- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
Pertamina Nyalakan Harapan dan Kemandirian Penyintas ODGJ Melalui Pemanfaatan Energi Surya

BANDUNG BARAT – Di sebuah sudut Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, suara mesin bengkel bercampur dengan tawa semangat para pekerja. Tapi yang membuat tempat ini istimewa bukan hanya jasa servis dan cuci motornya, melainkan energi dan harapan baru yang lahir dari Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina.
Melalui program Jiwa Berdaya, di tahun 2025 Pertamina menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh untuk menggerakkan operasional bengkel dan tempat cuci motor yang dikelola oleh komunitas setempat. Di balik program ini, ada misi mulia yaitu memberdayakan sobat jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih agar dapat kembali produktif dan diterima oleh masyarakat.
Sebelumnya, kegiatan bengkel ini berjalan sederhana, peralatan terbatas, biaya listrik tinggi dan banyak anggota komunitas belum memiliki pekerjaan tetap. Kini, berkat pemanfaatan energi surya, biaya operasional bengkel dan cuci motor bisa ditekan hingga lebih dari 13,9 juta rupiah per tahun, yang memungkinkan bengkel untuk terus berkembang sekaligus memperluas manfaat sosialnya.
“Untuk menghemat biaya, dulu kami sering menghentikan pekerjaan saat malam hari. Sekarang, dengan tenaga surya, kami bisa bekerja lebih lama, bahkan membantu penerangan lampu jalan di sekitar bengkel,” ujar Heri, salah satu anggota tim Jiwa Berdaya yang juga penyintas ODGJ.
PLTS tidak hanya digunakan menyalakan bengkel, tapi juga menyalakan kehidupan. Program ini, kini melibatkan 14 Sobat Jiwa yang sudah pulih, 20 warga sekitar, serta memberikan manfaat tidak langsung bagi 70 orang lainnya. Hasil dari jasa servis dan cuci motor, ditambah penjualan Pelumas Pertamina, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan kelompok hingga 40–50 juta rupiah per tahun.
Tak berhenti di situ, Jiwa Berdaya juga tengah menyiapkan kantin dan galeri produksi untuk memperluas usaha. Semua kegiatan ini didukung oleh teknologi tepat guna, seperti panel surya untuk lampu jalan, peralatan bengkel listrik berbasis energi surya dan sistem filter air daur ulang untuk mencuci motor tanpa membuang banyak air.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, inisiatif seperti Jiwa Berdaya menunjukkan bahwa energi hijau bisa menjadi sarana pemulihan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Energi terbarukan bukan hanya soal keberlanjutan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Program ini membuktikan bahwa energi bisa memulihkan semangat dan menghapus stigma yang melekat pada seseorang,” ujarnya.
Selain memberikan dampak sosial, pemanfaatan PLTS juga berdampak besar bagi lingkungan. Setiap tahun, bengkel Jiwa Berdaya mampu menurunkan emisi karbon hingga 9,06 tonCO2ek, setara dengan menanam 2.265 pohon.
Dari bengkel kecil di Kabupaten Bandung Barat ini, tumbuh semangat besar bahwa dengan energi bersih dan kepedulian sosial, siapa pun bisa kembali berdaya jiwa bukan sekadar bengkel, tapi simbol kebangkitan, bahwa energi hijau Pertamina mampu menyalakan harapan, kerja, dan kehidupan.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

