Logo Porosbumi
12 Jun 2026,
12 June 2026
LIVE TV

Surat Cinta Untuk Negeri dan Eros Untuk Indonesia

PorosBumi 12 Jun 2026, 16:38:07 WIB
Surat Cinta Untuk Negeri dan Eros Untuk Indonesia

BAMBANG ASRINI
Kerani Seni

CINTA hakikatnya altar persembahan sekaligus kelindan rasa dan fikir tentang kegigihan untuk bertahan mengarungi luka dan gairah. Ia memberi kekuatan, makna hidup untuk kembali pulang ke nurani.

Dari sufistik Syair Dagang karya sastra klasik Melayu terkenal, dirangkai penyair besar Hamzah Fansuri, memberi metafora seorang musafir untuk menyampaikan secara khusyuk perjalanan spiritual manusia dalam mencari jalan pulang dari rantau ke negeri kekalnya.

Cinta akan negeri juga dengan elok oleh Sri Mangkunegara IV, seorang pujangga besar dengan rasa tresnanya yang luar biasa berpulang pada budaya tanah Jawa. Ia menggambarkan Serat Wedhatama sebagai pengeling bagi pemimpin yang berkuasa, untuk kembali pulang pada nurani masing-masing.

Demikian juga, karakter Eros dari gairah hidup yang kompleks dari bangsa Yunani kuno, untuk menerima sekaligus merebahkan batin dalam konsep Amor Fati, frasa menyentuh yang berarti "Cinta akan takdir". Sebuah ajakan, apapun tragedi atau kemalangan yang menimpa, selayaknya menerima kenyataan.

Merangkulnya dan mencintai segala hal yang terjadi dalam Ke-Indonesiaan yang hidup—baik, buruk, penderitaan, maupun kehilangan—sebagai sesuatu yang memang harus terjadi dan berikhtiar mencari jalan keluar.

Baik filsuf seperti Epictetus dan Marcus Aurelius memandang penerimaan radikal Amor Fati, sejalan dengan cara mencintai yang alih-alih melawan luka dan derita hidup; pun pemikir jenial Friedrich Nietzsche memaknai cinta pada Amor Fati adalah wujud Eros dari kulminasi pencapaian manusia.

Meminjam Nietzsche, cinta pada Indonesia tak lagi berserah sekadar pasrah, melainkan afirmasi kehidupan yang utuh di mana menuntut warga, kita Anda dan semuanya, melihat penderitaan dan rintangan sebagai bahan bakar untuk bertumbuh, saat negeri sedang tak baik-bak saja saat etika dan moral dicampakkan dalam kehidupan berbangsa dalam keseharian.

Seni: Ujung Api Kecil di Kegelapan

Jika Arnold Joseph Toynbee, seorang sejarawan dan filsuf sejarah terkemuka asal Inggris (1889–1975) dengan monumental karyanya A Study of History, mahakarya 12 jilid yang menganalisis pasang surut peradaban dunia. Maka, teori utamanya sebagai peradaban lahir, tumbuh, dan
runtuh melalui mekanisme tantangan dan tanggapan (challenge and response), seni adalah bagian api kecil darinya.

Peradaban dibangun oleh gemertak ambisi dan visi nalar yang keras umat manusia, yang mana dari kegelapan ke kegelapan bersanding dari kemenangan demi kemenangan yang kemudian berpendar, dari pertentangan kaku melakoni yang disebut identitas, sejarah dan kaum serta
puak di pekik aturan hukum lokal yang keras.

Maka seni sejatinya tentang intimasi saat-saat peradaban bersemayam dan membuka lebih luas cakrawala di antara luka-luka, welas kasih menyaksikan dalam diam aktif.
Seni lahir, tumbuh, merangkak dan beranjak dewasa dengan belajar mengeja huruf apa
sejatinya ungkapan mendalam etika, logika dan estetika?

Ia mengintai kenangan tentang zaman yang berubah, menyetubuhi fenomena, dan menuliskannya kembali terbata-bata dengan rasa syukur di tiap era untuk tetap meraba Cinta.

Seni, semacam gairah terus berkobar dari Eros yang digenggam, dimampatkan dalam kegelapan segulita apapun. Kemudian, disulut dalam kerendahan hati, menyala di ujung api kecil dari hati warga, oleh dan untuk warga kita. Membawanya pelita atau obor dalam gua yang mungkin saja
menuntun kita bersama ke sinar yang menerobos di kisi-kisi dinding gua menuju semesta cerlang di luar sana.

Surat Cinta dan Gairah tentang Eros bagi Indonesia adalah laburan asa bukanlah utopia, namun kesadaran penuh untuk melangkah. Kita semua, meski tertatih-tatih; berbuat dan menuju cahaya dengan berpulang kembali ke nurani. Salam Takzim Surat Cinta dan Eros untuk Indonesia.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```