- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Trump Tegaskan Ambisi AS Kuasai Wilayah Greenland

DAVOS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan diplomatik dengan menyatakan ambisi kuatnya untuk mengakuisisi Greenland. Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss Senin 19 Januari 2026, Trump menegaskan bahwa penguasaan atas wilayah tersebut merupakan prioritas strategis bagi Washington.
"Kita harus memilikinya," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia, mengacu pada pulau semi-otonom milik Denmark tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Trump membagikan tangkapan layar pesan yang diklaim berasal dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dalam pesan tersebut, Macron menyatakan ketidapahamannya terhadap langkah agresif AS di Greenland. Selain itu, Trump juga mengklaim telah menerima komunikasi serupa dari Sekretaris Jenderal NATO.
Untuk memperkuat klaimnya secara visual, Trump mengunggah serangkaian gambar hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya menancapkan bendera Amerika Serikat di hamparan es Greenland.
Langkah diplomasi ini diikuti dengan tekanan ekonomi yang nyata. Pada Sabtu lalu, Trump secara terbuka mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap delapan negara sekutu Eropa, termasuk Inggris dan Denmark.
Ancaman ini akan direalisasikan jika kesepakatan mengenai Greenland tidak segera tercapai.
Menanggapi tekanan tersebut, Pemerintah Greenland bersikap tegas. Perdana Menteri Greenland menyatakan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada intimidasi eksternal. "Kami tidak akan membiarkan diri kami ditekan," tegas sang Perdana Menteri.
Hingga saat ini, para pemimpin Uni Eropa telah bersatu untuk memberikan dukungan diplomatik kepada Denmark, seraya menegaskan bahwa kedaulatan teritori tersebut tidak dapat diperjualbelikan. Para analis menilai bahwa manuver Trump ini berpotensi merusak stabilitas hubungan transatlantik yang selama ini terjalin melalui NATO.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

