- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
Macan Tutul Jawa Puncak Predator TN Ujung Kulon
Random Video
Hi Sobat BaCuSa!
Setelah Harimau Jawa eksistensinya dinyatakan punah sejak
tahun 1980-an berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of
Nature (IUCN), maka Macan Tutul Jawa menjadi puncak predator, begitu juga di TN
Ujung Kulon.
Macan tutul jawa dengan nama latin Panthera pardus melas
adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan
tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa. Macan tutul jawa adalah
satwa endemik Provinsi Jawa Barat dan Banten dan merupakan satu-satunya kucing
besar yang masih tersisa di pulau Jawa.
Sebagai puncak predator, macan merupakan salah satu satwa
yang ditakuti oleh para mangsanya, salah satu kegiatan memangsa yang pernah
terabadikan oleh polisi kehutanan Balai TN Ujung Kulon yaitu saat macan tutul
jawa memakan isi perut banteng di area penggembalaan cidaon tepatnya, pada 25
Agustus 2017, dan saat itu diduga sebagai harimau jawa.
Macan Tutul Jawa masuk dalam kategori risiko terancam
(Endengered - IUCN), dan terdaftar sebagai satwa dilindung berdasarkan
Peraturan Pemerintan No. P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa
Dilindungi yang terancam eksistensinya.
.jpg)