- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
- Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026, Gaya Hidup Jalan Uang Tetap Aman
- Whoosh Resmi Go Global, Kini Bisa Dipesan Dunia Lewat Trip.com
- 5 Cara Biar Remaja Tetap Aman di Internet, Tanpa Drama dan Jadi Polisi Gadget
- Saat Tanah Menjerit, Siapa yang Mendengar?
Trump Tegaskan Ambisi AS Kuasai Wilayah Greenland

DAVOS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan diplomatik dengan menyatakan ambisi kuatnya untuk mengakuisisi Greenland. Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss Senin 19 Januari 2026, Trump menegaskan bahwa penguasaan atas wilayah tersebut merupakan prioritas strategis bagi Washington.
"Kita harus memilikinya," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia, mengacu pada pulau semi-otonom milik Denmark tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Trump membagikan tangkapan layar pesan yang diklaim berasal dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dalam pesan tersebut, Macron menyatakan ketidapahamannya terhadap langkah agresif AS di Greenland. Selain itu, Trump juga mengklaim telah menerima komunikasi serupa dari Sekretaris Jenderal NATO.
Untuk memperkuat klaimnya secara visual, Trump mengunggah serangkaian gambar hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya menancapkan bendera Amerika Serikat di hamparan es Greenland.
Langkah diplomasi ini diikuti dengan tekanan ekonomi yang nyata. Pada Sabtu lalu, Trump secara terbuka mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap delapan negara sekutu Eropa, termasuk Inggris dan Denmark.
Ancaman ini akan direalisasikan jika kesepakatan mengenai Greenland tidak segera tercapai.
Menanggapi tekanan tersebut, Pemerintah Greenland bersikap tegas. Perdana Menteri Greenland menyatakan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada intimidasi eksternal. "Kami tidak akan membiarkan diri kami ditekan," tegas sang Perdana Menteri.
Hingga saat ini, para pemimpin Uni Eropa telah bersatu untuk memberikan dukungan diplomatik kepada Denmark, seraya menegaskan bahwa kedaulatan teritori tersebut tidak dapat diperjualbelikan. Para analis menilai bahwa manuver Trump ini berpotensi merusak stabilitas hubungan transatlantik yang selama ini terjalin melalui NATO.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

