
- FAO Dukung Upaya Kementan Wujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia0
- Pengembangan Pertanian Perbatasan di NTT0
Sapta juga menjelaskan jika Desa Tinggimae memang dicanangkan sebagai Desa Percontohan Pertanian Organik yang merupakan salah satu item dalam agenda Program Desa Cluster Berbasis Home Industri.
Padi organik ini juga atas kerjasama dengan kepala desa Tinggimae, camat Barombong, Tim Pemerhati Petani, dan Lembaga Parade Perempuan Nusantara.
Sehubungan dengan itu pula awal tahun ini di Desa Tinggimae juga dibangun Pabrik Pakan Ikan dan Ternak untuk memback up program pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar pola Terpal dan budidaya Ayam Buras Super dan Itik Desa Tinggimae.
Peralatan Produksi Pakan sudah direalisasi dan sudah berada di lokasi.
"Dengan adanya ketersediaan Pakan Produksi sendiri yang murah, sehat (Organik) dan berkualitas semua untuk pengembangan usaha budidaya Ternak dan Ikan yang akan ditumbuhkan bagi masyarakat Desa Tinggimae sebagai nilai tambah dalam meningkatkan IPM (Indeks Pendapatan Mansyarakat)," katanya lagi.
Tak hanya itu, pabrik (Industri) pembuatan bahan organik berkapasitas produksi 12.000 liter/bulan telah rampung. Juga Rumah Produksi hasil Budidaya Organik untuk komoditi Padi, Palawija dan Hortikultura.
"Nantinya hasil pertanian Desa Tinggimae langsung diolah dan dikemas diberi merk dagang di Rumah Produksi selanjutnya dipasarkan untuk sasaran supermarket atau mal," jelasnya.(*)
sumber : makasar.tribunnews.com
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

