- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Sudah Belasan Kali Operasi Tumor Pipi, Rakha Sangat Butuh Bantuan Biaya

RAKHA sejak lahir di hari pertama sudah memiliki dua penyakit yang bersarang di sekitar wajah, yaitu Benign Neoplasm of Lower Jaw Bone dan Malformasi Limfatik. Sejak 2020 hingga sekarang 2025 masih dalam pengobatan intensif dengan cara operasi bedah pipi dan injeksi, dan bertahap dalam pengobatannya.
"Menjalani operasi 3x dalam 1 tahun. Jika tidak ditangani tumor Rakha akan terus tumbuh perlahan-lahan," kata Bobby Firmansyah, ayah Rakha.
Bobby dulunya bekerja sebagai desain grafis di sebuah perusahaan media besar nasional. Setelah di PHK dua tahun lalu, kini ia bekerja sebagai ojek online yang tentunya jauh panggang dari api untuk bisa membiayai pengobatan anaknya.

Bobby menuturkan, Rakha memiliki benjolan pada pipi kiri di hari pertama lahir dengan kondisi caesar. Saat bulan ke-4 dirujuk ke RSCM. Di RSCM diobservasi ternyata mengidap penyakit langka. Pada bulan akan menjalani operasi ke-13 dengan operasi bedah pipi dan injeksi, kondisi tumor Rakha kembali membesar karena telatnya penanganan medis lantaran orang tuanya terbentur biaya.
Diketahui, Keloid ikut tumbuh di sekitar pipi dan pipi menjadi mengeras kembali. Kondisi makin memburuk karena yang seharusnya menjalani 3x operasi dalam 1 tahun, terpaksa harus menjadi 1x setahun.
Bekerja sebagai ojek online, penghasilan ayah Rakha tentu tidaklah mencukupi untuk biaya pengobatan, bahkan untuk membiayai keperluan sehari-hari saja masih jauh dari cukup.
Baca Lainnya :
- Hizbul Wathan UMJ Aksi Pungut Sampah dan Praktik Pembuatan Eco Enzyme0
- BRIN dan Mitra Kembangkan Budi Daya Teripang Gamat untuk Bahan Baku Obat dan Kosmetik0
- Budiman Sudjatmiko: Selama Reformasi Agraria Tidak Selesai, Kemiskinan Sulit untuk Lepas0
- Mapala Stacia UMJ Kembali Gelar Latihan Managemen Organisasi Pecinta Alam0
- Mahasiswa STIE Dharma Bumiputera Studi Banding Penanganan Kebencanaan ke Basarnas0
Namun, sang ayah yang meski hanya bekerja sebagai ojek online dengan pendapatan tidak menentu, terus berjuang untuk kesembuhan anak tercinta. Ia terus mencari bahkan meminta-minta bantuan ke mana-mana, sampai ada yang tega mengatainya seperti pengemis. Sementara ibu Rakha, hanya ibu rumah tangga yang harus terus merawat Rakha.
Rakha seharusnya sudah bersekolah tetapi minder karena benjolan pipinya menjadi tontonan anak-anak sekitar rumahnya. Sejak sakit Rakha tidak berani keluar rumah karena minder bergaul dengan anak sebayanya.
Biaya pengobatan yang dibutuhkan Rakha sekitar Rp100 juta. Itu untuk kebutuhan transportasi, 1x operasi sebelumnya wajib menjalani rawat jalan PP 7x kedatangan ke RSCM, membeli nutrisi dan obat di apotik, menjalani hematology untuk cek jantung, hati, dan darah serta keperluan pengobatan lainnya.
Rakha sangat membutuhkan bantuan semua orang untuk menjalani operasi 3x dalam setahun, berupa bedah pipi, injeksi, hematology. Keluarga sudah berjuang mengumpulkan biaya tetapi tentu tidak mencukupi. Apalagi masih ada biaya tidak terduga seperti harus perpanjang rujukan per 3 bulan di luar daerah, karena keluarga Rakha tinggal di Bekasi.
Rakha bercita-cita menjadi anak yang sukses yang bisa membantu orang tuanya kelak, bisa sekolah tinggi. Berharap diberikan kesembuhan total dari penyakitnya yang terus tumbuh. Rakha sangat butuh uluran tangan dari para dermawan, dan untuk bantuan bisa menghubungi langsung orang tua Rakha di nomor 0822-9905-8204, an. BOBBY FIRMANSYAH.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

