- Presiden: 200 Helikopter Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Terutama Penanganan Bencana
- Banjir dan Longsor di Sumatera: 12 Komunitas Masyarakat Adat di Tano Batak Terisolir
- Gakkum Kehutanan: Ada Indikasi Kerusakan di Hulu DAS yang Perparah Bencana di Hilir
- Pakar Hukum Ini Ingatkan Praktik Kejahatan Berlindung Dibalik Bencana
- Datang Lagi ke Aceh, Presiden Pastikan Pasokan Pangan dan Hapus Utang KUR Korban Terdampak Bencana
- Journalist Club Dorong Pemerintah Tetapkan Banjir Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
- Pandutani Bentuk Satgas Bantu Rehabilitasi Kehidupan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
- Sapa Anak-anak dan Dengarkan Keluhan Warga, Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsian Banjir di Aceh
- Indonesia Ekspor 10 Kontainer Udang Bebas Cesium 137 ke AS
- Mentan Amran Kirim Logistik Bantuan Bencana Satu Kapal Penuh ke Sumatera
Senandung Merdu Sampe, Alat Musik Petik Tradisional Masyarakat Dayak, Kalimantan
Random Video
Senandung merdu Sampe kala menjejakkan kaki di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, mengingatkan saya pada musik Batanghari Sembilan di Sumatera Selatan, yang menggunakan gitar tunggal. Tak hanya cara memainkan yang mirip, nada-nada yang dilantunkan pun sama, yakni dipadukan secara pentatonis, mirip gamelan atau ketukan perkusi yang ritmis dan agak monoton, baik melodi maupun harmoni.
Sampe sendiri adalah salah satu alat musik tradisional suku Dayak di Kalimantan. Sampe dalam bahasa Dayak diartikan “memetik dengan jari”. Sama seperti namanya, alat musik ini di mainkan dengan cara dipetik. Bentuk dari Sampe ini sama seperti gitar, namun memiliki gagang yang pendek. Selain itu, senar yang digunakan biasanya hanya menggunakan 3 – 4 senar.
Sampe ini awalnya hanya menggunakan senar dari serat pohon enau, namun seiring dengan perkembangannya, senar yang digunakan adalah kawat kecil. Salah satu keunikan pada Sampe ini adalah bagian ujung Sampe yang dihiasi dengan ukiran yang menjadi ciri khas suku Dayak, yaitu kepala burung enggang.
Hampir semua suku Dayak di Kalimantan menggunakan alat musik satu ini untuk pelengkap acara adat mereka. Namun setiap sub suku Dayak memiliki penamaan yang berbeda - beda seperti, Sampe’,sape’, sempe, dan kecapai.
.jpg)